
Ketika Zhade telah berhasil mengatasi Finnist , Menculiknya dan memindahkannya ke tempat persembunyian, kini ia mulai melanjutkan kembali rencananya di kediaman Viscount Adella.
Ia terus melangkah kesetiap ruangan tanpa menimbulkan satupun suara disepanjang lorong tersebut.
di saat Yang sama zhade juga melemparkan benda aneh disudut - sudut ruangan terutama disebuah sudut Yang dekat dengan batu sihir.
entah apa Yang akan ia lakukan dengan beda tersebut dan juga batu mana, jelas bahwa Yang ia rencanakan bukanlah sesuatu Yang patut dicontohi.
tiba dikamar berikutnya, zhade mulai memasuki kamar pada lantai kedua dari lantai bawah rumah.
Dikamar ketiga ini adalah tempat dimana putra ketiga tertidur lelap. meskipun ia adalah putra ketiga tetapi kamar Yang ia miliki nampaknya jauh lebih mewah dari kamar milik putra kedua.
Memasuki kamar tanpa tedengar sedikitpun, zhade menyiapkan pedangnya untuk sebuah pengakhiran Yang cukup mengerikan kali ini.
terlihat di kanopi kamar bahwa putra kedua tengah tertidur dengan sangat lelap.
pose tidurnya lebih parah dari putra kedua, ia tertidur dengan berantakan seakan-akan tidak akan terbangun meskipun telah diganggu sedemikian rupa.
zhade mendekatinya dan mulai menatap dengan tatapan dingin Yang mengerikan. ia sekali lagi mulai mengarahkan pedangnya kepada putra ketiga untuk segera mengakhiri semuanya.
karena putra ketiga tidak sebaik finnist, zhade mulai merasa aman untuk sesaat.
tanpa pikir panjang, zhade mulai menusukkan katana miliknya tempat dijantung dari putra ketiga tersebut.
Putra ketika berhasil tertusuk dijantungnya, ia Yang merasakan rasa sakit tersebut mulai terbangun dari tidurnya Yang nyenyak.
ketika ia membuka mata, ia tidak bisa berteriak dengan mudah. mulutnya mengeluarkan banyak darah akibat serangan fatak tersebut.
Tidak berselang Lama, putra ketiga langsung meregang nyawa. ia tidak bisa lagi menahan rasa sakit akibat tertusuk oleh katana milik zhade tempat dijantung miliknya.
setelah selesai dengan putra ketiga, kini zhade mulai mencabut katana miliknya dari jantung putra ketiga. ia mulai kembali berbalik dan meninggalkan ruangan dari putra ketiga Yang meregang nyawa.
kasur tersebut penuh dengan cipratan darah dari putra ketiga, zhade juga terkena cipratan tersebut di pakaiannya tetapi karena ia menggunakan sebuah tudung merah. cipratan darah sama sekali tidak terlihat sekarang.
kembali untuk melanjutkan rencananya ke tahap berikutnya, zhade berjalan untuk menuju ke kamar dari Viscount dan countess adella.
ketika memasuki kamar dari pasangab suami istri tersebut, terlihat jelas bahwa mereka tertidur bersama bagaikan sebuah lukisan keluarga bahagia.
zhade tidak memikirkan hal tersebut sama sekali. ia langsung berjalan perlahan dan mendekati kedua pasangan tersebut yang tengah tertidur pulas.
Zhade kembali dengan posisinya untuk menusuk korban pertama, ia mengincar countess sebagai orang pertama yang harus ia bunuh.
tidak ada alasan untuk memilih korban, karena zhade hanya menginginkan hal tersebut.
Katana mulai mengarah kepada countess Yang tengah tertidur.
countess sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang ingin membunuhnya di tenpat tidur tersebut.
Countess juga mengalami hal Yang sama seperti Putra ketiga, ia Yang merasa bahwa ada rasa sakit Yang tidak tertahankan mulai terbagung dari tidurnya.
ketika countess terbangun ia hanya mendapati bahwa seorang gadis bertudung merah sudah menusuk jantung mikiknya.
countess berteriak, dengan sangat histeris.
__ADS_1
ketika semua cipratan darah terlihat begitu mengerikan, ia mulai menghembuska nafas terakhirnya dengan cara Yang cukup mengenaskan.
zhade kembali mencabut katana miliknya ketika berhasil untuk membunuh countess tersebut. tetapi ada hal lain Yang terjadi.
" Hah hah hah " terengah-engah.
Viscount sangat terkejut melihat seorang gadis bertudung merah menusuk dan membunuh istrinya yabg sedang tidur terlelap.
ternyata suara teriakan dari countess membuat viscount terbangun dari tidurnya, tetapi ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
matanya hanya terbuka lebar sembari menyaksikan sebuah pembunuhan dari seseorang.
viscount Yang telah tersadar mulai keluarga dari tempat tidur dan mencari jarak aman dari si penyerang. ia dengan penuh keringat dinginnya tidak percaya apa Yang baru saja ia saksikan.
viscount mulai menelan kembali ludahnya, rasa takutnya tidak bisa tertutupi dengan mudah.
" AAAA-Apa........ Apa Yang telah kau lakukan "
dengan nada takut dan terbata-bata, viscount mulai mengatakan sesuatu kepada orang tersebut.
meskipun rasa takutnya membuatnya sangat gemetar ketika melihat penyerang tersebut, ia masih bisa berdiri dengan celana basahnya Yang penuh dengan air.
melihat seorang pembunuh Yang mengakhiri hidup istrinya adalah sebuah pemandangan Yang cukup menakutkan, tetapi ada hal lain Yang ia khawatirkan.
Zhade mulai berbalik dan menatap Viscount adella dengan tatapan gelap dan dingin. ia akhirnya telah bertemu orang pertama yang harus ia singkirkan dalam rencana balas dendamnya.
" huh " menghela nafas.
Zhade tidak mengatakan apapun, ia tidak menjawab pertanyaan dari Viscount Yang tujukkan pada dirinya.
_Zhade.
" Ha! "
_Cylis.
Zhade hanya mengatakan satu kata kepada viscount, ia mengatakan mati kepada viscount Yang berdiri dihadapannya.
" !!!!! "
" Crusssss "
Ketika cylis hanya terfokus kepada zhade Yang ada di depannya, secara tiba-tiba sebuah bongkahan es tajam menusuk dirinya dari arah belakang.
" Aaaaaaaaaaaa "
Cylis berteriak dengan sangat histeris ketika es tersebut menusuk dirinya dengan cukup menyakitkan. ia mulai memuntahkan darah dari mulut dalam jumlah banyak.
cylis tidak bisa menahan rasa sakit tersebut, ia tidak bisa melakukan perlawanan balik karena zhade menyerangnya dari arah belakang dengan sihir es Yang ia persiapkan.
" hah hah "
Cylis masih bisa bernafas sedikit, meskipun ia sudah di tusuk dengan cukup menyakitkan tetapi ia masih bisa menahan kesadarannnya.
__ADS_1
zhade Yang melihat hal itu langsung berjalan untuk mendekati dirinya. ia mulai mempersiapkan katananya untuk melakukan sesuatu sebelum cylis benar-benar tertidur.
" Hei......... Apakah kau ingin tahu Yang kami alami ketika berada di luar sana.
kami benar-benar tidak mendapatkan kehidupan Yang lebih baik, bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan kami, ibu kami harus melakukan sebuah pekerjaan terhina dengan seseorang.
setelah mengasingkan ibu kami, Adik tercinta anda mendapatkan Tempat Yang layak dan disebut sebagai kebanggaan kekaisaran.
anda mendapatkan banyak keuntungan dari kesalahan Yang dibuatnya.
tetapi apa Yang kami dapatkan!? Hanyalah sebuah penghinaan dan juga Direndahkan Orang-orang.
ini adalah sebuah Pembalasan......... Anda dan Adik perempuan anda akan mendapatkan hal Yang layak sekarang.
Matilah kau, B*debah "
_Zhade.
Zhade mulai bersiap untuk mengarahkan tebasannya kepada Cylis Yang tidak bisa melawan tersebut.
Cylis Yang melihat wajah dari zhade tersebut mulai mengingat kembali kenangan masa lalu dimana ia melakukan sebuah rencana jahat.
Teringat di pikirannya bahwa Wajah dari pembunuh itu telah jelas mengingatnya akan wanita jahat yang ia jebak tersebut.
Seorang wanita Yang telah Lama ia singkirkan untuk mendapatkan keuntungan dari semua pencapaiannya.
" Chloeeeee!!!!! "
_Cylis.
Cylis Yang akhirnya teringat mulai menyebutkan nama seorang wanita Yang ia jebak di masa lalu. wanita itu adalah ibu dari Zhade dan Zeshia yaitu Chloe.
tetapi hal yang ia tidak sangka adalah Seseorang Yang merupakan Anak dari Chloe datang kepada dirinya dan membalas dendam serta membunuh anak dan istrinya.
pada detik-detik terakhir cylis mulai menyesali apa Yang pernah ia lakukan sebelumnya, tetapi semua sudah terlambat karena wanita jahat yang diasingkan tersebut sudah tidak ada lagi di dunia ini.
" Crrrrrrrr "
Katana milik zhade mulai menebas perut dari Cylis dengan sangat parah. darah kembali tersembur keluar dari luka Yang ditimbulkannya.
Cylis telah sepenuhnya kehilangan kesadaran, ia kini sudah menghebuskan nafas terakhirnya tepat setelah tebasan di lakukan.
cipratan darah memenuhi tubuh zhade dan menodai pakaiannya. ini adalah pembalasan dendam pertama yang ia lakukan setelah semua Yang telah terjadi.
Zhade merasa cukup senang sekarang, orang pertama kini telah berhasik dibunuh dengan tangannya sendiri.
Zhade kemudian mulai berbalik, ia mulai membersihkan katana miliknya dari darah kotor cylis. zhade kemudian melenyapkan bongkahan es Yang menusuk cylis untuk keamanan dirinya.
ia mulai melangkahkan kakinya dan keluar dari kamar tersebut sebelum orang-orang menyadarinya.
Sebelum ia pergi, ia juga menaruh sebuah bola aneh di kamar suami istri tersebut dan meninggalkan kamar itu dengan pintu terkunci.
" Rencana telah diseleesaikan, Saatnya untuk membersihkan semuanya "
__ADS_1
_Zhade.