
"kita berangkat bersama,,," ujar felix datar,
Kali ini pengantin baru itu tengah menikmati sarapannya sebelum ke kampus,
Tanpa kedua orangtua felix di rumah helen bisa begitu merasa santai dan tak perlu berdrama untuk pura2 nempel sama suaminya itu,
Tentu selama seminggu ini helen bersikap seolah pernikahannya normal, walaupun dia sadar terus menolak felix untuk melakukan kewajiban nya,
Felix pun tidak pernah mempermasalahkannya dan bersiap menunggu gadisnya itu siap dan menyerahkan diri,
"aku tidak suka menarik perhatian" jawab helen lantas menegak habis air susunya,
"up to you" felix mengedikan bahunya tanda setuju dan lantas berlalu dari hadapan istrinya.
Ular waktu yang melingkar di pergelangan tangan gadis itu menunjukan pukul 9:12 , dengan langkah cepat gadis itu berlari ke luar rumah dan menyetop salah satu ojek yang lewat,
Pagi ini dia ada jadwal kuliah dengan dosen kiler yang kini sudah menjadi suami sahnya, tapi itu tidak mengubah apapun beberapa hari lalu helen di marahi habis2 an karna tidak mengerjakan tugas, padahal sikap acuh dan sengaknya itu selalu hilang kala mereka berdua di kamar,
"labil emang tuh makhluk,,, " ujar helen mengingat hal itu tepat ketika tiba di depan pintu kelas yang sudah tertutup rapat,
__ADS_1
Gawatttt,,,, pikirnya kelas sudah di mulai bahkan dia sudah terlambat hampir 45 menit, yang mana beberapa menit lagi kelas pasti akan berakhir,
Benar saja tiba2 pintu terbuka menampakan dosen kiler itu dengan tampang juteknya "ikut ke ruangan saya,,, " dinginnya tanpa berekspresi,
Helen menggigit bibir bawahnya sembari berjalan mengekori felix, mereka berpapasan dengan erik yang baru keluar dari salah satu kelas "gak bisa nahan banget yah,,, " bisiknya pada felix sembari mengedipkan sebelah matanya,
Felix hanya cuek yang lantas masuk ke ruangannya tanpa mengubah ekspresi dingin nya, yang menurut helen begitu menyebalkan.
"how old are you? " ujar felix tetap dengan wajah dingin nya,
"20 tahun tepat bulan depan,,, " jawab helen polos sembari menatap felix tanpa dosa,
"lantas sebenarnya apa tujuanmu?" felix menatap helen yang malah tampak santai menatapnya balik, padahal kini felix benar2 memasang ekspresi tak suka,
"korea selatan,,," jawab helen tersenyum
Felix menggelengkan kepalanya sepertinya dia salah bertanya "apa kau punya mimpi? " ujarnya lagi,
"mimpiku ya,,, " helen tampak berpikir mencari jawaban logis "menonton konser EXO" jawab nya mantep tetap dengan senyumannya,
__ADS_1
Felix benar2 tak habis pikir dengan apa yang di pikirkan helen, jiwa fangirl gadis itu benar2 aneh menurutnya "apalagi?,,, " tanya helen santai seolah ia baru saja menanyakan topik yang di sukai gadis itu,
"sepertinya saya tidak perlu bertanya lagi,,, saya sudah tau hobimu halusinasi menjadi istrinya chanyeol" ujar felix jengah,
"oh tentu bapak dosen,,, dan incaranku papa toben dan zzard,,, " balas helen tersenyum simpul dan membuat felix memelototkan matanya,
"pergi dari sini,,, dan isi 100 soal ujian tanpa remidial" ujar felix menyerah dengan menghembuskan nafas kasar,
Helen yang nampak kaget pun membelalakan matanya yang lantas pergi ke luar ruangannya dengan muka cemberut dan menggerutu.
Fangirl adalah dunia kedua helen yang sudah felix terima, pria itu tidak tahu semenyakitkan apa luka yang pernah di lalui istrinya itu,
satu hal yang ia pahami helen hanya melakukan itu semata untuk penyembuhan dirinya yang pernah runtuh.
Dia tidak tahu sehebat dan semenarik apa tetapi melihat wanitanya tersenyum bahagia karna hal itu dia ikut bahagia,
apalagi felix sadar diri helen sudah dewasa dan dunia terus berputar banyak hal yang tidak ia ketahui tentang istrinya itu.
"annyeong readers,,, maaf kalau ceritanya agak sedikit garing mungkin karna selain kekurangan air autor kecil ini masih kekurangan bakatnya,,, jangan lupa tinggalkan jejak membacanya dan hevan selamat membaca part berikutnya"
__ADS_1
**Next part OR No**?