
( POV : Zhade )
Ketika kami menjalankan rencana seperti Yang diperkirakan sebelumnya, kami tidak akan menduga bahwa mereka akan bergerak lebih cepat disini.
Para pasukan Intelejen telah berhasil mengepung gedung teater dan menangkap semua orang Yang ada disana termasuk si penyelenggara.
Nampaknya Marquess Fenost akan mendapatkan Penghargaan besar karena operasi tangkap tangan ini. bagaimanapun, Semua bangsawan Yang terlihat dalam Transaksi jual beli budak adalah pelaku kejahatan. mereka pasti akan mendapatkan hukuman dan pencabutan gelar secara tidak hormat karena bisnis gelap.
Saya dan Finnist cukup beruntung karena kami berhasil Melarikan diri sebelun para pasukan intelejen bisa masuk ke tempat ini.
Yang jelas kami harus cepat, karena es tidak akan bertahan Lama untuk menahan para pasukan intelejen Yang ada di ruangan teater.
Ketika saya dan finnist mulai semakin berjalan untuk menelusuri ruangan yang gelap. Bau dari ruangan ini benar-benar lebih buruk dari buah busuk pada udara luar.
ini adalah hal Yang wajar, karena para penyelundup tidak akan susah-susah mengurus sebuah tempat terbengkalai meskipun tempat ini adalah Markas rahasia mereka.
Seisi ruangan benar-benar sangat gelap dan tidak ada cahaya penerangan sama sekali. Finnist menggunakan sihir api miliknya untuk menjadi penerangan di ruangan ini.
Mungkin terlihat cukup aneh karena api biru dijadikan sebagai sumber cahaya, meskipun begitu. itu cukup indah dan lebih terang dari api biasanya.
" !!!!! "
" Tuanku "
_Finnist.
" Ya..... kurasa ada di depan sana "
_Zhade.
Setelah menelusuri ruangan Yang cukup gelap, sebuah cahaya mulai muncul dari sebuah ruangan Yang ada di depan kami.
kami sudah yakin bahwa ini seharusbya adalah tempat tersebut, sebuah tempat Yang seharusnya menjafi tempat dimana para budak akan di kurung.
Secara perlahan kami mulai berjalan untuk segera menuji ke tempat tersebut. saya meminta finnist untuk segera mematikan api biru miliknya karena akan ada kemungkinan terjadi.
Finnist mendengarkan apa Yang saya perintahkan.
Setelah api dipadamkan, Saya kemudian mengeluarkan kedua belati Yang saya sembunyikan untuk bersiap memulai rencana kami.
Saya kemudian meminta finnist untuk tetap di belakang karena adanya kemungkinan bahwa musuh ada di tempat tersebut.
...°°°°°°°°...
( POV : Author )
" !!!!!! " Menutup sebuah Pintu Jeruji dengan sangat kasar.
" Sial, Sial, Sial........... Sial!!!!!! " teriak seseorang Yang mengutuk kejadian tersebut.
Di Ruangan Penyimpanan Para budak, Terlihat ada dua orang Yang sedang berada di tempat tersebut.
Orang-Orang itu berpakaian cukup rapih dan menggunakan sebuah jas seperti Yang dikenakan oleh Penyelenggara Acara.
Mereka berdua menaruh para budak kembali ke tahanan dan mengunci para budak di dalamnya. Salah satu orang terlihat cukup kesal meskipun ia berhasil kabur dari Kejaran para Pasukan Intelejen.
" Tsk........ Sangat Tidak berguna, Bagaimana Seseorang membocorkan informasi mengenai Tempat ini kepada Biro Intelejen " kata Salah satu temannya.
Salah satu orang mulai bertanya-tanya dan menyebutkan sebuah kecurigaan.
" Mana Ku tahu!?............ Siapapun orang itu, Dia jelas - jelas Telah membuat Bisnis ini menjadi berantakan "
Jawab orang itu dengan nada marah.
Dikarenakan adanya sebuah kebocoran informasi mengenai bisnis pelelangan budak, Pemilik Bisnis bawah tanah menjadi sangat marah akibat ulah dari orang tersebut.
__ADS_1
" Sialan, Sialan, Sialan..... dasar budak-budak sialan!!!
Jika saja kalian bisa lembih berguna, Aku tidak akan bernasib seperti ini..... dasar sialan!!!! "
bentak orang tersebut dengan cukup keras.
mereka berdua yang terlihat cukup Marah akibat kekacauan Yang terjadi di teater, bisnis mereka terancam hancur karena biro intelejen Yang menyusup masuk ke markas mereka.
Karena tidak bisa melampiaskan kemarahan mereka kepada seseorang, Kedua orang itu mulai memukul-mukul besi penjara dengan sangat kuat untuk melampiaskan kemarahan dirinya.
ketika melihat para pemilik bisnis itu marah besar, para budah hanya bisa pasrah dan putus asa melihatnya. Mereka sendiri cukup katakutan dengan kemarahan pemilik bisnis itu.
" .......... "
" Yare Yare.......... Saya sepertinya tidak akan menyesal memenggal kepala Kedua B**i Yang ada di hadapan saya " kalimat lembut dari seseorang.
" Huh!? "
Ketika mendengar ada orang lain Yang berada di ruangan penyimpanan budak, kedua orang tersebut mulai menoleh ke arah belakang guna memastikannya.
" !!!!!!!! " kepala terpenggal dengan darah berkucuran.
" aaaaaaaaaaaaa!!!!!! " Teriak Salah satu orang.
Belum sempat untuk memastikan keberadaan seseorang, Secara tiba-tiba saja Salah satu dari orang tersebut mengalami pemenggalan kepala secara langsung.
kepala orang tersebut langsung terlepas dari badannya dan menyeburkan darah dari tubuh Yang terpenggal.
Ketika melihat hal itu, Salah satu dari mereka berteriak dengan sangat keras. ia terlihat sangat histeris ketika menyaksikan Salah satu temannya mati tempat di hadapannya.
pria itu kemudian mulai menjaga jarak Yang cukup jauh, ia mulai merasakan adanya bahaya dari sekitar dirinya.
para budak Yang melihat kejadian tersebut mulai merasa panik, mereka semua terlihat panik saat menyaksikan si pemilik bisnis dibunuh di depan mata mereka.
Tempat didekat mayat dari rekan kerjanya, si pemilik bisnis melihat seseorang berjubah hitam Yang menggunakan Topeng sedang memegang dua buah belati berdarah di tangannya.
tinggi orang itu cukup pendek, tetapi ia adalah orang Yang membunuh rekan kerjanya.
" siapa aku!? itu bukanlah hal penting......... Yang jelas tujuan saya hanyalah satu, Yaitu menyingkirkan Kotoran!!!! " Jawab orang berjubah itu.
ketika si pemilim bisnis hendak menanyakan siapa nama dari Orang berjubah itu, orang berjubah itu tidak memperdulikan dirinya.
Ketika orang tersebut mengatakan ingin membersihkan kotoran, orang itu mulai bergerak cepat untuk menikam si pemilik bisnis tersebut.
Si pemilim bisnis terlihat sangat ketakutan, ia kemudian mulai berusaha untuk berlari dari kejaran orang itu.
..." Flame Ekstermal!!!!! " ...
" haaaaaaaaaaa!!!! " berteriak dengan cukup keras.
Saat orang itu berusaha untuk melarikan diri melalui lorong, sebuah api berwarna biru tiba-tiba saja muncul dan mulai membakar tubuhnya.
pemilik bisnis itu terus berteriak kesakitan akibat api Yang membakar tubuhnya tersebut, ia terus berteriak meminta tolong melolong dan mengisi suara seluruh Lorong tersebut.
Para budak Yang merupakan kedua elf Yang telah sadar mukai berteriak saat melihat adegan mengerikan tersebut.
Api terus membakar orang itu dan membuat dagingnya mulai terlihat sangat mengerikan bagaikan pelastik Yang meleleh.
" Brug....... "
Orang tersebut kini mukai terjatuh, api biru Yang terus membakar dirinya telah membunuhnya dalam keadaan Yang sangat mengerikan.
" Meskipun ini pertama kalinya bagimu, bukankah kamu terlihat cukup keji!? "
_Zhade.
__ADS_1
" Tidak...... Bukankah saya harus mengikuti tuan saya jika ingin menjadi kuat......... lagipula membunuh kotoran dengan acara pembakaran adalah solusi Yang tempat "
_Finnist.
Ketika melihat orang itu berusaha untuk lari, finnist tanpa ragu menggunakan sihirnya untuk membunuh orang tersebut.
ia Yang awalnya diminta oleh zhade untuk tetapi menunggu kini mulai muncul dan masuk ke ruangan penyimpanan budak tersebut.
" Ini! "
_Finnist.
ketika finnist melihat sekeliling ruangan penyimpanan budak, ia dibuat tercengang dengan kondisi dan situasi di ruangan itu.
" Ini adalah Sisi gelap, Budak tidak akan mendapatian Hak Asasi manusia seperti orang kebanyakan........ "
_Zhade.
Memperhatikan kondisi dari ruangan penyimpanan budak tersebut.
terlihat di sisi kiri maupun sisi kanan, ada banyak ruangan penjara Yang digunakan untuk menahan para budak agar tidak melarikan diri.
Udara di sekitar ruangan terasa sangat busuk, lebih busuk dari buah-buahan busuk di sebuah pasar.
Dari dalam jeruji besi, terlihat juga orang-orang Yang merupakan budak memiliki kondisi Yang sangat memprihatinkan.
mereka sangat kekurangan makanan, ada beberapa orang Yang sudah mati dan ada beberapa jasad Yang telah berubah menjadi sebuah tengkorak.
Mereka tidak memiliki pakaian Yang cukup, tubuh mereka cukup kotor dan terlihat begitu menjijikan untuk dilihat.
Kondisi ruangan penyimpanan budak begitu buruk, dengan konsisi Yang cukup dan hanya sebuah lampu redup untuk penerangan. budak budak harus hidup dalam kondisi tersebut.
" !!!!! "
Finnist mulai terlihat begitu kesal, saat melihat orang-orang diperlakukan seperti binatang di depan matanya ia merasa tidak tahan.
" !!!!! "
Zhade Yang melihat finnist bertingkah aneh mulai memukul punggungnya, ia tahu bahwa finnist mungkin masih belum bisa menerima kenyataan tersebut.
" Kita tidak boleh terbawa suasana....... ingatlah apa tujuan kita untuk datang ke tempat ini.
ini mungkin tidak adi untuk disaksikan, tetapi kita harus segera membawa budak bersaudara itu bersama dengan kita secepatnya "
_Zhade.
Zhade mulai mengingatkan finnist kembali. ia mengatakan kepada finnist untuk memfokuskan diri dalam tujuan mereka.
" Maaf "
_Finnist.
Finnist mulai kembali sadar. meskipun ia merasa sakit jika harus tidak peduli kepada orang lain tetapi itu adalah untuk kebaikan dirinya.
mereka berdua mulai berjalan perlahan untuk menuju ke Sel dimana budak kembar yang mereka pilih berada.
saat tiba di sel dimana budak kembar itu di tahan, zhade mulai mengeluarkan katana miliknya dan mulai menghancurkan gembok pada pintu penjara dengan senjatanya.
" !!!!! "
Ketika gembok penjara sudah dihancurkan, zhade dan finnist kemudian mulai membuka sel penjara dan masuk ke dalam sel tempat dimana kedua Budak kembar tersebut berada.
" Selamat Malam, Apakah Kalian Baik-baik saja!? "
kata zhade dengan nada lembut kepada mereka berdua.
__ADS_1