Si Kutu Buku Menjadi Penulis Hebat

Si Kutu Buku Menjadi Penulis Hebat
Episode 11


__ADS_3

Hampir setiap hari Siti selalu mendatangi rumah sakit untuk menengok Diyon, setelahnya dia baru berangkat kerja ! atau pulang ke rumahnya. Bahkan tak jarang Siti rela menunggui Diyon sehari semalam suntuk, hanya untuk menemani Diyon ! Siti terlanjur sayang dan cinta terhadap Diyon meskipun belum ada ikatan apa apa. Di sana Siti selalu merawat Diyon dari membasuh muka Diyon ! menyisir rambut dan memijit badan Diyon. Bahkan tak jarang Siti juga membantu sang perawat untuk mengurus Diyon,

__ADS_1


...suatu hari Siti libur kerja, bukan pergi liburan justru dia malah pergi ke rumah sakit menunggui Diyon ! melihat kesetiaan Siti terhadap Diyon sang perawat merasa kagum sekali. "Waaahhhh... mbak setia sekali yaaa... sama cowoknya." tutur sang perawat terhadap Siti, jawab Siti tersipu malu "Nggak kok buuu... cuma teman saja." Siti mengelak dia masih belum berani mengungkapkan isi hatinya, karena Diyon belum menyatakan perasaannya ! lanjut sang perawat sambil nyeletuk "Teman tapi mesra ya mbak...!!!;" Sitipun hanya nyengir menutupi malunya, karena dia di ledek terus sama sang perawat ! telah Beberapa hari Diyon mengalami koma. Setiap kali Siti berada di rumah sakit, detak jantung Diyon yang semula melemah kini kian membaik dan mengalami perubahan menjadi lebih baik lagi ! keluarga Diyon sangat bergembira sekali karena keadaan Diyon semakin membaik....

__ADS_1


Suatu hari pak Mahendra dan bu Elsa menyambangi Diyon di rumah sakit, mereka Sangat penasaran terhadap perkembangan Diyon yang semakin mengalami kemajuan dengan pesat ! mereka telah tiba di depan pintu ruangan icu yang di tempati oleh Diyon. Dari luar ruangan sayup sayup mereka mendengarkan ada suara lantunan ayat ayat Allah menggema dari dalam, mereka sangat penasaran sekali ! siapa sesungguhnya yang mensyuport atas kesehatan Diyon yang semakin membaik. Pintupun di buka dengan pelan pelan oleh bu Elsa, pintu sedikit demi sedikit mulai di buka ! dan pintu kamar Diyon mulai terbuka lebar.

__ADS_1


Sitipun melangkah pergi meninggalkan ruangan icu, dia sangat sedih sekali atas apa yang di lontarkan oleh bu Elsa ! ia mash bisa menerima kalau di sebut miskin. Namun ia sangat sakit hati atas di hinanya di rumah sakit, Siti keluar dari rumah sakit bercucuran air mata ! sakit hati atas penghinaan yang di berikan oleh bu Elsa. Ketika Siti pergi tiba tiba layar monitor di samping pembaringan Diyon, berbunyi cepat, dan Diyon mengalami drop kembali ! dokter dan para perawat berhamburan meghampiri Diyon. Bu Elsa menangis histeris melihat Diyon kembali melemah, sementara pak Mahendra berjalan mondar mandir penuh kebingungan dan kepanikkan.

__ADS_1


\*Bersambung\*

__ADS_1


__ADS_2