
Bab 6
Kak jefer jatuh cinta
Ke esokan harinya....
Risya bersiap siap untuk pergi ke sekolah. risya menuju keruang meja makan. Di ruang meja makan itu sudah ada hanza, rion, arya, jefer, dan ryan.
“selamat pagi ayah, dan selamat pagi semuanya”. Kata risya dan mencium pipi hanza.
“ tumben lu nyapa biasanya juga langsung duduk gak perlu tuh yang namanya nyapa, sekarang malah nyapa kesambet apaan lu?”. Kata jefer dengan penasaran.
“ yah gue gak boleh gitu nyapa sekali kali”. Kata risya sambil menatap jefer.
“ sudah sudah ayok makan tuh makanannya keburu kedingin lagi nanti”. Kata hanza.
“ ayah nanti arya akan pergi keluar kota buat ngurusin perusahaan disana”. Kata arya dengan melahap makanannya.
“ oh yudah tapi kamu harus hati hati dalam pekerjaan oke!”. Kata hanza.
Arya hanya menganggukan kepalanya.
“ hati hati?, emang hati hati kenapa ayah?”. Kata risya penasaran.
“ iya disanakan banyak perusahaan yang sukses tapi suka ada aja yang sirik dan melakukan hal hal yang buruk kalau ada perusahaan lain yang lebih sukses”. Kata hanza.
“ ris nanti lu berangkat sekolah bareng sama gue?”. Kata jefer.
“ tumben lu ngajak bareng biasanya kalau gue minta barengan sama lu, lu kagak mau, kesambet apaan lu?”. Kata risya penasaran.
“ya gak boleh apa gue ajak lu sekali kali, kan gue juga mau tau sekolahan lu kayak gimana”. Kata jefer.
Setelah mereka selesai makan hanza dan arya pergi kekantor, sedangkan risya dan jefer akan berangkat sekolah, rion dan ryan akan pergi ke perusahaan hanza.
Di dalam perjalanan ke sekolah risya....
“ jefer tadi kok gak ada vira pas di ruang makan dia langsung pergi kantor kah?”. Kata risya dengan agak mengeras kan suaranya karna jefer mengendarai motornya sangat ngebut.
“ ya kan lu tau sendiri vira buka usaha makanan ringan. Dan keknya ada sengaja mau hancurin perusahaannya dengan segala tuduhan tuduhan gtu lah”. Kata jefer yang masih fokus ke depan.
__ADS_1
“ iya sih secara kan vira makanan ringannya juga enak banget dan apalagi vira juga pintar masak makanan barat dan juga pintar buat kue kue kek dessert gtu kan”. Kata risya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai disekolahan risya. risya turun dari motor ninjanya jefer. Dan menatap kakaknya yang sedang mencelingak celingukkan kepalanya seakan sedang mencari seseorang.
“ woyy napa lu celingak celinguk, nyari siapa sih?”. Kata risya sambil melihat arahan mata jefer yang ditujukan jefer.
Jefer pun menatap risya dan risya pun sebaliknya. Jefer akhirnya tersenyum seakan memberi kode ke risya tapi risya tidak mengerti maksudnya.
“ah lu gak peka banget jadi cewek?”. Kata jefer dengan kesal.
“ lah gue aja gak tau maksudnya lu, dengerin gue yah kalau ngasih kode tuh yang bener napa biar gue ngerti maksud mau lu apa gitu lohh”. Kata risya.
“ lu bantuin gue yah”. Kata jefer sambil memberikan surat ke risya.
“ surat abuat siapa nih?”. Kata risya penasaran.
“ lu kasih surat ini ke cewek yang berada dipojok itu yang sedang membaca buku nora robert”. Kata jefer sambil menujukan orang yang dia maksud.
“ ahhhhhh gue tau lu sedang jatuh cinta yaaaaaaa, ayok ngaku kalau gak sedang jatuh cinta gak mungkin lu kasih surat buat tuh cewek iyakannnn?”. kata risya sambil menggoda kakaknya.
“ udah intinya lu kasih surat tuh ke cewek yang dipojok, kalau soal jatuh cinta itu memang benar udahlah gue berangkat kesekolah dulu dan gue beri penilaian buat sekolah lu lumayan gede”. Kata jefer dan langsung pergi dari sekolah risya.
“ gak perlu pake penilaian juga kali udah kek apaan aja lu jef”. Kata risya sambil berjalan ke arah cewek yang dimaksud jefer.
“ hah surat dari siapa?”. Kata cewek itu.
“ ya intinya kakak setelah baca pasti tau lah ya, oh ya nama kakak siapa?”. Kata risya sambil mengulurkan tangannya.
“nama aku carity salvina”. Kata carity.
“ oh nama yang sangat cantik hehe, yudah aku kekelas dulu ya kak”. Kata risya dan meninggalkan carity.
risya pun masuk kekelasnya dan melihat sudah ada veno di samping meja risya. risya langsung duduk di sebelah veno dan veno menatap risya, Risya pun sebaliknya.
“ kenapa lu natap natap gue?”. Kata risya yang menatap veno.
“gak papa lu cantik hari ini”. Kata veno yang terus menatap mata risya.
“ dihhh ngaku bener lu”. Kata risya.
__ADS_1
“ lah bagusan ngaku dong”. Kata veno dengan mencolek dagu Risya.
‘ idihh ngapain sih lu colek colek gue”. Kata risya dan agak menjauh dari veno.
Bel masuk kelas pun berbunyi....
Murid murid dikelas 10 bela diri pun hening ketika pak barus masuk kekelas mereka. Pak barus pun memulai pelajarannya dengan mengawali doa terlebih dahulu. Pak barus memulai pelajarannya dan selama pelajaran pak barus tak ada satu murid pun yang berani membuka suara mereka. Mereka hanya terdiam ketika pak barus menjelaskan materi pembelajarannya. Dan ada bebrapa murid yang sudah merasa bosan dengan nada suara pak barus., dan ada juga yang benar benar fokus dengan mata pelajaran pak barus. Ada juga yang tidur dikelas tanpa diketahui oleh pak barus.
Dan sedangkan risya terus diganggu oleh veno, sesekali veno mencolek dagu risya dan memainkan rambut risya sampai Risya kesal dengan perilaku veno selama pelajaran pak barus. Tanpa disadari pak barus sedikit melirik ke mereka yang sedang bercanda. Dan selama pelajaran pak barus veno terus menganggu risya.
Bel istirahat berbunyi....
Murid murid kelas 10 bela diri pergi kekantin dan tinggal hanya pak barus yang sedang merapikan buku pelajarannya, risya dan veno pun masih berada dikelas mereka. Ketika risya dan veno hendak mau keluar kelas, mereka berdua akhirnya dipanggil oleh pak barus.
“ kalian berdua tunggu sebentar?”. Kata pak barus.
“ ada apa pak?”. Kata mereka bersamaan.
“ kalian berdua pergi keruang guru sekarang juga”. Kata pak barus.
risya dan veno pun mengikuti langkah pak barus yang menuju keruang guru. Sesampai diruang guru.
“ kalian berdua tadi kenapa bercanda pas pelajaran bapak?, kalian sebenarnya niat gak sih buat belajar bela diri, kalian tau gak pentingnya bela diri?”. Kata pak barus dengan menatap mereka.
“ ini pak...”. kata risya.
“ memang penting pak, tapi pak barus bapak gak liat dikelas kita juga ada yang tidur pas pelajaran bapak?, kenapa bapak gak manggil anak itu juga kenapa hanya kami berdua yang dipanggil?”. Kata veno.
“ oh begitu ya ternyata.., tapi tetap saja kalian berdua gak boleh bercanda didalam kelas, kalau kalian gak niat sekolah lebih baik gak usah sekolah aja”. Kata pak barus sambil mencubit tangan mereka berdua.
“ aduh pak sakit tau, lagi pula pak siapa juga yang mau bercanda si venonya yang gak bisa diam kalau disamping saya, malah ganggu terus”. Kata risya dengan tatapan kesal ke veno. Veno sebaliknya menatap risya.
“ udah udah lebih baik kalian gak usah tatapan”, oh yah sekalian kasih tau ke teman kelas kalian untuk memilih ketua kelas dan wakil kelas ya?, bapak kemarin lupa untuk memilih ketua dan wakil kelas. juga kalian tentuin yang siapa saja piket dihari hari tersebut ooke?”. Kata pak barus.
“baik pak nanti kami sampai kan kekelas kami”. Kata risya.
“ ya sudah kalian pergi sana”. Kata pak barus.
“ bapak mengusir kami, bapak jahat mengusir kami seperti itu”. Kata veno dengan nada manja.
__ADS_1
apa sih nih cowok gak jelas Kata risya dalam hati. Pak barus hanya melihat veno dengan agak jijik. Anak laki laki jaman sekarang begini ya kata pak barus dalam hati.
terima kasih sudah mau membaca 🙏😊