She Is Lynne

She Is Lynne
Diperhatikan


__ADS_3

Ditempat penonton Kalu dan Jesha hanya memandang datar, sebab mereka tau bahwa kedua sahabatnya itu masih unggul bahkan setelah bertahun tahun berhenti. Sampai garis finish pun sudah terlihat di depan, para penonton mulai ramai siapa yang akan menjadi juara pertama? Apakah setelah lama tidak muncul Lylac masih menempati tempat pertama diikuti Elfe sebagai Runner up, atau justru lawannya yang jadi pemenang?


Dari kejauhan terlihat motor milik Lylac memimpin, menuju garis finish. Diikuti oleh motor Elfe tak jauh dari belakang nya, Kalu dan Jesha tersenyum miring. Lihat! Bahkan setelah vakum cukup lama kedua sahabatnya itu masih menjadi yang teratas. Mereka tetaplah Penguasa Arena! Belum ada yang bisa mengalahkannya sejauh ini dan mungkin tidak akan ada.


SWOOOSH!


Motor Lylac menjadi yang pertama sampai di garis finish, tak selang beberapa detik motor Elfe pun menyusul melewati garis finish, sorak dari penonton terdengar sangat ramai. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bisa kembali menyaksikan Lylac dkk di arena.


Melihat hasil pertandingan yang tentu saja sesuai prediksi Kalu dan Jesha pun langsung menghampiri kedua sahabatnya yang di garis finish. Dan tentunya mereka melihat wajah tak menyenangkan dari lawannya yang kalah telak, tatapan penuh kekesalan itu di arahkan kepada Lylac.


"Sial, harusnya dia kalah!" begitulah batin salah satu lawan nya.


Namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh Lylac, ia hanya memandang datar tanpa ekspresi. Tidak ada raut senang karena telah memenangkan pertandingan ini. Dirinya tau bahwa dia tidak akan bisa dikalahkan walaupun sempat berhenti beberapa tahun terakhir ini.


...----------------...


Disisi lain arena, terdapat sekelompok orang yang memperhatikan Lylac dkk sejak mereka datang serta ikut menyaksikan pertandingan balapan tersebut, hanya memandang lurus membuat orang yang melihatnya tidak bisa mengetahui apa yang sedang mereka pikirkan.


Lylac yang merasa diperhatikan pun mengalihkan pandangannya mencari sumber mata mana yang menatap ke arahnya dan tiga sahabat nya. Tepat setelah Lylac menengokkan kepalanya menatap ke arah Barat Daya arena pertandingan dia langsung bersitatap dengan sepasang mata tajam. Mata itu melihat nya dengan dalam, membuat dirinya hampir tenggelam dalam tatapan itu sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya karena sebuah tepukan di pundaknya.


Sambil menggelengkan kepalanya Kalu pun berucap "just ignore them"


"Hm" balas nya. Tak mengherankan ketika Kalu berucap seperti itu. Sebab ia tau bahwa tiga sahabatnya juga pasti menyadari bahwa mereka sedang diperhatikan sedari tadi oleh sekelompok orang tersebut. Namun mereka hanya diam selama orang - orang tersebut tidak mengganggu. Dan tentunya mereka tau bahwa orang - orang itu bukanlah orang biasa.

__ADS_1


"Ayo pulang" ajak Jesha sambil memandang datar kearah para sabahat nya. Karena ia merasa bahwa untuk malam ini lebih baik mereka pulang. Dan tentunya tatapan datar itu mengandung arti yang disadari oleh Lylac, Kalu dan Elfe.


Tanpa menunda nunda mereka berempat pun langsung menaiki motor mereka kembali dan pergi meninggalkan arena balap. Tentunya kepergian mereka itu masih diperhatikan oleh sekelompok orang tadi.


Setelah menempuh perjalanan dengan waktu yang sangat singkat, Lylac a.k.a Lynne pun akhirnya sampai di mansion mewah milik keluarga nya. Diikuti oleh motor Kalu a.k.a Kav, Elfe atau El, dan Jesha atau Jen, malam ini mereka akan menginap dimansion Lynne.


Begitu membuka pintu terlihat lah ruang tamu dengan desain rumah yang begitu mewah namun sangat sunyi. Entah itu karena sudah tengah malam atau memang para penghuni mansion nya sedang tidak ada.


"Kalian liat mereka kan?" tanya Jen begitu masuk ke kamar Lynne sambil merebahkan tubuhnya.


"Mereka yang diarah Barat Daya perhatiin kita?" tanya El.


"Ya"


"Mungkin mereka cuma penonton" ucap Kav mencoba berpikir positif.


"Lo ga bodoh, Kav." balas Jen dengan datar. Mendengar nada yang mulai dingin tersebut membuat Kav memutar bola mata malas.


"Ck. Udahlah biarin aja, lagian mereka ga berbuat sesuatu yang mencurigakan atau merugikan kita!" ketus Kav. Lynne yang sedari tadi hanya diam memperhatikan perdebatan sahabatnya itu dengan tatapan datar. Kemudian tanpa sepatah kata langsung melangkah kakinya untuk bersih bersih kemudian bersiap tidur.


Begitu selesai membersihkan diri Lynne melihat ketiga sahabatnya masih dengan pakaian dan posisi yang sama.


"Ganti baju. Tidur" ucap Lynne dingin. Segera Kav, El dan Jen pun langsung melangkahkan kaki nya memasuki kamar mandi dan walk in closet untuk bersih bersih dan mengganti pakaian.

__ADS_1


Setelah mereka berempat selesai membersihkan diri, mereka pun langsung mengistirahatkan tubuh masing masing ke atas kasur.


Sebelum mematikan lampu Lynne berucap "Mereka bukan orang biasa. Gue rasa kalian pun ngerasain itu, nanti kita akan ke arena lagi. Kalo orang orang itu ada disana memperhatikan kita lagi maka kita harus cari tau siapa mereka".


Mereka yang mendengar penjelasan Lynne itu hanya menganggukkan kepala singkat dan memejamkan mata bersiap tidur. Sedangkan Lynne hanya diam memandang ke atas atap kamar nya sambil berpikir.


Sebenarnya siapa orang orang itu? Kenapa mereka terus memperhatikan dirinya dan tiga sahabatnya? Sial. Dia tak terlalu jelas melihat wajah mereka dikarenakan jarak yang cukup jauh dan pencahayaan yang kurang. Tapi satu yang dia ingat jelas, sepasang mata yang bertatapan langsung dengan nya. Mata yang berwarna hitam pekat disertai tatapan nya yang tajam, tatapan yang hampir menenggelamkan nya jika saja Kav tidak menepuk pundaknya tadi. Ditambah kepala mereka yang ditutupi oleh topi membuat wajah mereka semakin tidak terlihat.


Lynne pun akhirnya hanya bisa menghela nafas, memikirkan siapa orang orang itu. Apakah harus ia cari tahu atau tidak? Mungkin akan ia cari tau saja nanti.


...----------------...


Sementara itu, di sebuah tempat tertutup telah berkumpul beberapa orang. Mereka adalah orang orang yang memperhatikan Lynne dkk di arena balap tadi. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang tentunya berkaitan dengan 4 Penguasa Arena.


"Mereka akhirnya turun lagi setelah beberapa tahun terakhir ini bersembunyi" ucap salah satu dari mereka.


"Kira - kira dia ngerencanain apa?" tanya yang lainnya.


"Lo mau kita bergerak ga, Cyrus?" tanya salah satu yang lainnya sambil menatap seseorang yang dipanggil 'Cyrus' itu.


"Pantau terus dari jauh!" jawab seseorang yang dipanggil 'Cyrus' itu dingin. Matanya menatap datar kedepan, entah apa yang ada di pikirannya namun sesaat kemudian ia memikirkan kejadian tadi ketika ia bertatapan langsung dengan Lynne, mengingat kejadian tadi ia pun tersenyum miring tanpa ada yang menyadarinya. Mata berwarna abu abu itu masih mata yang sama yang menatapnya dulu. Mata abu abu yang dingin.


Kira - kira apakah yang sedang dibicarakan oleh mereka? Siapa sebenarnya orang orang ini? Apa kaitan nya dengan 4 Penguasa Arena? Apakah mereka memiliki suatu hubungan? Dan juga siapa orang yang panggil 'Cyrus' itu? Dan ada hubungan apa ia dengan Lynne?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2