
Risya dan veno hanya diam selama perjalanan mereka. sesampai dirumah risya.
" veno makasih ya, udah mau nolongin gue tadi dari Andrew". kata risya.
" hmm gak papa, oh ya gue mau nanya sebenarnya Andrew siapa nya lu?, sampai dia maksa lu untuk bicara berdua?". kata veno penasaran.
" dia itu dulu mantan gue, cuman guenya yang bodoh karena udah salah milih". kata risya.
"ohh dia mantan lu, yudah lu gak perlu mikirin dia lebih baik lu mikirin gue ". kata veno dengan tersenyum seakan menggoda risya
" apaan sih lu?, gak ya gue gak bakal mikirin lu". kata risya.
sebelum veno pamit dari rumah risya, Hanza melihat anak putrinya dari jendela yang sudah pulang bersama laki laki. Hanza pun keluar kerumah dan menghampiri mereka berdua.
" aduh aduh anak putri papa bawa laki laki yaa??". kata Hanza yang mengangetin risya dari belakang.
" ayah kagetin aja". kata risya.
veno hanya terdiam dan melihat ayah risya.
" nama kamu siapa nak?". kata Hanza.
" oh nama saya veno aghasta om, maaf kalau saya ganggu om". kata veno dan menyalami tangan Hanza.
" ohh gak papa, kamu gak nganggu kok, trima kasih sudah mau anterin Risya kerumah". kata Hanza.
" iya om sama sama". kata veno.
" kamu mau mampir dulu kerumah?, ada kakak kandung nya risya loh main aja sebentar?, supaya bisa akrab akrab sama kakak kandung risya". kata Hanza sambil tersenyum.
" ayah apa apaan sih?". kata risya heran dengan sikap ayahnya yang tidak biasanya dekat begitu saja dengan orang lain.
" hmm boleh deh om". kata veno dengan tersenyum.
" hah?". kata risya gak yakin.
" kenapa sih lu?, gak papa kan gue main kerumah lu?". kata veno.
" gue dah bilang sama lu buat gak usah main kerumah gue". kata risya.
"udah udah ayok masuk veno, kamu masukin motor kamu disini". kata Hanza.
mereka bertiga pun masuk kerumah dan diruangan tamu sudah ada Rion, Ryan, dan jefer. mereka sedang menonton sebuah acara di televisi.
" tumben lu jefer pulang agak siang biasanya juga sorean pulangnya?". kata risya.
" itu karna gue gak ekstra di sekolah jadi bebas lah guru nya juga rapat". kata jefer.
" widihhh ada pacar nih, kenalin dong ris pacar lu ke Abang lu ini?". kata Rion dengan menampilkan gaya kerennya.
" dia bukan pacar gue". kata risya.
" yudah sini lu gabung sama kita". kata Ryan mengajak.veno pun duduk di salah satu bangku yang berada disamping Rion.
risya hanya berdiri terdiam saat melihat kakaknya begitu dekat dengan veno.
" oh ya nama lu siapa?". kata jefer sambil menyerahkan makanan ringan ke veno.
" nama gue veno". kata veno singkat.
" oh lu pacar nya sih risya kan?". kata Rion menyambung kan pembicaraan mereka.
" apaan sih lu?, gue gak pacaran sama dia". kata risya kesal. risya pun meninggalkan mereka berempat sedangkan Hanza lagi membuat teh hangat untuk veno.
apaan sih mereka kek penasaran banget sama hubungan gue dan veno dalam hati risya
Risya sudah berada di kamarnya dan dia pun Menganti kan pakaian nya. stelah risya Menganti pakaiannya. risya pun keluar dari kamarnya dan menuju kedapur bawah yang berada diruang tamu kedua. di dapur masih ada Hanza yang sedang menyiapkan minuman untuk anak anaknya juga.
" eh kamu mau ngapain disini?". kata Hanza.
"ayah, risya mau bicara sama ayah?". kata risya
" ohh silahkan kamu mau bicara apa ke ayah?". kata Hanza.
" ayah tadi disekolah ada Andrew". kata risya.
Hanza pun berhenti dari aktivitas membuat tehnya.
__ADS_1
"Andrew pindah sekolah?". kata Hanza penasaran.
" iya ayah, ayah tau kenapa Andrew bisa pindah ke SMA baza ?". kata risya.
"hmmm, ayah kurang tau nak, tapii dia gak macam macam kan sama kamu di sekolah?". kata Hanza sedikit khawatir terhadap putrinya.
" sempat sih ayah, tadi Andrew mau ajak bicara cuman risya takut dia macam macam dan untungnya masih ada veno". kata risya.
" syukur lah". kata Hanza lega.
" tapi ayah aku takut kalau Andrew balik ke negara kita, apa dia bakal mulai ngehancurin keluarga kita ya?". kata risya sedikit khawatir.
FLASH *****BACK*****
Risya mengingat masa SMP ketika dikelas 7 dan bertemu Andrew yang berbeda kelas.
Risya mengira bahwa Andrew adalah anak yang paling bodoh dikelasnya karna penampilan masa saat itu Andrew sangat jelek dengan penampilan yang berkaca mata dan kepala dibotakin juga berpakaian yang sangat benar benar culun. tapi herannya Risya bisa suka sama Andrew dengan penampilan Andrew dimasa SMP-nya.
bagi Risya andrew adalah orang yang baik dan tidak peduli dengan ucapan orang orang yang membully Andrew, menjelekkan penampilan andrew. namun begitu bodohnya dan percaya kepada Andrew ketika Andrew menembak Risya dan Risya menerimanya begitu saja dan tidak tahu bahwa Andrew sebenarnya memanfaatkan Risya untuk meningkatkan perusahaan ayahnya Andrew. dan Risya menyesal dan percaya begitu aja terhadap andrew, bukan hanya itu saja Andrew juga tahu identitas Risya yang sebenarnya bahwa risya memiliki kekuatan yang tidak diketahui jelas oleh Andrew. akhirnya setelah adanya pertengkaran antara keluarga Hanza dan handri(nama ayah Andrew), Handri meninggalkan negara nya dan tinggal disebuah negara yang memiliki ekonominya lebih tinggi.
Risya putus dengan andrew saat mau ujian sekolah disemester genap. mereka sudah tidak bertemu lagi dalam 3 tahun lalu.
Risya berhenti mengingat masa lalunya.
" kamu lagi mikirin apa nak?". kata Hanza.
" ahh gak yah cuman inget masa lalu aku aja". kata risya.
" sudah gak usah diinget, dan mungkin mereka kembali bukan mau membalas dendam, siapa tau aja mereka ada urusan kerja disini". kata Hanza.
" ya mudah mudahan saja ya ayah". kata risya.
" iya nak".
Hanza dan Risya menuju keruang tamu utama . Risya melihat kakaknya sangat akrab dengan veno, diajak main game sama kakak kakaknya Risya. Hanza menaruhkan minuman teh di meja depan anak anaknya agar mereka bisa langsung minum.
" eh bisa tidak kalian berhenti main game?" kata Hanza.
"tidak bisa ayah ini tuh penting buat dikalah kan". kata jefer.
" ya setidak nya berikan waktu untuk kalian belajar nyanyi kek, atau belajar mata pelajaran atau niat kegiatan kalian yang kalian bisa dan mengembangkan niat kalian bisa kan?". kata Hanza
" udah diam!, main sebentar kok, lagian dikit lagi kalah main epepnya udah gak usah ganggu lu ris!". kata Rion.
" ihhh dikasih tau nya ngeyel, dahlah". kata risya dan mengambil makanan yang ada dimeja.
" ya sudah ayah ke ruang kerja ayah dlu ya, veno nanti setelah main game, keruang kerja saya ya". kata Hanza.
" iya om". kata veno singkat.
Hanza pun meninggalkan mereka, dan pergi keruang tempat kerjanya.
" eh veno lu akrab banget dah sama ayah gue, lu baru pertama kalikan main kesini?". kata Ryan.
" iya gue juga binggung Ama diri gue dan sama ayah lu". kata veno..
" ya elah gue kalah dahlah gue males main lagi, lebih baik rebahan gue". kata jefer
" rebahan Mulu lu, gak takut di goda sama kunkun". kata Rion.
" hah? kunkun?". kata jefer.
" iya kuntilanak". kata Rion.
" heh!, emang bisa kuntilanak goda gue".kata jefer.
"ya lu rebahan Mulu". kata Rion.
" dahlah gue pengen ke atas pengen tidur". kata jefer
" oh ya veno, lu gak ke atas ?" kata risya.
" iya gue keatas dimana tempat ruangnya?". kata veno.
" lu naik keatas lewatin tuh anak tangga abis lu lewatin smpe 2 lantai lu belok ke kanan dan lihat papan nama ayah gue yaitu Hanza dah itu aja". kata risya.
" oh yaudah gue ke atas dlu". kata veno.
__ADS_1
sebelum veno pergi veno mencium kening risya.
" ihhh venooo apa apaan sih lu cium gue??". kata risya sambil mengusap keningnya.
veno hanya tersenyum melihat risya kesal, sedangkan Rion dan Ryan menjadi cemberut gara gara kelakuan veno.
"apa sih kalian malah liatin gue, kepengen ya?". kata risya mencoba mengejek Rion dan Ryan.
" heh, gaklah yang ada tuh cowok lu gak tahu malu, ciuman didepan orang jomblo". kata Rion.
" ya lu makanya jangan jomblo terus". kata risya.
" dahlah Rio ga usah ditanggapin omongan ris, lebih baik lu sama gue ke kantor ngurusin pekerjaan ayah yang masih tunda". kata Ryan.
" yudah lah kita berangkat". kata Rion.
ditempat ruang kerja Hanza
" nak veno, saya binggung dengan sikap saya ke kamu?". kata Hanza
" maksudnya om gimana ya? ". kata veno
" ya ketika ketemu sama kamu tuh ada yang berbeda padahal cuman liat kamu dari jendela aja terasa banget ada yang berbeda daripada orang lain". kata hanza.
" maaf om kalau sebelumnya apa om belum pernah berteman dengan orang lain misalnya sahabat?". kata veno
" heh, saya dari dulu gak pernah punya sahabat, ya hanya teman biasa tapi jarang buat berkomunikasi satu sama lain. tapi ketika saya bertemu dengan kamu saya melihat aura kamu dan itu sangat berbeda apa kamu juga memiliki kekuatan Z ?". kata hanza yang membuat veno terkejut.
" maksudnya om curiga dengan saya karna saya punya kekuatan Z?". kata veno
" saya tidak curiga hanya penasaran saja, jika itu benar benar kamu memiliki kekuatan Z kamu tidak perlu untuk menyembunyikan kesaya. kamu boleh memberitahukan saya?". kata hanza
" tebakan om sangat benar saya memang mempunyai kekuatan Z. sekarang saya ingin bertanyakepada om?". kata veno
"boleh kamu boleh bertanya dengan saya". kata hanza
" saya hanya ingin memastikan apakah anak putri om ini juga memiliki kekuatan Z level 7, saya juga merasakan auranya dari tubuh risya. apakah itu benar ?". kata veno.
" itu benar risya memang dari lahir sudah memiliki kekuatan Z dan tidak seperti kakak" nya yang hanya sampe level 3, namun risya berbeda dengan kakak"nya dia langsung memiliki level 7, sampe istri saya meninggal , awalnya saya kecewa dengan memiliki anak terakhir , perlahan perlahan saya ikhlas atas kejadian hal itu. dan saya tebak kamu mmeiliki level 15 ya?". kata hanza.
" iya om saya sudah memiliki level 15 makanya saya dapat mengetahui aura orang lain". kata veno
" iya nak saya tau,hanya saja kamu harus lebih berhati hati dengan orang lain yang mencoba mencelakai mu". kata hanza untuk mengingatkan
" kenapa om?". kata veno
" om hanya khawatir ke kamu secara kamu itu di umur 16 tahun harus berhati hati karena mungkin diantara orang yang kamu dekat dan kamu melihat aura orang lain yang berwarna biru kamu harus bisa menjauh darinya jika kamu tidak bisa, dia akan merusak diri kamu dan mengambil semua kekuatan kamu dari level kecil hingga besar apalagi dengan orang yang auranya berwarna hitam maka kamu harus bisa belajar bela diri untuk tingkat tinggi dan menjadikan kekuatanmu Sampai level 20, dengan begitu kamu bisa melawan orang yang memiliki aura hitam atau biru. sebab orang yang memiliki aura hitam adalah orang yang bisa juga melihat aura kita sedangkan orang yang beraura biru belum sepenuhnya melihat secara jelas. dan selanjutnya kamu harus lebih waspada jika orang beraura hitam langsung tidak sadar kan dengan tingkahnya yaitu misalnya dia diam diam menyerang mu dari belakang menusuk inti kekuatan yang ada dibelakang punggung mu, segeralah kamu menyadari dari gerak geriknya dan jangan sampe kamu terkena pisau tersebut tepat inti kekuatan di punggungmu jika kamu terkena maka dengan mudahnya dia dapat mengambil semua kekuatan mu, jadi om harap kamu bisa menjadi orang yang kuat dan bisa melawan musuh musuhmu yang ada disekitarmu atau orang lain". kata hanza panjang lebar.
" begitu ya om trima kasih sudah memberitahukan saya, orang tua saya juga seperti itu menasihati saya panjang lebar kaya om". kata veno
" ya kan saya juga termasuk orang tua, saya juga punya anak 6 dan saya harus bisa mendidik anak saya dengan baik". kata hanza
" om saya ingin bertanya om memiliki kekuatan level berapa? saya melihat dipunggung om tidak terlihat inti kekuatannya?". kata veno.
" heh kamu pasti akan tau jika level kekuatan mu sudah 25 level". kata hanza.
" oh gtu ya, ya sudah karna om sudah menasihati saya, saya akan berpamit pulang". kata veno
" baiklah , oh ya satu lagi jangan lupa pake jaket untuk menutup inti kekuatan dipunggung mu". kata hanza
" baik om saya akan menutupinya dan tidak akan ketahuan". kata veno
" kapan kapan saya ingin bertemu dengan orang tua mu". kata hanza
" iya om nanti saya sampaikan keorang tua saya". kata veno
" ya sudah kamu boleh keluar dri ruangan kerja saya". kata hanza
" saya permisi om". kata veno lalu meninggalkan Hanza sendirian. veno menuruni tangga dan melihat risya yang sedang berada diruang tamu utama.
"oyy nonton apa lu?". kata veno
" ihhh ngagetin aja bilang kek lagi apa, jangan tiba tiba lu tepuk pundak gue". kata risya
" ya maaf abis lu serius banget nonton sambil ngemil". kata veno
" ya lu gak liat gue lagi nonton Drakor Vincenzo . oh ya kok lu lama banget sih diruang kerja bokap gue, ngobrol apaan lu?". kata risya penasaran
__ADS_1
" ada deh. pokoknya rahasia, dah lah gue pulang dulu ya ". kata veno langsung mencium kening risya dan meninggal kannya.
" kan kebiasaan cium kening gue Mulu ehhhhh gue belum selesai ngomong!!, dah lah gak bakal juga ngasih tau ntar juga gue bakal tau huh". kata risya kesal