
Robin telah bangun dari tidur dan sudah sembuh total dari efek alkohol beberapa jam lalu. Ia tahu betul tadi mereka telah melakukan hubungan yang sudah lama tidak dilakukan itu.
Mata biru Robin melihat ke arah suami yaitu Zoro yang tidur menyamping ke arah dirinya.
"Jangan ke kapal dulu ya," pinta Robin sambil mendekat ke arah Zoro dan memeluknya di dalam selimut tebal berwarna putih itu.
"Robin," panggil Zoro dan Robin melihat ke arah Zoro dengan bingung.
"Kenapa ketika kita melakukan itu lagi, kau kembali perawan dan rapat?" Tanya Zoro.
"Mungkin karena aku baru selesai siklus datang bulannya. Kamu tidak suka?" Zoro menggelengkan kepala.
"Tidak justru aku malah lebih suka, dengan begini aku semakin susah untuk berpaling darimu Robin." Robin mencubit hidung Zoro dan membuat sang empu membuka mata karena dirinya kesusahan bernapas.
__ADS_1
"Jahat sekali kau Robin," ucap Zoro.
"Jadi kau masih ingin berpaling dariku?" Tanya Robin cemberut dan Zoro menggelengkan kepala.
"Tidak Robin, kau yang terbaik. Jika aku ingin menduakan mu maka wanita itu harus dirimu juga." Robin tersenyum dan memeluk Zoro dengan perasaan senang.
"Oh ya Zoro kenapa kau selalu menyalahkan kematian Zayn itu kesalahanmu? Bukannya hal itu karena kelalaianku?" Tanya Robin bingung.
Zoro mencari posisi nyaman terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Robin.
"Kenapa kau dipukul?" Tanya Robin, Zoro melihat sebentar melalui sebelah matanya.
"Dia berkata 'Jika saja kau tidak cemburu buta atas masalah sepele itu, Robin tidak akan sesedih seperti ini. Juga Zayn masih hidup!' Itu katanya," jawab Zoro dan Robin mengerti maksud dariĀ Torao. Awalnya Robin juga menyalahkan Zoro tetapi karena melihat dan merasakan sendiri betapa dingin dan kakunya tubuh Zayn kecil membuat Robin lebih menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku minta maaf, tidak bisa menjagamu dengan baik," ucap Zoro mencium dahi Robin sebanyak 2 kali.
"Aku memang ayah yang payah, tidak dapat menjaga anak lelakinya dengan baik. Juga suami yang buruk membuat istrinya menyalahkan dirinya sendiri atas masalah ini," lanjut Zoro.
"Aku minta maaf tidak dapat menolong Zayn, dan membuatmu berdarah-darah menolong Zayn," Zoro menangis di depan Robin dan itu membuat Robin sedih juga.
Robin membersihkan tangisan dari Zoro dengan ke dua ibu jempolnya. "Tidak Zoro, mari kita sudahi kesedihan ini, aku yakin sekali Zayn sangat tidak suka melihat ke dua orang tuanya yang sangat hebat ini terus berlarut dalam kesedihan."
"Ya kau ada benarnya Robin, aku pasti sedang diketawain oleh Zayn dan ibumu di sana," ucap Zoro sambil tersenyum tipis.
"Kau percaya hal itu?" Tanya Robin karena ia tahu Zoro tidak mempercayai adanya dewa di dunia ini. (Bisa dilihat kembali pada arc skypie ketika Zoro, Robin dan Nami pergi meninggalkan Chopper yang menjaga Going Merry *maaf lupa eps berapa).
Raut wajah Zoro menjadi berbeda dari yang sebelumnya "Tidak! Aku tetap tidak percaya akan hal itu. Ya sudahlah kita tidur lagi saja."
__ADS_1
Robin terkekeh melihat Zoro yang menjadi salah tingkah dengan pertanyaan yang ia lontarkan. "Fufufu, kau benar-benar lucu Zoro."
"Aku ini bukan Chopper, Robin." Robin semakin tertawa dan Zoro malah menambah dengan menggelitik perut Robin.