Si Kutu Buku Menjadi Penulis Hebat

Si Kutu Buku Menjadi Penulis Hebat
Episode 4


__ADS_3

Kini Siti dan teman teman telah lulus sekolah Smp, beberapa tulisannya telah di baca para guru dan teman teman ! sayang sekali tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang Sma. Karena biaya yg terlalu banyak, untuk keluarga Siti ! Siti sangat sedih sekali. Karena sesungguhnya ia tak ingin berhenti sekolah, ia masih pengen bersekolah seperti teman temannya.


Untuk mengisi hari harinya, selain membantu kedua orang tuanya ! Siti juga ikut berjualan kerupuk di lampu merah tak jauh dari rumahnya. Lumayanlah bisa untuk meringankan kebutuhan kedua orang tuanya, dan sebagian bisa ia gunakan untuk beli buku dan pena ! sebage melepaskan rasa jenuhnya seharian beraktiitas.


Kini teman teman tak lagi mendengar kabar Siti, karena mereka semuanya bersekolah di luar kota ! dan terlebih Siti yg jarang bertemu dengan teman teman.


Karena Siti terlalu sibuk dengan mengais rezeki, guna membantu ekonomi keluarganya ! agar kehidupan mereka jauh lebih baik lagi. Setiap beristirahat, saat ia berjualan di lampu merah ! Siti masih menyempatkan diri untuk menulis. Meskipun ia kelelahan usai mengais rezeki, namun Siti tak pernah mengeluh dan putus asa ! ia tetep semangat meskipun terkadang ada orang yg tidak mendukung.


Hari itu nampak sepi tak seperti biasanya, Siti tak segera pulang ke rumah ! pengapnya polusi udara ia hiraukan. Dan hiruk pikuk suara keramaian jalanan tak ia pedulikan, di bawah pohon yg rindang ! tak jauh dari lampu merah Siti tengah asyik menulis.


Tiba tiba dari arah hulu, anak anak ngamen dan para pemulung berlarian ! dan berteriak "Ayo lariiiii.... ada satpol pp datang." Sontak Siti terperanjat, iapun ikut panik dan gugup ! ia letakkan bukunya begitu saja. Ia berlari sembunyi agar tak tertangkap satpol pp, ia hanya membawa dagangannya ! dan bukunya tertinggal di bawah pohon tadi.

__ADS_1


Setelah satpol pp pergi, Siti kembali ke lampu merah ! namun sayangnya bukunya juga di angkut oleh mereka untuk di buang. Siti sedih sekali karena buku satu satunya yg dia gunakan telah gak ada, terlebih tentu sangatlah mahal bagi keluarga Siti ! untuk membeli sebuah buku sekalipun.


Telah sebulan Siti tak menulis lagi, namun ia tk tinggal diam begitu saja ! ia isi hari harinya menulis di tumpukan kardus. Yg telah di buang ke tempat sampah, begitu tinggi dan kuatnya cita cita dari seorang Siti ! yg bercita cita ingin menjadi seorang penulis hebat.


Telah tinggi tumpukan kardus yg di pakai Siti untuk meulis, dan Bu Utari tak mengetahui bahwa kardus itu sengaja di kumpulkan oleh Siti ! dan ketika ada tukang rongsokan lewat di depan rumah. Bu Utari menjual tumpukan kardus tersebut, kepada si tukang rongsokan ! dan kardus tersebut di beli dengan harga yg mahal.


Yaaaa... Bu Utari sengaja menjual kardus kardus tersebut, karena beliau juga kepepet ! tidak mempunyai uang belanja karena sang suami tidak bekerja . Kelelahan karena faktor usia yg tak muda lagi, uang tersebut lalu di belanjakan oleh Bu Utari, dari beli beras hingga bumbu dapur.


Siti senang akhirnya ia bisa mengikuti event tersebut, cita citanya akhirnya bisa terwujud ! namun ia juga sedih karena peserta harus memperlihatkan hasil karyanya. Sebage tanda berhak di terima atau tidaknya karya tersebut, karena Siti tidak mempunyai buku dan pena ! untuk menulis karya Tulisannya tersebut. Saat Siti memberanikan diri untuk meminta uang kepada kedua orang tuanya, Siti malah mendapatkan amarah dari mereka ! Ujar Bu Utari "Gak usah berkhayal terlalu tinggi Siti, sudah bisa makan sehari hari itu sudah alhamdulillah...!!! orang miskin jangan berharap tinggi tinggi."


Siti sedih sekali, karena cita citanya tidak di dukung penuh oleh orang tuanya ! toh padahal dari dulu ia sangat mendambakan cita citanya bisa tercapai. Siti hanya bisa pasrah dengan semuanya, namun Tuhan berkehendak lain ! Pencarian bakat menulis kurang seminggu lagi pendaftaran akan di tutup. Siti masih tidak rela jika ia gagal mengikuti pencarian bakat tersebut, Siti sangat rajin dan semangat berjualan ! demi ia bisa membeli buku tulis dan pena. Suatu hari ketika Siti berjualan di lampu merah, ada seseorang yg sangat kaya raya ! membeli jualan Siti dengan nominal uang yg sangat banyak sekali.

__ADS_1


Orang tersebut menolak uang kembalian dari Siti, ia berikan uang kembalian tersebut kepada Siti ! barangkali bisa bermanfaat untuk Siti.


Siti lega dan senang sekali menerima uang tersebut, Siti benar benar menanfaatkan uang tersebut ! ia membeli buku dan pena untuknya menulis. Siti merasa lega dan gembira, karena satu kendala telah di laluinya ! kini ia tinggal menulis yg sebaik baiknya. Agar tulisannya bisa di terima oleh para tim juri, seminggu lagi pendaftaran segera di tutup ! Siti tak pernah menyia nyiakan waktu tersebut. Ia pergunakan waktu tersebut dengan sebaik baiknya, Siti tak pernah lelah atau mengeluh ! setelah semuanya selesei dan ia sudah pulang dari berjualan.


Siti tak lupa menulis tulisannya dengan sebaik baiknya, ia tak mau kalah dari para peserta lain ! ia ikhlas jika di hina karena anak orang miskin. Namun ia tidak rela jika karyanya di hina ! karena gara gara ia anak dari orang miskin.


Karena bagi Siti "Siapapun boleh menjadi apapun itu, baik orang yg kaya ataupun orang yg miskin" Tak ada batasan selagi kita mau berusaha dengan sungguh sungguh, setelah tulisan Siti selesai ! ia kirimkan beberapa persyaratan dari lampiran pendaftaran tersebut ke alamat yg tertera di browser.


Salah satu dari orang panitia pencarian bakat, menolak karya dari Siti ! dengan alasan tulisan Siti dari tulisan tangan. Sehingga karya Siti menjadi berantakan tak beraturan, begitu pendapat dari sang juri tersebut ! namun sang juri lainnya menolak hal tersebut. Karena meskipun tulisan karya dari Siti memakai tulisan tangan.


Tapi kata kata tulisan dari Siti sangat menyenangkan orang dan menarik sekali, dan banyak orang orang yg merasa karya Sti berguna untuk ke depannya ! akhirnya tim juri menerima karya dari Siti. Dan karya Siti lolos seleksi, pendaftaran Siti berhasil ! ia di terima mengikuti audisi pencarian bakat menulis sebuah naskah novel.

__ADS_1


Siti bersyukur bisa masuk dan lolos, Siti kini semakin giat menulis ! kekurangan kekurangan dar tulisani Siti. Siti semakin memperbaikinya, dan keunikan keunikan dari karya Siti yg menarik ! kini semakin dia tingkatkan. Siti tak pernah lelah untuk memperbaiki diri, dan tak pernah menyerah ! untuk menemukan ide ide yg genius dari hasil tulisannya tersebut.


__ADS_2