
Ok Ok sesuai judul di atas, episode ini juga tetep lanjut kok tapi ada sedikit bumbu bumbu romantis kawan UwU.
oke gk tau. mau ngomong apa lagi langsung gass keun.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°
" CUMA LO BILANG ? "
Hari mengepal kuat tangannya, guna menahan emosi kemarahan yang sangat kuat bagi orang lain namun belum seberapa baginya.
" Apa yang Lo tau soal bando itu hah!? " Hari menunjuk Kanglim dengan tatapan tajam.
" Bando biasa, gak ada yang spesial " Balas Kanglim santai
" Itu bukan bando biasa bego! itu bando kesayangan dan pemberian kakaknya! "
Bisa kita lihat aura hitam muncul dari Hari dan tangannya yang bersiap menampar lelaki di hadapannya ini. Dia sangat siap menampar nya.
ku ulangi, SANGAT SIAP.
" Ya Allah, tinggal minta lagi sama kakaknya....ya ampun... " Kanglim bersikap dada dan menggelengkan kepalanya.
" GAK BISA! " Kepalan Hari semakin kuat.
Kanglim menatap heran gadis di hadapannya.
" Maksud Lo? "
Hari menghela nafasnya dan melihat ke langit, melepaskan kepalan tangannya dan menutupi matanya dengan tangannya.
" Kakak Gaeun....... Udah tewas jatoh dari jembatan pas Gaeun kecil... "
Tetes air mata membasahi pipi putihnya, menyeka air matanya dan kembali menatap lawan bicara nya.
Kanglim? Oh dia hanya kaget dan tersentak saja, itu saja.
" Udah kan? Lo paham kan? Kakak Gaeun tuh udah gak ada! dan bando ini.... " Hari mengambil potongan bando tersebut.
" Peninggalan kakaknya "
__ADS_1
Tangis Hari pecah saat itu juga, meski bukan dia yang mengalami nya. Namun ia tetap tau perasaan apa, kesedihan apa, luka apa yang membekas dan menyerang dirinya.
Ia tau rasanya kehilangan seseorang yang sangat amat penting, ia tau rasanya. Ia tau bagaimana rasa kehilangan itu, seberapa besar lukanya dan seberapa besar bekas yang ditinggalkan.
Kanglim mengepal erat tangan nya.
" Maaf....gue... gak tau " Wajah Kanglim memucat dan menunduk saat itu juga.
" Minta maaf sama dia, jangan sama gue " Hari berniat pergi meninggalkan Kanglim.
Belum sempat ia melangkah, Kanglim langsung menahan tangan nya. Lantas gadis itu menoleh.
" Jangan samperin mereka, mereka butuh waktu terutama Gaeun "
Hari kembali menghela nafas. Ia bingung dan kesal kenapa bisa jadi begini ? Rencana liburan yang harusnya di habiskan dengan sahabat sahabat nya hancur bagitu saja.
Semua karena satu penyebab yaitu......
INAE YOON
( Maaf ges, itu ku buat sendiri jadi bukan Inae yang di sekolah shinbi house itu )
Mari kita beralih ke adegan Sara dan Hyunwoo.
Saat Sara di tarik entah kemana oleh Hyunwoo, awalnya ia memberontak namun setelah ia memahami situasi akhirnya dia menurut kepada Hyunwoo.
Dan sekarang Sara tengah Scrolling manja di Instagram pribadinya, sembari menunggu Hyunwoo yang katanya mau pergi sebentar di kursi kayu taman yang nyaman.
Tak lama, Hyunwoo kembali dengan segelas cappucino favoritnya dan segelas latte untuk Sara dan keduanya dalam bungkus Cup.
" Heh, nih buat Lo, tenangin diri lo " Hyunwoo menyodorkan latte untuk Sara.
" Hah? serius nih? Lo gak boong kan? " mata Sara berbinar-binar melihat Latte yang di sodorkan pada nya.
" Ya enggak lah a bego, nih cepetan "
" Yawis makasih " Sara menerima latte tersebut.
Mereka berdua duduk di kursi taman yang sama dan minum dengan tenang. Tak ada pembicaraan di antara mereka, sampai Hyunwoo membuka suara dan memecah keheningan di keduanya.
__ADS_1
" Lo mau jalan jalan gk? " ajak Hyunwoo
" Jalan jalan kemana? " tanya Sara sembari mengaduk latte nya.
" Gue tau spot foto yang bagus, Lu kan suka selfie sama foto fotoan, kan ? "
" Kok lu tau? "
" Gue kan sering liat Lo foto-foto, pas gue lagi ngobrol di kantin elo fotoan sama kucing, kupu kupu sampe ikan juga Lo fotoin kan? "
Malu, itulah yang Sara rasakan sekarang.
' Ingin rasanya gue ajak baku hantam ni anak goblok ' batin Sara
" Yaudah ayo " Sara bangkit dari duduk nya.
" Iya iya, ikutin gue " Hyunwoo menarik tangan Sara ke suatu tempat.
Kita beralih ke Heewon dan Leon dulu ya.
" Wahh kok lu tau ada festival disini? " tanya Heewon menatap festival itu.
Ya, benar sekali. Leon mengajak Heewon ke festival jajanan dan musik yang sangat digemari gadis itu.
" Tau lah, kan keluarga gue yang bikin " Jawab Leon santai
Heewon menatap laki-laki berambut pirang itu dengan kaget, tak percaya kalau keluarga nya yang membuat festival ini.
BERSAMBUNG......
- Maaf kalau ada kesalahan dan kesamaan dalam cerita ini
- Mohon untuk tidak plagiat dan copy, karena Author udah susah susah mikir ide tapi di gituin.
- Tidak bermaksud plagiat
- Terinspirasi? Credit! di chapter sebelumnya udah diajarin kan?
- Jangan lupakan komen kalau nggak like
__ADS_1