
Saat sedang menikmati makanan nya Lynne dkk dikejutkan oleh gebrakan meja yang disebabkan oleh seseorang.
BRAAKK
Suara gebrakan yang cukup keras itu mengalihkan perhatian semua orang di kantin. Orang gila yang berani mengganggu waktu makan siang mereka?! Apakah dia tidak tahu dengan siapa dia akan berhadapan?!.
Akibat gebrakan meja tak sopan dari orang itu pun membuat Lynne dkk terkejut, dan langsung menghentikan acara makan mereka sejenak untuk melihat siapa pelaku yang mengganggu sesi mengisi perut mereka!.
"Oh jadi ini murid baru nya" dengan nada sombong si pelaku mulai berbicara.
Mendengar nada bicara yang sombong tersebut membuat Lynne dkk mendongakkan kepala nya sambil mengangkat sebelah alis dengan kompak membatin "****! Darimana para badut ini muncul?".
Hadapan mereka terlihat seorang gadis bermake up tebal, seragam ketat, dan rambut berwarna terang membuat sakit mata yang melihatnya, dengan tiga gadis lainnya yang penampilannya tak jauh berbeda. Gadis tersebut bernama Sherly Amelia Silas.
Bisikan - bisikan ramai dari murid lain mulai terdengar. Penasaran ada perlu apa Sherly dkk yang terkenal dengan sifat sombong, suka membuli dan merendahkan orang lain dengan murid baru seperti Lynne dkk.
Namun sepertinya kedatangan Sherly dkk tidak menarik perhatian Lynne dkk sehingga diabaikannya begitu saja, mereka hanya memandang datar tanpa minat dan melanjutkan makannya yang sempat terhenti. Melihat bahwa dirinya diabaikan membuat Sherly dan tiga temannya marah. Berani sekali murid baru seperti mereka mengabaikannya, orang yang berkuasa di VHS!
Dengan wajah merah menahan amarah Bena Zicola Benz teman Sherly berucap
"Heh, sombong banget lo! Kalian gatau kita siapa hah?!"
"Cih, dasar sok cantik!" sinis Mela Aqila Parl, teman Sherly lainnya.
Tanpa mempedulikan celotehan empat badut didepannya, Lynne dkk masih dengan santai melanjutkan makan siang nya. Dan hal itu tentu menambah kekesalan orang - orang didepan mereka, yang dengan cepat langsung mengambil minuman dari meja dan menumpahkan nya kearah El.
Byuurrrr
Karena hal itu semua siswa siswi yang berada dikantin sedari tadi memperhatikan pun terkejut. Minuman tersebut membahasi seragam El yang berada tepat didepannya. Devana Arila Parl, sepupu dari mela sang pelaku itu pun tersenyum angkuh.
El yang mendapat serangan tiba - tiba itu pun langsung menghentikan acara makan nya, menatap marah tajam dan dingin ke arah Devana yang menyiramnya, kemudian melihat seragamnya yang telah basah dan noda berwarna oren serta lengket oleh jus. Begitu juga dengan Lynne, Kav, dan Jen menyorot tajam memandang Sherly dkk tanpa ekspresi, menyiratkan bahaya!
"How dare you?" dingin Lynne.
Suasana kantin yang tadinya ramai pun langsung hening akibat aura dingin tidak mengenakan yang dikeluarkan oleh Lynne dkk. Tatapan tajam yang mereka tunjukkan membuat Sherly dkk menegang gemetar ketakutan.
Deg
Dengan sisa keberaniannya Devana pun berkata "A-apa?! Berani lo natap gue kaya gitu hah?"
Sampai perkataan yang diucapkan Lynne kembali menarik perhatian semua orang yang masih terkejut. Perkataan yang diucapkan dengan intonasi datar seperti memperingati atau lebih tepat nya memberitahu bahwa hari ini hari pertama mereka masuk sebagai murid baru jadi sebisa mungkin jangan sampai melakukan sesuatu yang akan membuat gempar satu sekolah!.
"Jangan berlebihan, El". Mendengar kalimat datar itu El hanya milirik sekilas sambil tersenyum miring. Tenang saja, dia akan berbaik hati kali ini!.
Lalu diambilnya mangkuk makanannya yang masih terisi oleh soto panas dan
Swooosh
Prangg
Kyaaaaa
Dan hal itu membuat suasana bertambah menegangkan. Suara benda menghantam dan teriakan orang-orang membuat ricuh suasana kantin. Kejadian yang tak terduga mengejutkan seluruh murid yang menyaksikannya. Sungguh gila! Dimana mangkuk berisi soto panas tersebut El layangkan ke wajah Devana.
"ARRGGGHHHH tolongg" teriak Devana kesakitan sambil menangis histeris. Wajahnya panas bahkan melepuh, dengan darah yang mengalir deras.
Melihat keadaan teman dan sepupu nya yang mengenaskan Sherly, Bena dan Mela membeku syok!
__ADS_1
Semua orang yang berada di kantin menyaksikan hal tersebut menjadi bertambah syok kala dengan santainya seolah tak terjadi apa apa El membersihkan seragamnya menggunakan tisu lalu dengan tenang berkata "Impas!".
"Apa lo bil- "
Melihat keadaan Devana yang telah pingsan mengenaskan Mela pun langsung memotong ucapan Sherly.
"Sher stop! Kita harus bawa Deva dulu ke rumah sakit. Ayo!"
"Awas lo, tunggu pembalasan gue!" ucap Sherly memperingati.
El hanya memandang dingin kedepan sambil berdecak kesal.
"Ck. Hama!"
Setelah itu Sherly dkk pun pergi meninggalkan kantin membawa Devana ke Rumah Sakit agar segera diberi pertolongan medis.
Lynne dkk terutama El tanpa merasa bersalah hanya memandang lurus kepergian mereka.
Hari ini murid baru di hari pertama mereka masuk malah membuat keributan! Gila! Dan apa katanya tadi? Impas? Apakah melemparkan mangkuk berisi soto panas ke wajah merupakan balasan yang seimbang dari menumpahkan jus?! Dia bahkan melalukannya dengan tenang dan santai, seolah-olah hal yang dilakukannya tadi adalah hal biasa. Apakah dia tidak takut dengan masalah yang muncul setelahnya? Begitu kira-kira pikiran semua orang yang menyaksikan. Mereka Gila!.
...----------------...
Setelah apa yang terjadi di kantin tadi, Lynne dkk pun pergi kuliah kantin dan berjalan menuju ruangan pribadi tersembunyi dan hanya diketahui oleh mereka.
"Sinting tu badut." gerutu El ketika telah memasuki ruangan tersebut.
"Udah biarin." jawab menenangkan Jen. Sejujurnya mereka sudah kehilangan mood nya untuk mengikuti pelajaran.
"Ck. Harusnya lo tadi tusuk aja tangan nya pake garpu daripada lo lempar pake mangkuk soto" ucap Kav sambil memainkan handphone nya.
"Kita bakal dipanggil ga nih gara gara kejadian tadi?" tanya Kav.
"Ya iyalah, lo pikir badut badut itu bakal diem aja? Tentu mereka bakal ngadu" balas El sambil ikut merebahkan tubuhnya di kasur bersama Lynne.
"Kira kira kita dapet hukuman ga ya?"
"Paling di skors" balas Lynne yang sedari tadi diam.
"Baru hari pertama tapi kita udah libur aja." ucap Jen sambil terkekeh pelan.
"Nasib kita emang selalu baik." imbuhnya yang disetujui oleh Kav.
"Stupid" sinis Lynne ketika mendengar ucapan Jen. Sedangkan El hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas. Kenapa dua sahabatnya ini malah senang mendapatkan skors?!.
Perhatian perhatian!!!
Panggilan kepada Lynne Laquitta, Kavitta Luisa, Elvetta Feodora, dan Jeanne Sharletta agar segera menghadap ke ruangan kepala sekolah.
Sekali lagi panggilan kepada Lynne Laquitta, Kavitta Luisa, Elvetta Feodora, dan Jeanne Sharletta agar segera menghadap ke ruangan kepala sekolah.
Terimakasih.
"Ayo" ajak Lynne ketika mendengar panggilan tersebut.
Sepanjang koridor menuju ruangan kepala sekolah Lynne dkk tentu saja menjadi topik panas seantero VHS karena perbuatan mereka di kantin tadi saat istirahat. Bisikan - bisikan terdengar membicarakan keempatnya ketika mereka melewati koridor yang masih terdapat banyak siswa sebab bel masuk belum terdengar.
"Tuh kan mereka dipanggil kepsek"
__ADS_1
"Lagian berani banget so so an ngelawan Sherly dkk, rasain tuh akibatnya"
"Tapi mereka keren, ga ada yang berani sama Sherly dkk selain mereka sejauh ini"
"Paling mereka di skors"
"Ga mungkin cuma di skors, Sherly kan orang tua nya berkuasa mereka pasti di drop out dari sekolah"
Begitulah bisikan yang dibicarakan oleh murid murid sepanjang koridor dan tentunya di dengar jelas oleh Lynne dkk. Jen menghentikan langkahnya menatap tajam para murid tersebut agar berhenti menggosipkan dirinya dan ketiga sahabatnya.
"Kalo mau bicarain gue dan tiga sahabat gue, sini!" tentu saja nada bicara datar namun tajam yang diucapkannya membuat semua orang tertunduk tak berani.
"Sial, padahal jaraknya jauh tapi kenapa dia bisa tau apa yang kita omongin?" batin salah satu siswi ketakutan.
"Cih, dasar sampah!" tekan Jen. Melihat semuanya hanya tertunduk tanpa keberanian membuat Jen yang sempat berhenti tadi kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan kepala sekolah.
...----------------...
Begitu sampai tanpa sopan santun Lynne pun langsung membuka pintu dengan kencang mengejutkan orang - orang yang berada di dalam nya. Ternyata didalam ruangan tersebut sudah hadir dua orang paruh baya yang tak lain adalah orang tua Devana.
Rendy yang melihat apa perbuatan Lynne hanya memandang datar dan dengan tenang berkata
"Ketuk pintu dulu! Tidak sopan!"
"Dimana sopan santun kalian hah masuk tanpa permisi dan membuka pintu dengan kencang seperti itu?" ucap guru BK dengan marah.
"Ada apa" tanya Lynne to the point.
"Silahkan duduk, kami memanggil kalian berempat karena sebuah laporan. Katanya salah satu dari kalian membuat seorang murid masuk rumah sakit karena terluka parah, apakah itu benar?" tanya Rendy menjelaskan.
"Benar" jawab Lynne membenarkan. Sedangkan Kav, El dan Jen hanya diam dengan wajah datar, mata nya menatap tanpa minat.
Mendengar jawab dari Lynne pun lantas membuat ibu dari Devana berteriak marah.
"Dasar perempuan gila. Anakku masuk rumah sakit gara gara kalian! Kalian harus bertanggung jawab".
"Berisik! Kita ga tuli" ucap El dengan dingin.
"Apa kamu bilang?!"
"Beneran tuli" balas El yang tentu saja perkataannya ini menambah kemarahan Ny. Parl.
"Dasar - " ucapan Ny. Parl itu pun harus terpotong karena intrupsi dari Rendy sang Kepala Sekolah.
"Tolong Ibu, tenang sebentar. Dan kalian lenapa kalian melakukan itu?"
Dengan tenang tanpa ekspresi Kav pun menjawab "Mereka ganggu!".
"APA?!" teriak Ny. Parl penuh amarah.
"Kalian harus mengganti rugi atas kerugian yang dialami oleh anak tunggal saya! Ucap Tn. Parl penuh penekanan.
"Kalo kami gamau?" tanya Lynne menantang.
"Kalo kalian gamau maka ... "
...****************...
__ADS_1