Si Cantik Yang Memiliki Kekuatan Z

Si Cantik Yang Memiliki Kekuatan Z
bab 7


__ADS_3

bertemu mantan di sekolah


“ udah sana keluar, kalian tidak istirahat?”. Kata pak barus.


“ iya pak kami akan keluar”. Kata risya dan langsung menarik kerak baju veno untuk pergi dari ruang guru.


“ lu ngapain sih narik baju gue, lepasin gak?!”. Kata veno dan berusaha melepaskan tangan risya dari bajunya.


“ lagian lu ngapain sih pake nada suara begitu ke pak barus?”. Kata risya.


“ kenapa lu jijik dengan nada suara bicara gue iya?”. Kata veno.


“ ya iya lah, pak barus aja geli dengan bicara lu itu”. Kata risya.


“yudahlah kekantin yuk”. Kata veno sambil mengenggam tangan risya.


“ ngapain sih lu pengang tangan gue, lepasin!”. Kata risya.


Veno hanya diam dan terus berjalan kekantin dengan mengenggam tangan risya.


Mereka pun memesan makanan yang mereka suka.


“ pak pesan ya... bakso isi daging aja deh sepuluh ribu”. Kata veno.


“ eh aku juga deh pak”. Kata risya.


“ ini kalian mau pakai sambel atau saos?”. Kata tukang bakso.


“ tidak usah pake apa apa deh pak”. Kata risya.


“ saya juga sama deh pak”. Kata veno.


“ baik kalau gitu saya permisi dulu ya”. Kata tukang bakso dan meninggalkan mereka berdua.


Risya dan veno hanya terdiam dan melihat sekeliling mereka dan tatapan Risya tertuju ke arah pasangan yang sedang memakan bakso saling suap suapan. Veno pun melihat arah tatapan risya. Veno akhirnya tersenyum.


Beberapa menit makanan yang mereka pesan pun datang...


“ ini ya baksonya silahkann...”.kata tukang bakso yang menyadarkan Risya dari tatapan itu dan tukang bakso itu menaruhkan mangkok dimeja mereka. Risya pun melihat baksonya, wow enak nya aduh wangiii jadi laper pengen cepat cepat makan dalam hati Risya. Tukang bakso itu langsung meninggalkan mereka berdua.


risya langsung memakan baksonya dengan perlahan. Sedang kan veno memberikan suapan bakso ke risya, risya pun terheran dan memakan bakso yang diberikan veno dari sendoknya.


“ enak?”. Kata veno.


“ ya enak lah namanya juga bakso”. Kata risya.


“ oh ya nanti pulang sekolah bareng ama gue?”. Kata veno yang masih memakan baksonya.


Risya terhenti makannya, “ hah?, mau anterin gue?, tidak usah lah biar gue pulang sendiri". kata Risya sambil melanjutkan makannya.


"udah gak papa biar gue aja yang anterin lu, lu gak perlu pulang sendiri?". kata veno.


" gak ah, bukannya lu nanti dijemput sama bodyguard lu itu?". kata risya.


"gak, gue udah nyuruh mereka buat gak ngikutin gue terus". kata veno.


" kenapa lu nyuruh mereka berhenti?". kata risya.


" ribet ada mereka, gue gak bisa ngapain ngapain". kata veno.

__ADS_1


" bokap lu keknya manjain lu terus yaa?". kata risya.


" ya gitu dah, padahal gue udah nyuruh dia gak usah manjain gue pake segala bodyguard lah dan takut gue selama sekolah dia anggap gue anak yang mulai gak baik gitu". kata veno.


" ohhh gituu". kata risya.


setelah mereka selesai makan dan bayar risya dan veno langsung pergi ke kelasnya.


sesampai di kelas risya dan veno pun memberitahukan untuk menentukan pemilihan ketua dan wakil kelas.


"teman teman dengerin gue dulu?". kata risya.


" ada apa lu?". kata salah satu murid dikelasnya.


" ada pengumuman dari pak Barus, katanya kita harus pilih buat nentuin siapa yang bakal jadi ketua dan wakil kelas, jadi gimana siapa mau nentuin nih?". kata risya dan mengeluarkan spidol dari laci meja guru untuk menulis nama ketua dan wakil di papan tulis.


" kenapa gak lu aja yang jadi ketua kan lu cewek, kebanyakan cewek yang jadi ketua ya gak bro?". kata murid dari salah satu nya


" iya tuh, kan lu cewek satu satunya disini, kenapa gak lu?". kata siswa itu.


" kalau gue gak bisa dijadiin ketua karna gue gak mau ngurusin kalian, nah jadi siapa yang mau jadi ketua dan wakil?". kata risya.


tiba tiba...


"gue aja yang jadi ketua disini!". kata laki laki yang berada didepan pintu.


semua murid dikelas pun menatap seseorang yang berada di depan pintu itu dan Risya pun sama tapi risya kaget karna melihat laki laki itu adalah mantan pacar risya yaitu Andrew.


Andrew, kenapa dia ada disini dalam hati risya.


Andrew menghampiri risya dan menatap Risya dengan seksama.


sedangkan tatapan Risya tidak bisa berhenti dari Andrew tanpa disadari pak Barus pun datang dan Risya berhenti menatap Andrew yang sedang duduk sambil membaca bukunya.


pak Barus memulai bicara " bagaimana sudah menentukan ketua dan wakil kelas nya risya?". kata pak Barus.


" baru saja ketuanya pak dan wakilnya saya kurang tau gimana kalau bapak nentuin saja?". kata risya.


" baiklah kalau begitu oh ya tadi ada anak baru yang masuk dari kelas kita?". kata pak Barus dan melihat anak baru yang sedang membaca buku.


"kalau begitu perkenalkan diri kamu nak?". kata pak Barus.


Andrew pun berjalan kedepan dan mulai memperkenalkan diri.


"kenalin nama gue Andrew handriwa". kata Andrew dan langsung ketempat mejanya.


"ya sudah anak anak bapak tentuin ya wakil nya gimana kalu wakilnyaaaa... ( sambil melihat anak murid muridnya) veno sajaa, kalau begitu tidak ada kata tapi tapian oke". kata pak barus.


ya baru aja mau angkat tangan adehh tuh guru gak bisa apa gue mesraan sebntar sama samping gue dalam hati veno.


" ya sudah risya kamu duduk ya, sekarang kita akan memulai pelajarannya lagi. silahkan di buka buku kalian ya ". kata pak Barus.


Risya duduk dan masih agak sedikit melirik ke Andrew. hah kenapa harus ada Andrew sih yaampun udahlah gue move on ajah walau ada dia dalam hati risya.


Andrew sebaliknya sedikit melirik ke risya.


veno penasaran dengan tatapan risya ke anak baru itu. tapi veno menahan penasarannya karna tidak mau dipanggil keruang guru lagi cuman gara gara soal bercanda dikelas.


setelah pembelajaran pak Barus selesai dan tepat bel pulang sekolah berbunyi...

__ADS_1


risya sudah merapikan buku buku nya kedalam tas dan Risya hendak ingin meninggalkan kelas tetapi Andrew memanggilnya namun ketika Andrew memanggil, veno langsung menarik lengan Risya untuk pergi keluar.


"apaan sih lepasin gue?!". kata risya yang berusaha melepaskan lengannya dari tangan veno.


" sakit tauuu, bisa gak sih lu pelan pelan?". kata risya.


"ya maaf kalau sakit sini gue elus biar gak sakit?". kata veno.


" gak usah". kata risya.


"hari ini lu harus gue anter pulang titik gak pake koma". kata veno.


"iihh, maksa banget sih lu. yudah iya lu boleh anterin gue kerumah gue, tapii jangan mampir kerumah gue oke?". kata risya.


" iya iya". kata veno dan menyerahkan helm kepada risya.


ketika risya ingin naiki motor veno ada yang memegang tangan risya yaitu Andrew.


" lu harus ikut gue sebentar?!". kata Andrew dengan menatap risya.


" gak mau, lepasin gak Andrew?!". kata risya dengan nada kerasa.


"gak lu harus ikut gue dulu intinya". kata Andrew dan menarik tangan risya agar risya turun dari motor veno.


" apaan sih lu Andrew jangan macam macam ya!". kata risya tegas.


veno yang melihat Andrew menarik tangan risya dengan paksa akhirnya ada pertengkaran dari veno dan Andrew.


" lu apa apaan sih maksa cewek buat turun dari motor nanti kalau dia jatuh gimana?!". kata veno sambil menarik lengan Risya yang ada ditangan Andrew.


" lu gak usah ikut campur ya urusan gue sama dia, lagi pula lu siapanya dia? HAH?". kata Andrew dengan amarahnya.


"kok lu ngegas?, lu mau berantam sama gue?, kalau lu mau berantam sama gue jangan di parkir sekolah A***** !!". kata veno yang hampir amarahnya meledak.


" gue gak mau berantam sama lu tapi gue mau lu lepasin tangannya risya, gue mau bicara dulu sama dia ngerti gak lu??". kata Andrew.


" lu kalau mau bicara sama dia boleh, tapi kalau dia gak mau gusah paksa, NGERTI! gak lu?". kata veno.


"ikut gue risya, turun dari motor DIA ?!". kata Andrew memerintah.


" gue bilang gak mau ya gak mau kenapa sih lu maksa?". kata risya.


"wehhh udahhhh yaaaa lu lepasin tangannya risya kalau dia gak mau yudah gak usah maksa dia". kata veno.


" gue bilang gusah ikut campur urusan gue sama risya, dan lu pulang biar gue yang anterin Risya kerumah, lagi pula bokap risya gak bakal setuju buat di anterin pulang putrinya sama lu?, sekarang lu ngerti kan?". kata Andrew yang membuat veno.


" heh!. gue emang gak kenal sama bokapnya dan belum tentu bokapnya suka atau gak sama gue jadi lu lepasin tangan risya SEKARANG?!". kata veno dan melepaskan tangan Andrew dari lengan Risya, veno berhasil melepaskannya.


Risya dan veno pun meninggalkan Andrew yang masih mematung diparkiran motor.


" ahhh sial kenapa sih lu harus sama dia, baru juga gue mau ngungkapin rasa maaf gue ke elu, kenapa susah sih, gak bisa apa di bicara kan baik baik dulu, aahhh ribet kalau ada tuh cowok disamping risya". kata Andrew


dengan kesal.


terima kasih sudah membaca🙏😀


maaf kalau ada kata kata yang kurang tepat😁


semoga terhibur yaaaaa hehehe

__ADS_1


__ADS_2