Si Buttler Bertopeng? Tidak, Kau Salah!

Si Buttler Bertopeng? Tidak, Kau Salah!
Vol. 1 Ch. 18.2 :


__ADS_3

( POV : Side Story )


" Wah........ ibukota benar-benar tidak berubah sedikitpun semenjak saya pergi dari sini "


_Siji.


Pada sisi Yang berbeda, Sang pahlawan terpilih Siegfied telah kembali ke ibukota untuk waktu Yang Lama semenjak ia pergi.


Ketika ia melihat kembali ibukota Yang pernah ia tinggali, Siegfied cukup terkesan bahwa ibukota sama sekali tidak berubah dari apa Yang ia ingat sebelumnya.


" Ini pertama kalinya saya pergi ke Ibukota, tetapi bangunana - bangunan itu benar-benar sangat indah "


_Olivia.


Siegfied tidak sendirian dalam perjalanannya kembali ke ibukota, ia ditemani oleh Tunangannya Olivia Yang juga ikut dengannya menuju ke ibukota.


Ini adalah kali pertama bagi Olivia untuk pergi mengunjungi ibukota, ia sangat terkesan dengan semua bangunan-bangunan gaya klasik Yang tersebar diseluruh ibukota.


Mereka berdua bersama dengan beberapa ksatria Yang pengawal mulai memasuki kawasan ibukota.


memasuki sebuah kota dengan Pemandangan Yang cukup unik membuat kesan tersendiri bagi benak olivia Yang melihatnya.


Seluruh pandangannya sedang memikirkan bagaimana mereka bisa memasuki sebuah ibukota Yang berada di sebuah pulau tengah danau dibekas letusan vulkanik.


Pulau itu dibentengi oleh Danau seperti sebuah perisai alami Yang baik. Jalan penghubung pulau itu adalah 4 Jembatan Yang mengelilingi seluruh kota seakan berada diatas air. tidak terbayangkan bagaimana tinggianya setiap jembatan tersebut Yang telah dibangun Ratusan tahun lalu.


Memasuki kota, Olivia Yang dibuat terpukau oleh suasana kota mulai melirik setiap sisi jalan Yang ia lewati.


Pandangan ibukota sangatlah berbeda dengan Wilayah Baron Wistert tempat tinggalnya. ibukota lebih ramai dan jauh lebih hidup daripada Tempat asalnya. hal itu membuat perasaan berdebar olivia menjadi begitu memuncak.


" Ano~Siji-kun, Bisakah Kita berkeliling kota setelah ini!? "


_Olivia.


Olivia Yang merasa berdebar mulai bertanya kepada siji apakah ia bisa berkeliling kita setelah ini?


" Tentu saja......tetapi pertama-tama kita harus ke mansion terlebih dahulu untuk menaruh barang-barang kita......... dan juga Mungkin akan berbahaya jika kita bepergian seorang diri, jadi aku akan mengusahakan agar meminta seorang pengawal untuk menemani kita dalam Berkeliling "


_Siji.

__ADS_1


Siegfied mengatakan kepada olivia bahwa mereka bisa berkeliling kota tetapi setelah mereka tiba dimansion Yang akan dituju.


siegfied juga menjelaskan bahwa akan berbahaya untuk anak-anak berkeliling di ibu kota tanpa seorang wali pendamping, dan ia akan mengusahakan untuk meminta seorang pengawal setelah tiba dimansion.


" Baiklah........ "


_Olivia


mendengar jawaban dari Siegfied membuat olivia cukup senang hati. Olivia tidak sabar untuk mengelilingi kota bersama dengan siegfied.


...°°...


...°°...


...°°...


( POV : Zhade )


Pelelangan Budak masih terus berlangsung sampai detik ini.


Orang-orang menjadi semakin menggila ketika Budak gadis Elf dilelang oleh pembawa acara. Mereka memberikan harga Yang tidak masuk akan pada pelelangan Budak elf tersebut.


Ketika semua orang menjadi semakin menggila, Budak elf menjadi semakin putus asa akan Semua pertaruhan.


Meskipun orang-orang Yang bertaruh tersebut adalah bangsawan, tetapi bagi dirinya mereka adalah orang-orang biadab Yang pasti akan mengeksploitasi mereka.


Finnist Yang melihat pemandangan itu terlihat cukup emosional dibuatnya. sepertinya hati nuraninya tidak tahan melihat pemandangan seorang gadis Yang menangis putus asa di tengah pelelangan.


Saya mulai menengkan dirinya sesaat, saya mengerti apa Yang ia rasakan ketika melihat pemandangan cukup tidak menggunakan Yang ada di depannya.


tetapi saya mengingatkan dirinya bahwa itu bukanlah urusan kita untuk mengikut campuri urusan seseorang. Finnist mulai menyadari hal itu, ia kemudian meminta maaf kepada diriku karena sudah menunjukkan sisi emosionalnya kepada diriku.


..." Mungkin terlihat tidak tidak manusiawi, tetapi Kami tidak boleh ikut campur lebih jauh untuk ini...... lagipula saya tidak bisa membantu seseorang Yang bahkan saya gapai sekarang " ...


Mungkin ini terdengar cukup kejam, meskipun saya juga berasal dari dunia modern tetapi saya tidak akan bertindak gegabah untuk ikut campur urusan seseorang.


" Tok Tok Tok Tok " Ketukan Palu penanda telah dibunyikan.


" Terjual....... Harga budak elf pertama ini adalah 350.000 Golden rubble "

__ADS_1


_Alfred.


Pemyelenggara telah menentukan penjualan dari budak elf pertama.


Seseorang bangsawan gemuk Yang menggunakan topeng mata telah memenangkan Lelang untuk gadis elf pertama.


Ia memenangkan Elf tersebut seharga 350.000 Golden rubble.


Saat mengetahui bahwa Elf itu didapatkan oleh seorang pria gemuk. elf itu mulai berteriak tidak karuan dan menangis sejadi-jadinya.


Ia kemudian membuat sebuah kekecauan dengan berusaha melukai dirinya sendiri guna melepaskan Belengguh budak Yang ada di lehernya.


tetapi sesat setelahnya, para penyelenggara Yang melihat kejadian itu langsung turun tangan dan memberikan sebuah pukulan telak tempat diperutnya.


Gadis elf itu tidak bisa menahan rasa sakit, ia mulai memuntahkan darah dari mulutnya dan mulai pingsam setelahnya.


Teater pelelangan ini terlihat seperti sebuah Barak penyiksaan Yang cukup mengerikan. Sebuah adegan kekerasan dilihat oleh para tamu Yang hadir di pelelangan.


orang-orang tidak menghiraukan hal itu, karena mereka tidak akan peduli kepada nasib seorang budak Yang akan berakhir tragis di tempat tersebut.


Finnist dan saya mulai mengepalkan tangan, jelas bahwa kami tidak tahan melihat penyiksaan ini tempat didepan mata kami.


Bagaimanapun saya tahu bahwa mereka juga adalah manusia, Mereka tidak seharusnya diperlakukan seperti sebuah mainan terlepas dari Ras mana mereka berasal.


" Tidak, Ini belum saatnya...... "


_Zhade.


" Baiklah, Tuanku "


_Finnist.


Saya berusaha untuk menahan diri agar tidak terlibat dalam hal-hal tidak penting. Finnist juga mengerti akan hal itu, ia kemudian menenangkan diri setelah melihat keadaan tidak mengenakkan tersebut.


Pelelangan terus dilanjutkan Hingga Elf kedua dimasukkan ke dalam daftar lelangan.


Saya tidak bisa menggambarkan lagi bagaimana gilanya orang-orang ini, mereka semua tidak memiliki rasa simpati sama sekali atas kekejaman Yang mereka lakukan.


Saya tahun bahwa saya juga sama kejamnya dengan mereka, karena saya hanya menahan diri dan hanya menyaksikan bagaimana teater Kejam ini terus berlanjut tanpa ada akhir.

__ADS_1


__ADS_2