Si Cantik Yang Memiliki Kekuatan Z

Si Cantik Yang Memiliki Kekuatan Z
BAB 9 Risya mengetahui kekuatan Veno


__ADS_3

risya kesal dengan sikap veno yang terus mencium keningnya.


"ihhh apaan sih tuh orang cium kening gue Mulu, emang jidat gue mulus ya?, suka banget tuh orang". kata risya sambil mengaca dirinya di kamarnya.


risya penasaran dengan pembicaraan ayahnya dengan veno. karena Risya penasaran sekali dia pun pergi ketempat ruang kantor Hanza.


" ayahhh Risya mau nanya?". kata risya sambil mengambil kursi di belakang Hanza dan duduk di samping Hanza.


"apa nak?". kata hanza


" ayah tadi bicara apa aja sama veno?". kata risya


"kenapa kamu penasaran yaaa?". kata hanza


" ih Ayah serius?". kata risya


" tidak nak, cuman hanya pembicaraan biasa, ayah hanya ingin tahu saja gitu sama veno seperti apa kan". kata hanza


" tapi kan ayah gak pernah tuh ajak orang lain masuk, malah ngelarang aku buat ajak teman teman kerumah". kata risya


" emang kamu punya teman?". kata hanza


" ya iya lah ayah aku punya, cuman hanya satu sih". kata risya


" ohhhh bukannya kamu dimusuhi ya sama teman teman kamu karena anak ayah yang begitu cantik?". kata hanza sambil bercanda


" gaklah ayah yang ada tuh mereka iri sama aku". kata risya


" iya deh, kenapa ayah suruh veno masuk? karena menurut ayah veno itu berbeda dengan lain. kamu tau apa yang berbeda dengannya?". kata hanza


" tidak ayah?, cuman waktu pertama masuk sekolah dia tau kalau aku punya kekuatan Z, dan aku pikir dia punya kekuatan aura tubuh kan?". kata risya


" hmmm sepertinya kamu sudah seharus nya tau". kata hanza


" emang apa yang sudah seharus nya aku tahu ayah?". kata risya penasaran


" ayah waktu itu pernah ceritakan ke kamu tentang aura tubuh kan?". kata hanza


" pernah sih ayah, ayah bilang kalau orang yang punya kekuatan tubuh adalah orang yang tahu kalau kita punya kekuatan baik besar ataupun kecil dan ayah bilang bisa jadi dia dapat dengan mudah merampas atau mudah mengetahui kekuatan seseorang yang memilki kekuatan itu. dan juga ayah menjelaskan kalau orang yang memiliki aura tubuh adalah orang yang juga punya kekuatan Z. dan disitu aku masih binggung karena ayah tidak menjelaskannya secara lebih jelas lagi". kata risya.


" iya memang benar, jadi seperti ini nak, sebenarnya orang yang memiliki aura tubuh ada yang jahat dan ada yang baik. ayah akan jelaskan yang jahat dulu, jadi orang yang memiliki aura tubuh ada 2 tipe melalui warna, yang pertama adalah orang yang memiliki aura tubuh berwarna biru, adalah orang yang masih belum sepenuh nya bisa melihat aura tubuh manusia yang memiliki kekuatan seperti kita. sedangkan yang berwarna hitam adalah orang yang sangat jelas melihat aura tubuh manusia yang memiliki kekuatan seperti kita". kata hanza


" oh seperti itu ayahhh, tapiii yang si warna biru itukan belum sepenuhnya melihat aura kekuatan kita. nah itu aku masih gak ngerti?". kata risya yang masih kurang paham.


" jadi gini si warna biru itu akan bisa melihat kekuatan kita tapi tidak kurang jelas dan hanya sedikit yang dia lihat dan belum bisa dia melihat sepenuhnya, kamu mengertikan ?". kata hanza


" oh iya aku ngerti, terus lanjut ayah?". kata risya


" lalu orang yang beraura tubuh bagi yang baik adalah orang yang memiliki kekuatan Z namun dia harus memiliki level sampai 15 dan sampai 30....." kata hanza


" ohhh, jadi aku juga bisa yah liat aura tubuh manusia juga, cuman kekuatan aku ini harus sampe level 15-30 ?". kata risya yang baru tahu bahwa kekuatannya harus bisa level 15.


" iya nak, kamu bisa asalkan kamu latihkan kekuatanmu sampai level 15 seperti veno ". kata hanza


" berarti veno juga punya penglihatan aura tubuh juga dong yah". kata risya


" iya nak, hanya saja jika kamu memiliki penglihatan itu juga kamu harus berhati hati dengan orang yang memiliki aura tubuh berwarna hitam dan biru karena dia akan bisa merampas kekuatan kamu dari inti kekuatan kamu dipunggung kamu nak, apalagi lebih berhati hati ke aura hitam dia akan merampas kekuatan mu dengan berbagai cara. makanya kamu kalau ingin memiliki penglihatan itu harus bisa samapai level 15 dan 30 kalau kamu sudah sampai level 30 maka kamu bisa melawan mereka". kata hanza.


" wah keren, Risya mau lah punya level 15 dan 20 biar bisa lihat asli warna nya heheheh". kata risya


" boleh tapi kamu jangan suka malas, kamu apa apa disuruh sama ayah aja sebentar malah ntar ajalah, besok ajalah". kata hanza


" ya maaf, kan itu dulu sekarang mungkin aku besok berubah heheh. kata risya


" oh ya satu lagi ayah lupa bilang sama veno tentang aura tubuh warna biru, sebenarnya aura yang berwarna biru bisa dapat meningkatkan penglihatannya dengan cara dia merampas semua inti kekuatan yang ada dipunggung veno dan dia akan menaiki level nya sampe 27 karena level veno kan 15 sedangkan dia level 12 maka menaik lebih kali lipat" kata hanza dengan rinci.


"jadi ayah harap kamu risya harus berhati hati lah sama level 12 ini ya walau pun tidak jauh dari kamu juga cuman dia bisa melihat aura tubuh itu takutnya ancamannya lebih berbahaya karena hawa keinginan mereka lebih tinggi daripada aura tubuh berwarna hitam untuk mendapatkan kenaikan level kekuatan mereka, namun harus diingat mereka bukan bagian dari kita tapi bagian dari yang lain jadi istilah seperti kekuatan lain selain dari kekuatan Z". kata hanza.


"oke ayah aku akan sampaikan ini kepada veno dan terima kasih juga udah kasih tau lebih jelas, risya paham dan risya jadi lebih semangat belajar bela dirinya buat bisa naikin level ini". kata risya yang penuh dengan semangat.

__ADS_1


"tidak apa apa nak perlahan lahan kamu akan bisa dan cara lebih mudah itu meditasi yang baik, tapi tidak semudah yang kamu pikirkan". kata hanza


"oke ayah, aku balik kekamar mau pelajari bela diri heheheh" kata risya dengan semangat.


"iya nak, ntar ayah suruh bibi buat bikinin makanan kesukaan kamu yaa" kata hanza.


"ya ayah, tapi jam 5 aja yah sekalian buat makan sore ". kata risya


"ya nak" kata hanza.


"bi.. bikinin makanan kesukaan risya ya, ketiau goreng ya bi". kata hanza yang sudah ada didapur masak.


"baik tuan saya akan buatkan" kata bibi Rema


" tapi buat nya jam setengah 5 aja soalnya risya minta jam 5 makannya sekalian makan sore deh bibi". kata hanza


"baik tuannnn sipp saya bakal buatkan dan tentu pastinya bakal enak". kata bibi Rema


"yudah bi, saya lanjut kerja oh ya buat kan saya kopi ya bi". kata hanza yang sudah berada dianak tangga.


"baik tuan bakal saya buatkan". kata bibi rema sambil acung kan jempol.


Dikamar risya....


"hmm apa ya yang harus dimulai? ohh yaa dasar karate dulu gue pelajari". kata risya sambil mempraktikkan gerakan karate dengan buku yang sudah diberikan oleh sekolah.


setelah risya mempelajari dasar dasar karate risya pun beristirahat sebentar, sekalian menunggu makanan kesukaannya yang dibuat oleh bibi Rema.


risya memutuskan untuk mandi karena badan nya sudah berkeringat dan bau, risya mengambil handuk yang tergantung di jemuran dan dia pun masuk kekamar mandi.


setelah selesai mandi dan sudah berpakaian yang rapih risya pergi kedapur untuk melihat makanan kesukaannya yang sudah disiapkan oleh bibi rema.


"wahhh bi rema tau aja kesukaan makanan aku, oh ya bi besok buatkan ketiau ini lagi ya bi buat makan disekolah. aku malas harus beli makanan disekolah". kata risya sambil mengunyah makanannya dimeja makan.


"iyaaaaaa nonaaa cantikkk saya bakal buatkan kok buat nona cantik ini yang manis imut, lucu hahaha, nona tau gak saya senang sebenarnya bisa bekerja disini entah kenapa saya merasa nyaman aja bekerja disini karena ada nona, tuan Jefer, Rion, Ryan, Arya, dan mba Vira serta pak hanza" kata bibi Rema.


"oh benarkah nona yang milih saya?" kata bibi Rema


"iya bi, dan ayah setuju setuju aja yang pentingkan cari yang mau bekerja dengan tulus dan benar benar ingin bekerja disini asalkan bibi bekerja nya dengan sabar hehehehe". kata risya.


"iyaaaa nonn saya tau kok, dan saya senang bisa bekerja disini, keluarga nona sangat hangat dan nyaman dan tentram damai sejahtera". kata bibi rema yang memuji keluarga hangat hanza.


"iya bibiku eh jangan bibi deh manggilnya, mama Rema aja, boleh kan ma?". kata risya


"eh.. ehhhh jangan jangan saya gak enak dipanggil seperti itu, saya kan disini bekerja bukan sebagai mama nona risya". kata bibi Rema yang tersipu dengan perkataan risya.


"gak papa bibi, aku kan dari dulu gak pernah merasa kan kasih sayang dari mama, karena dari bayi pas mama lahirin aku mama udah gak ada karena ngelahirin aku". kata risya yang menundukkan kepalanya karena merasa bersalah dengan almarhum mama Novia.


"nonn sudah jangan sedih, saya gak bisa melihat non sedih begini saya suka lihat non bahagia, it's okay bibi izinin kamu manggil mama, bibi bakal manggil non risya risya saja boleh?". kata bibi Rema yang sambil memeluk risya.


"boleh ma, tapi benar ma aku manggil bibi mama?". kata risya yang matanya bersinar karena bahagia bisa manggil bibi Rema yaitu mama.


"boleh sayang, boleh banget kok". kata bibi Rema


"yeahhhhh akhirnya aku bisa manggil bibi mama heheheh, seneng bgt ma". kata risya yang memeluk bibinya sebagai mama.


sedangkan dilantai 2 hanza melihat putrinya senang dan bahagia karena ada Rema yang membuat risya sebahagia itu. hanza turun dari anak tangga dan menghampiri risya dan Rema.


"risya kamu kenapa?". kata hanza


"risya senang ayah bisa manggil bibi Rema mama heheheh" kata risya yang juga memeluk ayahnya.


"ohhhh gituuu, tidak apa apa nak, yang penting kamu bahagia". kata hanza dan melirik Rema dengan senyuman manisnya.


Rema tersipu malu karena baru kali ini melihat ayah hanza tersenyum kepadanya. dan Rema memberikan senyuman balik kepada hanza.


"ya sudah ini dah jam 7 malam kamu kekamar sana ayah mau lanjut kerja disini, bosan ayah diruang kerja mulu". kata hanza.


"iya ayahh, ya sudah mama ini piring aku yang cuci". kata risya.

__ADS_1


"eh jangan risya biar mama aja yang cuci piring nya sini". kata Rema


"gusah ma aku aja". kata risya


"ya sudah kalau gitu". kata Rema


"oh ya buatkan saya teh bi rema". kata hanza


"baik tuan saya buatkan teh yang enak buat tuan" kata Rema.


"kok ayah bilang bi rema sih?". kata risya


"lah terus ayah harus bilang bibi mama juga hah?". kata hanza


"ya iya donggg, ayok ayah harus bilang bibi Rema mama, aku gak mau tau aku mau denger ayah bilang bibi Rema yaitu mama". kata risya yang membujuk ayahnya dengan memaksa.


astaga ini anak, haruskah aku bilang dia mama astaga, bikin malu saja. dalam hati hanza.


"tidak" kata hanza


"ohhh tidakk yaa okeee rasakan ini". kata risya sambil menggelitiki ayahnya.


"hahahahahahhahah kamuu astaga risya udah stop, okeeyyyy ayah panggil bibi Rema mama". kata hanza dan risya pun memberhentikan perbuatannya.


"cepet ayah panggil bibi yaitu mama". kata risya


yaampun Tuhan bantu aku bagaimana ini tidak bisa aku langsung bilang bibi Rema yaitu mama gimana ini Tuhan. dalam hati hanza.


"mama buatkan saya teh". kata hanza yang memulai memerah pipinya.


"a... ii..yaa... tuan saya buatkan". kata Rema yang memerah pipinya juga karena malu dipanggil mama.


"ayah terlalu kaku bilang nya ish coba ngomong sekali lagi jangan terlalu kaku ayah kayak gini nih " mama buatkan aku teh ya" gitu ayah cepet". kata risya


"it's okayy ayah coba, mama buatkan aku teh ya" kata hanza Yang semakin memerah pipinya.


"AA iya tuan" kata Rema


"bibi juga jangan bilang tuan tapi ayah heheheheh". kata risya


"hah haruskah mama bilang kayak gitu" kata Rema


"iya ayok mama bilang ayah". kata risya


"baik aa...a.ayah". kata Rema dengan wajah yang memerah dan langsung membuatkan teh buat hanza.


"hehehehehehehhe nahh gitu dong". kata risya dengan penuh kebahagiaan di ruang makan tersebut.


astaga nih anak ampun deh, tapi tidak apa apa melihatnya bahagia seperti itu artinya saya berhasil membuat dia senang dan bahagia punya keluarga seperti ini. kata hanza yang sambil tersenyum dan melihat anaknya yang sedang bahagia.


" ini ayah, teh sudah saya buatkan". kata Rema


"ohh iya makasih ya mama". kata hanza


"huaaa ayahhh aku jadi baper sama kalian berdua, kalian berdua sangat cocok hehehehe" kata risya dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua diruang makan.


"maaf kan anak saya ya, dia memang suka bercanda". kata hanza meminta maaf kepada Rema


"ohh iya tuan tidak apa apa tapi saya melihat risya anak yang ceria tadi sempat menangis karena almarhum mamanya, namun saya mencoba hal yang terbaik agar risya gak jadi bersedih". kata Rema


"iya terima kasih ya sudah membuatnya seperti ini, tapi kalau berkenan kamu bisa panggil saya ayah dan saya bisa manggil kamu mama biar risya bisa merasakan kasih sayang dari mamanya, bisakah ?". kata hanza yang memohon kepada Rema.


"bisa saja tuan asalkan itu yang membuat risya nyaman sama saya dan senang". kata Rema


"oke untuk hari hari berikutnya saya bakal manggil kamu mama". kata hanza


"aaa iya tuan". kata Rema yang semakin tersipu dengan ucapan hanza.


oke guys terima kasih yang sudah membaca maaf ya jika ada salah kata ataupun kurang berkenan dan maaf juga saya tidak sering membuat cerita ini karena saya sibuk sekolah dan ya saya sudah selesai dan mungkin suatu saat cerita ini bakal berlanjut. oke guys itu aja sih. thank you for reading I hope you can like and comment on this story. ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2