
"Jika kalian bertemu dengan lelaki itu, jangan mengatakan apapun tentangku, mengerti!" Ucap Robin mengarahkan matanya kepada Chopper dengan tatapan mengimitasi, tentu hal ini merupakan hal pertama Robin bersikap seperti itu kepada Chopper.
"Ta...tapi Robin eh Orobi, Zorojuro harus... mengetahui hal itu," elak Chopper dengan gemetar karena ditatap seperti itu dengan Robin. Jika dengan Nami atau yang lain ia sudah biasa, tetapi berbeda ini Robin atau orang lebih tepat manusia yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri.
"POKOKNYA T.I.D.A.K!" Setelah mengatakan itu Robin masuk ke dalam sambil membawa anak kecil berambut pendek berwarna pink bernama Otoki.
"Oi Chopper, kenapa dengan Robin?" Tanya Usopp sambil berbisik dan Chopper pun menjawab sambil berbisik dan ketika Usopp mendengar jawaban dari Chopper dirinya terkejut.
"Jadi Robin... dia... ben-ar ben..ar," ujar Usopp tergagap karena sangat terkejut saking terkejutnya ia jatuh ke bawah dari rumah kayu itu.
"Yohoho Usoppuchi san, kenapa kau sampai ketakutan seperti itu?" Tanya Brook atau Bonechi melihat Usopp bingung dengan sikap Usopp.
"INI SEMUA KARENA MU BROOK!" Bentak Usopp sambil menunjuk ke arah Brook.
"Ehhhh... apa salahku Usopp san?" Tanya Brook terkejut dengan perkataan dari Usopp.
"Ya tentu ini salahmu Brook, ku takut kalo kandungan Robin kenapa-napa." Lanjut Chopper dan membuat Brook sangat kaget mendengar hal itu.
__ADS_1
"Jadi Robin san lagi hamil?" Usopp dan Chopper menganggukkan kepala.
Brook mulai berpikir atas ucapan yang ia lontarkan beberapa menit yang lalu dan kemudian ia langsung menyadari kesalahannya "Aku telah melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal."
"KAN SUDAH AKU BILANG!" Ujar Usopp.
"Awww, artinya Robin tidak akan ikut berperang?" Tanya Franky kepada mereka.
"Maunya sih begitu, tetapi Robin tetap ingin ngotot mengikuti peperangan ini." Jawab Chopper dan membuat semuanya mulai berpikir.
"Apa kita bilang kepada Zoro san?" Tanya Brook.
"Tetapi setidaknya Zoro harus tahu dirinya akan menjadi ayah untuk ke dua kalinya, ia pasti akan sangat bahagia." Lanjut Brook dan mereka mulai berpikir.
"Tidak!" Mereka melihat ke belakang dan mendapati Robin sambil menggendong Otoko yang masih tertidur.
"Jika sampai diketahui Zoro, aku malah tidak diizinkan ikut dalam perang ini. Aku tentu tidak ingin hal itu terjadi," tutur Robin dan mereka mulai mengerti maksud dari Robin untuk merahasiakan hal tersebut.
__ADS_1
"Oh ya Usopp, bisakah kau mencari sebuah pedang?" Tanya Robin dan tentu Usopp serta teman-temannya menjadi bingung.
"Ehh.. memang apa yang akan kau lakukan dengan pedang itu?" Tanya Chopper.
"Jangan-jangan..." Usopp, Brook dan Franky mulai merasa tidak yakin.
"Ya, aku akan bertarung dengan menggunakan pedang," jawab Robin sambil tersenyum dan tentu itu membuat mereka menjadi kaget.
"EHH SEJAK KAPAN KAU BISA MENGGUNAKAN PEDANG ROBIN?" tanya Chopper.
"Entah, mungkin sekitar 13 tahun yang lalu." Jawab Robin.
"Itu sudah lama sekali," ucap Brook, Usopp, Franky sambil melambaikan tangan.
"Aku sedang ngidam, kumohon turutin keinginanku sekali ini saja," ujar Robin dan mereka mulai menimang nimang akan menuruti atau tidak.
"Baiklah, tapi jangan kalo ada apa-apa bukan salah kami loh." Robin menganggukkan kepala.
__ADS_1
Aku akan buktikan aku bisa lebih bagus dari samurai wanita di negeri ini! Batin Robin.