
Sementara dengan keadaan Ian, ia tengah sibuk mencari referensi bisnis sekaligus belajar beberapa mata pelajaran. Tak seperti teman temannya yang masih bisa ber santai santai, Ian harus menanggung beban menjadi pewaris perusahaan ayahnya, belum lagi ia ditekan oleh ayahnya untuk menjadi sempurna
Entah sengaja atau kebetulan, matanya menangkap sosok yang tak asing baginya. ya, itu adalah Gaeun Lee anggota SG atau Savage Girl yang terlihat sedang mengerjakan sesuatu.
"Yaelah, mau belajar disini tapi ada dia" gumamnya
"Ah masa bodo, gue gak ada masalah sama dia"
Menyadari adanya penghuni lain di perpustakaan itu, Gaeun lantas menoleh pada seseorang yaitu Ian.
Pov Gaeun : Rajin juga dia ternyata.... gue pikir kagak, hadeuh salah sangka gua
Ian duduk di kursi yang cukup dekat dengan Gaeun karena tak ada pilihan lain, kursi yang lain sedang dipakai oleh kelas lain. Saat Ian hendak mencatat, sebuah kesialan datang padanya... tinta pulpen nya habis.
"Et dah, ni pulpen kagak kerja sama amat"
Ian menoleh pada Gaeun yang sedang belajar sambil asik mendengarkan musik favoritnya.
"Ya kali gue pinjem ama dia, lagian yang laen pada kemana si? " tanyanya
"Ah sial, terpaksa mumpung otak gue lagi encer gue harus ngilangin gengsi" Ian berdiri dari kursinya dan berjalan menuju Gaeun.
"Eh" panggil Ian
"Hm? " tanya Gaeun menaikkan alis sambil melepas headset yang ia pakai dari tadi
"boleh pinjem pulpen lu nggak? "
Gaeun menghela nafas dan mengambil pulpen hitam tutup ungu dengan tulisan " I and U " lalu menyerahkan nya pada Ian.
"Pinjem dulu ya, makasih"
"Ya"
Baru saja Ian hendak pergi tapi badanya berbalik pada Gaeun hingga membuat Gaeun nampak kebingungan.
"Oh ya, btw itu yang ngunciin lo ama sahabat sahabat lo kemaren itu geng gue"
"Udah tau"
__ADS_1
"..... Maaf"
"Gak usah minta maaf kalo semuanya belum berakhir" Gaeun segera membereskan barang barang nya dan pergi keluar perpustakaan menuju kelas.
Sementara Ian, dia hanya menatap Gaeun yang perlahan lahan menjauh darinya, kemudian ia menatap pulpen yang Gaeun pinjam kan tadi.
"Iya juga ya, ngapain gua minta maaf? ah tau dah, gue nya lagi nge bug kali"
sementara di kelas, Gaeun tampak termenung memikir kan permintaan maaf Ian. Ia heran, karna dari yang dia dengar seorang anggota S Boys itu tak akan pernah mudah minta maaf.
Pov Gaeun : Hah...... pusing pala gue rasanya
Tiba tiba..... Brak! Sara mendobrak pintu dengan menunjukkan senyum tanda kepuasan.
"Samlekom! Sara yang cantek datang guys!! " teriak Sara dari pintu yang barusan ia dobrak.
"Et dah Sar, berisik tau ga? " tanya Hari
"Bodoamat, emang gue peduli? "
"Eh, itu Gaeun kenapa? " pertanyaan Heewon berhasil membuat Hari tidak jadi mengeluarkan kata kata mutiara nya.
"Gak tau, samperin kuy" ajak Hari
"Eh, lu kenapa Gaeun? Sakit? " tanya Hari memulai pembicaraan
"Hah? e-enggak kok, cuma-" Jawaban Gaeun dipotong secepat kilat oleh Sara
"Cuma apa? " Sekarang giliran Sara yang bertanya
"Ya ampun Sara...... Orang lagi mau ngomong elo lagi pake potong, emang potong kue apa? kalo gitu mah gue juga mau" omel Heewon
"Bodoamat"
"Yeee, gue ceburin juga lu ke got depan sekolah"
"ya kalo gitu gue ceburin elu ke sungai, entah sungai apa pokoknya sungai"
"sungai nya darimana bogeng"
__ADS_1
"Ya gue cari lah"
"Tau dah" Heewon hanya pasrah karena tidak ada gunanya juga bila Ia berdebat dengan Sara
"Coy" panggil Hari
"Apa? " tanya duo kang debat
"Busettt, kompak amat"
"Cepetan goblok" ucap Sara
"Em.... enggak jadi deh"
"Fucek lu" Sara mengejek Hari
"Bacot"
Bersambung......
**Mohon maaf kalau ada kesalahan dan kesamaan dalam cerita ini
*Maaf author telat up
bantu dukung trus cerita ini ya! bantu like, vote, favorit sama Share!
٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ**
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.