She Is Lynne

She Is Lynne
Kantin


__ADS_3

Vroom! ... Vroom! ...


Suara mobil melaju memasuki sekolah elit di Jakarta mengalihkan atensi para siswa yang sedang berlalu lalang memasuki sekolah, penasaran siapakah pemilik dari keempat mobil mewah tersebut. Begitu mobil telah terparkir sempurna semua orang mulai saling berbisik mengerumun menimbulkan kericuhan di pagi hari menunggu pengemudi mobil itu keluar.


"Woi Mobil siapa tuh? Gila mewah banget"


"Murid baru kayanya"


"Yang bener lo, cewek atau cowok?"


"Kalo cowok pasti ganteng bangettt!"


"Gue yakin cewek!"


"Mana mana minggir gue mau liat"


Begitulah celotehan para murid VHS berkat kedatangan mobil yang hanya ada beberapa saja didunia menunjukkan pemilik nya pasti berasal dari keluarga kaya raya, atau bahkan lebih dari sekedar itu!.


Sedangkan keempat pemilik mobil tersebut tidak mempedulikan kericuhan berkat kedatangan mereka yang cukup mencolok. Keempatnya justru dengan santai masih berada di dalam mobil untuk merapihkan penampilan mereka. Setelah dirasa cukup akhirnya mereka pun keluar dari mobil menampakkan paras nya yang cantik bagai dewi dengan seragam VHS yang dipakainya serta barang branded dari atas sampai bawah, mulai dari tas, jam tangan, sampai sepatu tak lupa ekspresi wajah keempatnya yang datar.


Ya! Mereka ada Lynne dkk, empat gadis yang sudah membuat gempar satu sekolah diawal kedatangan mereka sebagai murid baru. Hanya karena mobil.


"Wahh gilaaa cewek coy, cantik baget!"


"Keren banget cok gaya mereka"


"Bakal nambah nih most wanted girl di sekolah kita"


"OMG, mereka cool banget"


Melihat kebisingan yang disebabkan oleh murid murid VHS pun membuat Jen sedikit kesal karena merasa terganggu.


"Ck. Kampungan!" gumam nya sinis yang tentu hanya bisa didengar oleh mereka berempat. Mendengar gumanan itu El pun langsung menolehkan kepalanya kearah Jen.


"Abaikan aja". Dia tau bahwa Jen benci kebisingan. Sedangkan Kav dan Lynne hanya menganggukkan kepala singkat.


Tanpa mempedulikan murid lain nya Lynne dkk langsung berjalan beriringan menuju ruangan kepala sekolah untuk menanyakan dimana kelas yang akan mereka tempati.


Mengabaikan orang-orang yang memperhatikan mereka, keempat sejoli itu pun terus berjalan dengan wajah tanpa ekspresi disertakan sorot mata yang tajam menimbulkan kesan dingin dan sulit didekati atau mungkin tidak bisa didekati oleh sembarang orang? Entahlah. Lynne dkk keempatnya sama datar nya, mereka hanya akan hangat kepada satu sama lain, orang-orang terdekat, dan keluarga. Diluar itu hanya raut wajah tanpa ekspresi dan dingin yang ditampilkan.


...----------------...


Kringgg Kringgg


Bunyi bel masuk terdengar keseluruh sekolah, para murid yang mendengarnya langsung bergegas menuju kelas masing-masing dan bersiap mengikuti mata pelajaran.


Setelah Lynne dkk menemukan ruangan kepala sekolah, El pun langsung mengetuk pintu.


Tok Tok


"Silahkan masuk". Mendapat izin dari sang pemilik ruangan Lynne dkk langsung memasuki ruangan. Begitu melihat siapa yang mengetuk pintu ruangan nya kepala sekolah pun lantas berbicara


"Ah kalian murid baru ya? Silahkan duduk, siapa nama kalian?" tanya Pak kepala sekolah, Rendy Sagara Bramasta.


Mendengar pertanyaan itu lantas Lynne pun menganggukkan kepala sambil menyilangkan kedua tangannya dan menjawab


"Oh ayolah, tidak perlu berpura-pura seperti tidak mengenali kami, paman"

__ADS_1


"Ya paman, kau tidak pandai berakting seperti itu" ucap Kav menambahi sambil berjalan kearah kursi.


Mendengar kata 'paman' yang keluar dari mulut para gadis didepan nya membuat Rendy mengerutkan alis tak terima.


"Hey, sudah berapa kali aku bilang jangan memanggilku paman. Aku tidak setua itu!"


"Tapi kau lebih tua dari kami" Rendy yang mendengarnya hanya mampu menghela nafas mengalah.


"Jadi paman dimana kelas kami?" tanya Jen.


"Kalian kelas XII-3, tunggu sebentar kalian akan diantar oleh wali kelas. Aku sudah memanggilnya, dia sedang menuju kemari" jawab Rendy. Mendengar penjelasan Rendy sambil menunggu kedatangan wali kelas mereka Lynne, Kav, El dan Jen dengan tidak tahu malu mencomot camilan yang tersedia diatas meja, Rendy yang melihat pun hanya pasrah meratapi makanannya dimakan oleh mereka.


Sebenarnya siapa Rendy Sagara Bramasta? Kenapa dia bisa mengenali Lynne dkk yang notabane nya adalah murid baru di sekolahnya? Ada hubungan apa diantara mereka berlima?


...----------------...


Tok Tok


"Masuk"


"Permisi pak, bapak manggil saya ada apa ya?" tanya ibu wali kelas XII-3.


"Ini ada murid baru di kelas ibu. Tolong diantar" jelas Rendy dengan datar.


"Baik, pak"


Setelah ibu wali kelas datang langsung saja Rendy menyuruh keempat murid nya untuk mengikuti guru perempuan yang akan menjadi wali kelas nya.


...----------------...


Begitu sampai di depan kelas XII-3 mereka pun dapat mendengar kegaduhan dari luar menandakan bahwa guru yang akan mengajar belum datang dan murid di dalam sedang melakukan aktivitas nya masing-masing.


Suara pintu digeser mengalihkan perhatian para murid kelas XII-3, membuat mereka kalang kabut menuju meja nya masing-masing. Dan seketika atensi mereka semua langsung tertuju pada empat orang gadis cantik yang mengikuti langkah wali kelas mereka didepan kelas membuat suasana menjadi ramai kembali.


"Mereka yang tadi pagi itu kan?"


"Ternyata bener murid baru, gila gue satu kelas sama mereka"


"Wiih nambah nih cecan dikelas kita"


"Ssstt, kalian berisik banget"


Lynne, Kav, El, dan Jen yang menjadi pusat perhatian hanya berdiri dengan tenang dan menatap malas ke depan. Sang guru yang mendengar keributan langsung memperingati para murid nya agar diam.


"Anak-anak diam semua, kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan diri kalian"


Tanpa berniat untuk basa-basi atau sekedar menyapa Lynne, Kav, El dan Jen pun langsung memperkenalkan diri mereka.


"Lynne Laquitta R" ucapnya dengan datar.


"Elvetta Feodora F" ucap El dengan dingin.


"Kavitta Luisa H" dengan malas Kav menyebutkan namanya.


"Jeanne Sharletta T" Jen memperkenalkan diri dengan tenang.


Perkenalan singkat mereka membuat semua orang dikelas tercengang. Yang benar saja! Mereka bahkan tidak memperkenalkan dari mana mereka pindah, atau menyebutkan nama marga keluarga mereka. Membuat semuanya penasaran saja! Dari keluarga mana hingga mereka bisa masuk ke sekolah elit ini?! Hanya nama, tanpa sapaan, tanpa senyuman juga lagi dan lagi hanya raut datar yang terpampang di wajah mereka berempat.

__ADS_1


"Hanya itu?" tanya ibu wali kelas. Lynne dkk hanya mengangguk singkat.


"Baik, perkenalkan saya Sari wali kelas kelas XII-3 mengajar pelajaran B. Inggris. Silahkan kalian duduk dibangku kosong yang sudah disediakan" Setelah itu Bu Sari pun langsung meninggalkan kelas karena dia ada jadwal mengajar di kelas lain hari ini.


Setelah sesi perkenalkan yang sangat singkat itu Lynne dkk langsung berjalan ke tempat duduk mereka yang berada di bangku meja paling belakang. Lynne duduk dengan Kav, dan El duduk dengan Jen.


Bahkan ketika mereka sudah duduk pun atensi teman-teman sekelas nya itu masih tertuju pada mereka berempat. Dan hal itu membuat Jen sedikit risih lantas menatap mereka dengan tajam agar tidak memperhatikannya dan ketiga sahabatnya terus menurus. Melihat tatapan tak bersahabat itu membuat siswa-siswi dikelas langsung mengalihkan perhatian nya dari Jen dan ketiga sahabatnya, bertepatan dengan datangnya guru yang akan mengajar.


Kegiatan belajar mengajar pun berlangsung yang diperhatikan oleh seluruh murid dikelas namun tidak dengan Lynne yang menatap ke arah jendela, Kav yang menangkupkan kepalanya nya dimeja dengan headset ditelinganya, El yang fokus membaca novel, dan Jen yang juga menangkupkan kepalanya tidur.


Meski Lynne dkk duduk dibelakang semua yang dilakukan tidak lepas dari perhatian seluruh teman sekelasnya, bagaimana bisa keempat murid itu dengan berani tidak memperhatikan pelajaran dihari pertama mereka masuk. Sebagai murid baru bukan kah mereka harus membuat image yang baik!


...----------------...


Teng Teng


Bunyi bel yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh murid VHS akhirnya terdengar, menandakan bahwa kegiatan belajar yang sangat melelahkan dan menguras otak juga tenaga akhirnya selesai. Namun justru membuat guru yang sedang mengajar menghelas nafas sebab harus mengakhiri kegiatan mengajar nya. Para murid lantas tersenyum bahagia, langsung saja mereka semua berhamburan keluar kelas dengan tujuan yang sama, yaitu Kantin!


El yang sedang membaca novel langsung terhenti begitu mendengar bel sekolah, melihat sekeliling kelas yang sudah sepi hanya tinggal dirinya dan sahabatnya.


"Ayo ke kantin, udah laper banget gue"


"AYOK" Jen yang sedang tertidur selama jam pelajaran tadi langsung terbangun dan dengan semangat menerima ajakan El kekantin.


"Ck. Bel istirahat aja langsung bangun lo, tadi pas pelajaran malah turu" ucap Lynne dan langsung bantah oleh Jen.


"Yeeuu, soalnya tadi gue ngantuk banget jadi tidur deh. Kalo sekarang gue laper jadi dah lah ayok ke kantin, ntar penuh ga kebagian tempat duduk kita. Kalian mau makan sambil berdiri hah?!"


"Makan doang semangat lu" sahut Kav sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jen. Segera mereka langsung bergegas menuju kantin untuk makan siang mengisi perut yang keroncongan.


...----------------...


Begitu menginjakkan kaki di dalam kantin suasana yang tadinya ramai menjadi hening sejenak karena kedatangan Lynne dkk. Mereka langsung menjadi pusat perhatian seluruh murid yang sedang makan & beristirahat.


"Hah, capek banget gue dari dulu jadi perhatian orang-orang terus" ucap Kav sambil memutar bola matanya malas.


"Kalo ga jadi pusat perhatian tandanya kita bukan bagian dari The Læys" balas El santai. Mendengar kata terlarang yang dilontarkan dengan santainya itu ketiga langsung menatap tajam dan dingin El, memperingati.


El yang ditatap oleh ketiga sahabatnya lantas menunjukkan dua jari membentuk V tanda peace dengan sedikit cengiran sambil berucap pelan.


"Ups, sorry hehehe"


"Hati-hati El, kita di tempat umum banyak mata dan telinga disini. Bahaya kalo sampe ada yang tau" sahut Jen memperingati sahabatnya itu.


"Iya iya. Udah yuk, kita makan. Lynne sm Jen pesan makan minum, gue sama Kav nyari tempat duduk. Inget harus enak makananya, minumnya terserah" ucapnya yang langsung menarik tangan Kav agar mengikuti nya meninggalkan Lynne dan Jen yang berdecak sebal. El, sabahat nya yang satu itu selalu saja memutuskan sesuatu tanpa mendenger persetujuan yang lain!


"Ayo!" ajak Jen datar sambil melangkah ke tempat stand makanan dengan raut dingin meninggalkan Lynne sendirian.


"Sial, Jen tunggu" Ck, sahabat nya sudah kembali dalam mode Es lagi!


Sambil membawa pesanan makanan dan minuman mereka berempat Jen dan Lynne langsung menuju meja yang telah ditempati oleh El dan Kav.


"Makan" kata Lynne dengan datar.


Saat sedang menikmati makanan nya Lynne dkk dikejutkan oleh gebrakan meja yang disebabkan oleh seseorang.


BRAAKK

__ADS_1


Suara gebrakan yang cukup keras itu mengalihkan perhatian semua orang di kantin. Orang gila yang berani mengganggu waktu makan siang mereka?! Apakah dia tidak tahu dengan siapa dia akan berhadapan?!


...****************...


__ADS_2