Shinbi House Love Story

Shinbi House Love Story
Chapter 16


__ADS_3

" Ups~ terlambat~ " Inae mematahkan bando itu menjadi dua.


Liquid bening jatuh dari mata Gaeun, ia menangis karna tidak bisa menjaga bando kesayangan dan pemberian kakaknya.


Sementara Hari hanya terdiam menunduk, melihat bando indah yang sudah menjadi dua itu. Tanpa aba aba dan tanpa ketakutan sekalipun Hari langsung mencekik Inae dengan kemarahan yang sudah memuncak atau lebih tepatnya.....sudah melewati batas.


Hari memang orang yang berani membalas siapapun yang menganggu dan membuat sahabatnya sedih, bahkan ia tak segan membunuh nya dengan mencekik lehernya dan membuat nya susah nafas.


Sara? oh jangan ditanya, sementara Hari mencekik Inae. Sara memberi bogem mentah pada wajah nya dengan kemarahan yang juga memuncak.


Sementara Heewon, dia sedang menenangkan dan menghibur Gaeun. Inilah tugasnya jika ada yang sedang bersedih sementara yang lain bertarung.


" HEH HEH CUKUP! " Teriak seorang laki-laki memakai jaket bahan hitam.


Hari dan Sara lantas menoleh dan mendapati para S Boys yang kebetulan juga sedang berada. Hari dan Sara saling bertatapan mata dan menyeringai atau biasa disebut smirk.


Hari menjatuhkan Inae dari cekikan nya, itu belum seberapa. Jika lebih parah lagi maka ia dipastikan akan masuk rumah sakit dan yang lebih para lagi, MATI.


Inae menatap para S Boys dengan tatapan sendu. Dia melakukan sandiwara supaya S Boys menyalahkan SG, selain itu dia juga menyukai Kanglim


" Kanglim..tolong " ucap Inae kesusahan bernapas.


Inae mengharapkan bahwa Kanglim akan menggendong nya secara bridal style dan mengantarnya ke rumahnya.


Namun, nampaknya Kanglim tidak memedulikan Inae. Ia lebih memilih mendekati Hari, begitu pula Hyunwoo.


Gaeun yang malu kemudian berlari ke arah lain, Heewon kaget dan Ian lantas mengejar Gaeun.


" Gaeun! " panggil Heewon, mencoba menghentikan Gaeun yang semakin menjauh.


Akan tetapi gagal, tangannya justru di tahan oleh Leon.


" Apa apaan Lo!? " bentak Heewon


" Biarin aja, gapapa dia bakal fine " Leon menarik tangan Heewon ke tempat lain meskipun Heewon memberontak.


" Maksud Lo apa!? kalau sahabat Lo begitu Lo biarin juga!? "

__ADS_1


" Nggak gitu "


" Terus apa!? gue mesti harus ada di sisi dia! "


Leon menghela nafas dan mendekatkan wajahnya ke wajah Heewon. Hanya beberapa centi saja yang terlewat maka dipastikan mereka berciuman.


Heewon sedikit menjauhkan wajahnya.


" Heewon, Dengerin gue. Sahabat Lo itu gak selama nya harus ditemenin "


" Terkadang, dia butuh waktu sendiri dan merenungkan kesedihan dan masalah nya " sambung Leon


" Meskipun dia mau curhat sama elo, tapi tetep aja pasti masih ada rahasia yang dia nggak dia ceritain "


" Kenapa? karena dia nggak mau ngebebanin sahabatnya dan lebih memilih menyembunyikan kesedihannya "


" Paham? " Leon mengakhiri nasihatnya.


Heewon terdiam mendengar nasihat Leon.


' Iya juga ya, kenapa gue gak sadar? huh, gue bener bener sahabat yang buruk ' batin Heewon


" Oh iya, jangan terlalu menyalahkan diri lu sendiri. itu bukan salah Lo atau dia, bukan salah siapa siapa "


" Iya....makasih " Heewon mengangkat kepalanya.


Leon tersenyum.


" Ayok, gue ajak Lo jalan jalan "


" Tapi yang lain gimana? "


" Gapapa, kan ada mereka "


Heewon mengangguk paham dan membirkan tangannya ditarik Leon menuju ke suatu tempat.


Kini mari kita beralih ke keadaan Hari,Sara,Kanglim , Hyunwoo dan Inae.

__ADS_1


Inae menatap Kanglim, Kanglim mengindari tatapan Inae. Membuat Hari lagi lagi menunjukkan smirknya.


" Pergi Lo dari sini " Perintah Kanglim


" A-Aku gak bisa bangun " balas Inae.


' Idih, najis bet sok pake bahasa sopan ' batin Hari


Kanglim menghela nafas, dan menatap Inae dengan tatapan yang dingin dan menyeramkan.


" Lo mau pergi atau gue yang lempar Lo? "


Inae mendengus kesal dan berlalu dari situ.


Hyunwoo menarik Sara menjauhi Kanglim dan Hari yang sedang bertatapan mata yang bisa membuat siapapun merinding.


" Kenapa Lo cekik dia? " Kanglim memulai pembicaraan.


" Kenapa? karena dia udah matahin bando kesayangan sahabat gue " jawab Hari santai


" Cuma gara gara bando patah doang?kan bisa beli lagi goblok, cuma loh! Lo sampe bikin anak orang pen mati " Kanglim memijat pelipisnya.


" CUMA LO BILANG? "


BERSAMBUNG......


* Maafkan Author kalau ada kesalahan dan kesamaan dalam cerita ini


* Full imajinasi Author dan bukan plagiat.


* Terinspirasi? credits! atau IB juga boleh


Contoh : Inspiration By : (Nama cerita), (Nama Author)


* Like,komen dan favorit, share juga kalau bisa


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA 🙏

__ADS_1


__ADS_2