
Beberapa bulan kemudian....
"Mama." ucap Zayn menghampiri mamanya yang sedang duduk sambil memperhatikan suaminya yang sedang berlatih dengan barbel-barbel yang cukup besar.
Selain bisa berjalan dan berlari, Zayn juga sudah bisa sangat fasih berbicara. Tentu hal itu dipengaruhi oleh seluruh awak kapal Sunny Go.
"Ada apa Zayn? Apa tidurmu terganggu lagi?" tanya Robin sambil mengelus puncak rambut hijau Zayn dengan usapan penuh kasih sayang yan datang dari bawah.
Zayn mengangguk "Mereka ribut sekali, Zayn jadi gak bisa tidur." Zayn merentangkan tangannya untuk digendong oleh sang mama.
"Masih siang tapi kerjanya tidur mulu." Ucap Robin sambil mencium pipi Zayn dengan gemas sedangkan Zayn mengucek matanya.
"Tidur itu sehat mama." sahut Zayn.
"Ya sudah deh, tapi Zayn... Kamu kok buka baju lagi sayang?" tanya Robin kepada Zayn yang selalu membuka bajunya.
"Gerah." jawab Zayn.
"Tapi kamu gak malu, masa cuma pakai popok doang?"
__ADS_1
"Enggak, Zayn kan masih kecil." Zayn menggeleng kepala.
"Lagi pula papa juga sering kok buka baju di malam hari." ucap Zayn duduk di pangkuan Robin dan membuat Robin melotot.
Hah?! Batin Robin
"Kamu tahu dari mana Zayn?"
"Zayn, kan selalu bangun tengah malam, terus Zayn selalu liat papa naik turun itu di atas tubuh mama." jawaban dari Zayn sukses membuat pipi Robin menjadi merah padam karena telah kepergok oleh anaknya sendiri.
"Tapi Zayn.. kok sering bangun tengah malam? Pasti ini karena kamu sering tidur siang ya." Zayn menggeleng.
"Zayn bangun karena suara mama." ucap Zayn dengan polos.
"Bukan sakit tapi kenikmatan Zayn." sahut Zoro yang mengambil handuk di samping Robin dan membasuh keringatnya dan Robin melotot ke arah Zoro dan di hadiahi oleh sang suami sebuah kecupan di pipi.
"Benarkah? Kalo gitu, Zayn juga mau." ucap Zayn bersemangat.
"Kamu boleh sama istri kamu nanti." timpal Zoro dan duduk di samping Robin sambil meminum air mineral.
__ADS_1
"Sudah! Jangan bicara itu lagi." sergah Robin agar Zayn tidak menanyakan macam-macam. "Zayn sekarang kamu mau makan atau..."
"Zayn mau tidur." rengek Zayn disertai rasa kantuk yang menyerang. Robin membawa Zayn ke sebuah ruangan yang terdapat tempat tidur di sangkar penjaga milik Zoro dan membaringkan Zayn di sana.
"Dia sudah tidur?" tanya Zoro.
"Iya, kamu sih. Mainnya gak ingat waktu." ketus Robin sambil mengambil handuk dan mengelap keringat Zoro dengan telaten.
"Hehe, tubuh kamu sih Sayang, bikin gak tahan." ujar Zoro sambil melingkarkan tangan di pinggang Robin untuk mendekat.
"Kamu belajar dari mana sih Zoro?" tanya Robin sambil mencium dahi Zoro.
"Bau." komentar Robin dan Zoro terkekeh.
"Duduklah di sini Robin." ujar Zoro kepada Robin untuk duduk di antara kedua pahanya.
"Enggak ah, kamu bau. Mandi dulu, sebentar lagi kita akan makan siang." elak Robin sambil menggeleng kepala dan menjulurkan lidahnya.
"Cium dulu." ujar Zoro menunjuk ke arah pipinya.
__ADS_1
"Nanti saja, ketika kamu sudah mandi." elak Robin ingin melepaskan diri dari Zoro tapi tidak bisa.
"Ayolah sayang, plis." rengek Zoro sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Robin. Zoro menghirup wangi bunga dari tubuh Robin, dan itulah yang membuat Zoro semakin sayang.