Shinbi House Love Story

Shinbi House Love Story
Chapter 19 [ TRM III ]


__ADS_3

You must step back- Eh lah kok jadi lagunya Step Back GOT the beat SM Ent ya? 😂😂


Maafkeun ges, Author suka banget sama lagunya. Oke langsung cuss! Btw ini episode spesial karena bakal lebih dari 1000 kata dan di fokusin sama momen momen romantis yang gak di sengaja gais.


Sebenernya Author tuh sedih karna gk banyak yang komen. Tapi liat pembacanya naik drastis ya udah deh demi reader Author siap ngelanjutin cerita ini sampe tamat.


Tapi ya, kalo baca komen dong kek. Kalo mo request juga boleh, kayak dari @Lina Lina


Btw makasih ya request nya, kebetulan otak Author lagi berantakan banget karna banyak beban :')


PTS, Tugas numpuk, PTM, belom lagi Author banyak story yang lagi mau di lanjutin tapi lg di pikirin alurnya sampe bener bener mateng gitu.


Jadi para pembaca jangan pelit komen, Author paling enggak butuh komen :( Author udh gak minta Like sama Favorit lagi kok.


Oke sekian penjelasan ayo kita ke storynya


••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••°°••


~ Hari Pov ~


Tik! tik! ( suara gerimis )


Hujan mulai turun dan membasahi area sekitar rumah sakit, aku yang baru saja di gigit ular berbisa hanya menatap nya dengan pandangan kosong.


Tak lama tangan ku bergerak mengambil benda pipih di atas nakas dan menelfon sahabat shabat ku.


Berdering......


" Annyeong "


" Hari lu ada dimana!? " teriak Sara


Barusan Hari bilang annyeong berharap kalau diangkat dengan tenang. Tapi pupus sudah harapannya.


" Jangan berisik, gua lagi di Rumah sakit "


" HAH!? " Teriak ketiga sahabat ku itu.


" K-kok bisa!? " Heewon terdengar panik


" Mending lu ke rumah sakit deh, lebih enak cerita nya "


" Kok bisa si lu sesantai ini Ri!? " Tanya Sara panik


" Halah, Gaeun aja biasa aja pas jatoh dari mall lantai tiga "


" Heh, sakit tau, mana waktu itu gua juga pernah keseret arus sungai lagi " Gaeun berdecak sebal


" Iyain dah, alamat nya entar gua sherlock di GC entar "


" Jangan lama lama! " teriak Duo kang debat


" Iya iya "


Setelah menelfon aku pun membuka group chat dan memberi alamat rumah sakit, langsung saja.


| SAVAGE GIRLS |


Hari


Nih guys alamatnya


> Alamat rumah sakit


//read


Chat End


" Syaland cuma di read_- "


Hari meletakan ponselnya saat pintu terbuka dan memperlihatkan seorang remaja laki-laki yang membawa sebuah kantong kresek bertuliskan ' KFC '


' Njim KFC ' /batin Hari


" Heh, setan pink nih buat lo " Kanglim menyodorkan kantong kresek tersebut.


" Tumben lo Setan maling ijo " Hari membalas ledekan Kanglim.


" Tck- mau nggak? "


" Ya mau lah, makasih "


Hari barusan mau mengambil tetapi Kanglim langsung mengangkat kantong kresek tersebut ke atas sehingga Hari tidak bisa menggapainya. Toh, mereka hanya beda 7 centi saja.


" Woy setan maling ijo! ikhlas gak si lo!? " Hari kesal dan masih berusaha-


Mengambil makanan tersebut.


Kanglim hanya tertawa lepas sampai sampai perawat yang baru masuk untuk memberikan obat untuk Hari pingsan melihat-


Vibes nya Kanglim, auranya mempesona, sifatnya yang dingin tapi jail kadang narsis, visualnya yang gak main main


Ck ck ck, siapa si yang gak tertarik? namun nyatanya Hari Koo dan ketiga sahabat nya sama sekali tidak tertarik dan tidak terpesona dengan dia.


Kanglim juga sampai mikir keras.


Tiba-tiba,


Tok! tok! tok


Pintu kamar rumah sakit terbuka lebar dan memperlihatkan ketiga sahabat Hari dan shabat nya Kanglim.


" Hariiiii!! lu gak papa!?kok bisa begini!? " Heewon panik sambil memeluk Hari erat.


Paniknya level 345


' Ya Tuhan apa salah hamba? ' /batin Hari.


" Heh! lo apain sahabat gue!? " Sara menunjuk Kanglim


Kanglim hanya merinding bukan karena suhu ruangan atau Sara, tapi merasakan adanya aura hitam dan harus darah dari....


GAEUN LEE

__ADS_1


" Gua gak apa apain, tanya aja ama dia, heh lu pada keluar kuy "


Kanglim mengajak para sahabat nya dan ketiga sahabat nya hanya mengiyakannya dan mengikuti Kanglim keluar ruangan.


Oh ya jangan lupakan ayam KFC yang dia taro di atas nakas.


BLAM!


Hening sesaat.....


.


.


.


.


.


" Ri " panggil Gaeun


Suasana begitu mencekam, aura hitam muncul dari belakang Gaeun. Tatapan mengerikan yang tak dapat di artikan, suara yang pelan namun sangat menyeramkan.


Jujur saja, Hari sampai merinding dan mengeluarkan keringat dingin saking takutnya. Oh apa kabar dengan Heewon dan Sara? Wow-


mereka mah..... si Sara ikut merinding cuma pura pura minum, si Heewon ngambil hape pura pura fokus.


' Ged, sepertinya umurku sudah tidak lama lagi ╥﹏╥ ' /batin Hari


~ Hari Pov ~


" Jujur sama gue, lu di apain ama tu anak? " tanya Gaeun natep gue tajem


plis lah ya, siapapun tulung bawa saia kabur dari sini. plisss lah :(


Jujur gue takut banget kalo si Gaeun udah mode marah alias mode dead (#×_×)


" G-Gak di apa apain kok " jawab gue merinding


Gaeun malah makin natep gue tajem, auto batin gua panik sepanik panik nya. Plis Gaeun jangan kek gtu :'(


" Betulan? "


" Iya "


" Ceritain kenapa elu bisa masuk rumah sakit ini "


.


Okelah gue ceritain se teliti teliti nya sampe detail detail nya


~ Penulis Pov ~


Flashback


" Ikut gua deh mending " ajak Kanglim


Seketika otak Hari sedang bekerja mencerna kalimat Kanglim yang berisi 4 kata itu.


" Kemana? " tanya Hari


" Ikut aja, ayo " Kanglim menarik tangan Hari menuju mobilnya. Asek pamer-


Hari gak kaget atau terbelalak melihat kemewahan dan keindahan mobil Kanglim. Ya karna dia sendiri udh terbiasa naik mobil mewah eyy.


Biar ku jelaskan, warna mobil Kanglim itu berwarna hitam. warna dalam interiornya nya itu warna coklat tua. Cukup cocok si sebenarnya


" Mau kemana si!? "


" Bacot, cepetan naek! "


" Lu mau nyulik gue!? "


" Enggak ogeb! "


" Terus mau lo bawa kemana gue!? "


Kanglim lagi lagi menghela nafas panjang, pusing dengan gadis remaja di hadapan nya ini. Tak heran kalau banyak rumor kalau Hari Koo itu suka berburuk sangka kepada orang.


" Udah naik dulu "


" Enggak! "


" Gua laporin ke sahabat lu kalau tadi lu makan permen kapas kecil diem diem pas yang lain foto berdua "


Hari terdiam dan Menyerngit.


" Tau darimana lu? "


" Gua kan lewat sono, udah cepet naik "


Hari mengiyakan permintaan Kanglim, bukan nya apa apa. Tapi ia takut di laporkan ke ibu nya kalau dia makan permen kapas, padahal dia sedang dilarang untuk seminggu.


Namun nampaknya Hari tak menghiraukan larangan ibunya, baginya itu tanpa permen sehari itu kayak kosong dan kelupaan sesuatu.


..." No permen no life "...


Itulah pengakuan dari sang gadis pemenang lomba taekwondo perempuan.


Hari naik ke mobil Kanglim dengan tenang, lalu Kanglim menjalan kan mobil nya ke suatu tempat.


Sembari menunggu, Hari menyetel lagu Treasure ' DARARI '


Menurut pendapat Hari ( Aslinya si Author )


Lagu ini punya musik yang tenang dan easy listening gitu, terus suara para member Treasure juga bagus banget.


Pokok nya nambah kesan santai, easy listening dan tenang.


10 menit berlalu untuk menghabiskan waktu perjalanan menuju suatu kawasan wilayah hutan. memang ada jalan dan taman nya, tetap saja aneh menurut Koo Hari.


" Turun " ujar Kanglim setelah memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Hari menuruti Kanglim dan turun, mata nya mengagumi setiap keindahan wilayah ini.


Baru saja Hari mengambil ponsel untuk selfie, Kanglim langsung merebutnya.


" Woy! apa apaan si lo! " teriak sang empu yang tak Terima ponsel nya di rebut.


" Sini gue fotoin " balas Kanglim


" Oalah, bilang kek! "


" Yaudah cepetan! mo foto di mana ogeb!? "


" Dih ngegas! noh di sana aja! "


Hari menunjuk salah satu kursi taman. Kanglim Menyerngit


" Lu mau foto duduk? "


" Enggak, gini loh~ "


Hari menjelaskan maksudnya pada Kanglim, seperkian detik kemudian ia mengerti.


" Ooo, yaudah cepetan "


" Oke "


Hari mulai berpose, salah satu gambar foto membuat mata nya berbinar seakan pede kalau dia cantik.


Bonus Foto :



" Cakep juga kalo lu yang foto nyet "


" Gue bukan monyet njing "


" Ya gue bukan @njing! "


" Bangsat, cepetan ikut gue "


" Lu lama lama tingkah nya bikin kek pen nyulik gue tau ga! "


" Bodo! "


Kanglim menarik tangan Hari lalu mengajak nya masuk ke dalam hutan. Hari ketakutan, walau ia sering masuk ke dalam hutan bersama sahabat sahabat nya tetap saja ia ketakutan.


Bukan apa apa, takut tersesat itu yang menjadi ketakutan Hari.


" L-Lu mau bawa gue kemana? " tanya Hari takut


" Ikut aja, pasti lo suka "


Hari mengangguk, di perjalanan tidak ada perbincangan sama sekali. Sampai Kanglim membuka suara.


" Anggep aja ini sebagai permintaan maaf gue "


" Lho? bukan ny harus nya elo bales nge jailin? "


" Gue sadar diri "


" Ooh, baguslah "


" Gue itu gak sembarangan bully dan mukul orang tau "


" Lah terus yang anak cowok itu? "


" Anak cowok itu gak Terima Leon punya banyak fans, terus dia ngamuk mau mukul murid lain "


' Yaelah cuma masalah fans doang ' /batin Hari


" Alhasil pas Leon dateng dia mau hajar si Leon, yaudah kita bantuin dia "


" Ooh, maaf gue udah suudzon sama lu "


" Iye gue tau kok, kan banyak rumor soal elu "


" Dih, laki kok nge gosip "


" Bodo "


Mereka berhenti di salah satu air terjun, Hari terkesiap. Bagaimana bisa ada air terjun di sini? rupanya ini air terjun buatan toh, ada mesin nya. Tapi sungai nya asli.


" Kok ada sungai di sini? "


"Emang ada, kan buat orang orang pada mancing "


" Ooo " jawab Hari singkat.


Hari berniat menyusuri sungai itu, tapi ketakutan nya tersesat menyiksa dirinya. yasudah ia duduk dan memerhatikan ikan ikan yang berenang di sekitar sungai.


" Cantik " puji Hari


" Emang, kan di rawat " sahut Kanglim


" Nggak ngomong ama lo "


" Nggik ngiming imi li "


" DIEM! "


Tawa Kanglim kembali pecah, membuat sang gadis yang meneriaki nya kembali kesal juga. Padahal baru saja ia menemukan kedamaian dalam dirinya.


" Lu lucu kalo marah njir "


Bersambung..


* Maafkan kalau ada kesalahan, kesamaan dan typo juga tidak bermaksud plagiat


* no plagiat, inspirasi? IB! lihat chapter 16


* Komen komen


٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ

__ADS_1


__ADS_2