
Heewon menatap laki-laki berambut pirang itu dengan kaget, tak percaya kalau keluarga nya yang membuat festival ini.
" Serius lo? " tanya Heewon tak percaya
" Dih kagak percayaan, orang tua gue bikin buat orang-orang disini " Jwab Leon sembari menatap Heewon
~ Heewon Pov ~
" Owh... "
" Yaudah kuy lah masuk " Leon menarik tangan ku dan mengajak ku masuk ke festival itu.
Aku menatap festival itu dengan kagum. Bukan nya apa apa ya! Tapi karena dekorasi nya, orang-orang disini ramah dan baik, band yang menampilkan lagu pun sangat hebat.
Ya aku memang penggemar musik, aku akui itu.
Dan nampaknya Leon juga sesama penggemar musik sepertiku, dia lebih menikmati musik nya daripada makanan nya.
Kemudian mata ku tertuju pada satu Stan makanan manis, aku juga sangat menyukai makanan manis. Dan mungkin aku mau Milkshake dengan banyak topping dan permen kapas.
" Leon.... " panggil ku
Leon menoleh pada ku dan seolah mengatakan ' Ada apa? '
Aku kemudian menunjuk Stan makanan itu.
" Ke sana yuk "
Leon kemudian menggenggam tangan erat dan menarik ku ( Lagi ) ke Stan yang aku inginkan.
" Mau beli apa? " Tanya Leon
" Mau permen kapas sama Milkshake cokelat "
" Hmm, Yaudah pesen sana "
" Lu gak mesen? "
" Mesen kok, mesen jus jeruk "
" Oh, Yaudah gue sekalian pesenin yak "
" Iyain biar seneng "
" Ihh! " Leon terkekeh.
Aku pun dengan kesal pergi ke kasir dan memesan pesanan ku dan Leon, lalu menghampiri Leon yang duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh Stan tersebut.
" Makasih ya " ucap ku
" Sama sama, btw itu kenapa temen Lo Gaeun nangis gegara bando nya dipatahin Inae? " tanya Leon penasaran
Aku pun terdiam dan menunduk, rasanya seperti..bagaimana gitu. Sulit rasanya untuk mengekspresikan nya.
Leon yang menyadari hal itu, diam juga.
" Ak- "
Belum selesai ucapan ku, Leon sudah memotong ucapan ku. Bangsat emang.
" Gk usah cerita klo berat " Leon mengalihkan perhatian nya ke arah band yang sedang menampilkan lagu.
Aku pun hanya mengangguk.
" Eh btw, Leon "
__ADS_1
Leon menoleh ke arah ku.
" Kenapa? " tanya nya.
" Kok elu baek si? Kan kita aja waktu itu bales jailin elu sama geng lu "
" Oh, itu " Leon mengaduk jus nya.
Menghela nafas.
" Jadi, pas kita lagi di Basecamp kan kita kesel tuh sama kalian gara gara masukin Bon cabe ke makanan kita "
" Tapi pas dipikirin lagi kan udh impas juga si "
" Contoh nya si Hari bikin Kanglim hampir jatoh, si Kanglim nyiram Hari pake air "
" Trus kita ngunciin elo ber empat di kamar, elo bertiga bales masukin Bon Cabe ke makanan kita "
~ Penulis Pov ~
" Ohh gitu " ujar Heewon, ia mengerti sekarang.
......Mari kita lihat keadaan Gaeun dan Ian......
Gaeun berhenti di salah satu pohon di padang rumput yang sepi nan tenang, ia menangis dan terduduk memikirkan bando tersebut.
Ian yang sedari tadi mengejar Gaeun duduk di samping nya, lantas membuat Gaeun kaget dan bingung kenapa Ian mau mengikuti nya sampai sini?
" Elo gapapa? " tanya Ian memulai percakapan
" I-Iya... gue gpp " Jawab Gaeun
Ian kemudian menoleh pada Gaeun, lalu menyerahkan sekotak pulpen.
" Nih, buat lu "
" Gantiin pulpen elu, gue suka pulpennya, jadi ini gue ganti "
Gaeun hanya menatap kotak berisi pulpen dengan mereka terkenal dan mahal.
" E-Enggak ngerepotin? " Gaeun masih khawatir.
Ian hanya menggeleng geleng kan kepalanya.
" Makasih " Gaeun mengambil kotak pulpen tersebut dan memerhatikan nya.
Ia tersenyum, iya tersenyum.
" Nah gitu, jangan nangis, kalo nangis elo jadi jelek " ledek Ian
" A-Apaan si! "
Ian tertawa lepas, se perdetik kemudian ia bangkit dan menarik tangan Gaeun seolah mengatakan ' Bangun '.
Gaeun bangun dan menatap Ian.
" Ayo, gue beliin eskrim "
Ian mengajak Gaeun ke Cafe di taman tersebut. Gaeun duduk dan melepas jaketnya.
" Makasih " ucapnya.
" Sama sama " Balas Ian.
~ Gaeun Pov ~
__ADS_1
Pesanan kami telah datang dan kami mulai memakannya, tetapi sebelum itu aku meminta Ian untuk meng foto ku untuk di kirim ke orangtua ku agar mereka tenang kalau aku aman.
Ian mengangguk dan menyanggupi keinginan ku. Ia mengambil ponsel nya dan memotret ku.
...BONUS ! Hasil foto👇...
" Beuh, gua cantik bet njir " aku memuji diriku sendiri.
" Serah lo, ni gua kirim "
Gaeun menatap Ian dengan ekspresi bingung.
" Emang elo punya nomer gue? " tanya Gaeun dengan KEPOLOSANNYA
" Punya, mang ngapa? " jawab Ian santai.
Tapi, tangannya berkata lain.
" Buset, dapet darimana lo? keknya gue gak pernah kasih nomer gue ke elo "
" Dari G**gle "
Gaeun yang mendengar nya hanya mengeluarkan keringat dingin.
" Ya nggak punyalah bego! lu ini bodoh ato gimana si!? "
Ian stres dengan pertanyaan Gaeun. Bagaimana bisa seorang siswi teladan dan selalu langganan Olimpiade seperti dirinya ( Dipaksa ) bisa bertanya seperti itu?
" Ya jangan marah marah ogeb, sini handphone lu "
Ian menyerahkan ponselnya.
Gaeun pun mengambil ponsel tersebut dan mengetik nomor nya dan menyimpannya di Kontak.
" Nih udah " Gaeun mengembalikan ponsel tersebut kepada pemiliknya.
Ian pun lantas mengambil ponsel nya dan mengirim foto tersebut ke Gaeun.
" Tuh udah dikirim "
" Okay thanks "
" Ya "
Singkat, padat dan jelas checkk /batin Gaeun
" Yaudah tuh makan es krim nya, entar keburu cair "
" Eh iya kelupaan gua " Ian pun langsung memakan es krim itu.
" Hilih " ledek Gaeun lalu memakan es krim nya.
...Bersambung...
Maafkan kalo ada kesalahan dan kesamaan, maaf kalo ada typo juga.
Tidak bermaksud plagiat ya!
No copy, no plagiat, Terinspirasi? credit! /IB! contoh? baca chap 16
Terimakasih telah membaca jangan lupa like dan komen.
٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ
__ADS_1
INFO! KALO KOMEN NYA GAK NYAMPE 3/4 AUTHOR UP EPS BULAN DEPAN!
Sekian