
Setelah karya dari Siti di terima di dunia kepenulisan, Siti sangat senang & bahagia sekali ! ia telah mampu membuktikan kepada semua orang. Bahwa tak selamanya yang hidup miskin itu tak berhak bisa untuk menggapai cita citanya, selagi ada kemauan & kerja keras pastilah bisa menggapainya ! Siti yang dulunya di pandang sebelah mata oleh orang Orang. Kini dia di bangga banggakan oleh semuanya, kerja keras Siti tak sia sia ! dan kini banyak yang mendekati Siti karena kesuksessannya. Termasuk Dyon sang bos, yang diam diam menaruh hati terhadap Siti ! setiap hari Diyon dan Siti selalu bersama. Tak ada yang membedakan antara mereka, karena di depan Siti Diyon tak lebih hanyalah pegawai biasa bukan seorang bos ! sedangkan perusahaan di pegang oleh Ilham sahabat Diyon.
__ADS_1
Diyon berganti posisi dengan Ilham, jika ada meeting barulah Diyon terjun langsung menemani Ilham ! terhadap Siti Diyon mengaku hanya menemani Ilham saja. Suatu hari Diyon pergi meeting, seperti biasa dia selalu menanyakan penampillannya terhadap Siti ! dan layaknya teman kerja biasa Siti selalu memuji penampilan dari Diyon. "Iyaaaa.... sudah ganteng kok." ujar Siti sambil tersenyum dan mencubit lengan Diyon, dan Diyon menyambung "Maaf yaaa... nanti gue gak bisa nemenin lue makan siang." Siti tertawa dan berkata " Iya gak papa kok Diyon." lanjut Diyon "Awas jangan sama cowok lain nanti gue cemburu." Siti hanya nyengir saja, Siti dan Diyon memang selalu bercanda ! dan setiap ucapan Diyon tak selalu di tanggapi serius oleh Siti. Karena Siti hanya menganggap Diyon sebagai teman, bahkan setiap di kantor Siti dan Diyon selalu menghabiskan waktu bersama ! hingga membuat teman teman yang lain merasa iri dengan kedekatan mereka.
__ADS_1
Suatu hari Diyon menghilang dari kantor, dia sedang pergi bertugas ke luar kota ! dan tak sempat memberitau terlebih dulu terhadap Siti. Begitu juga Siti, dia nampak murung & sedih sekali tanpa kehadiran Si Diyon ! maklumlah di kantor Siti hanya dekat dengan Diyon. Diyon adalah cowok ganteng, kaya namun lebih suka hidup sederhana daripada memamerkan kekayaannya ! dan ia lebih suka terhadap gadis biasa daripada cewek cewek yang tajir . Hari teruslah berlalu dan Siti masih setia menanti khabar dari Diyon, setiap jam istirahat saat di mana mereka selslu makan siang bersama ! kini tinggalah Siti seorang diri tanpa kehadiran Diyon. "Kenapa lue gak makan Tyy....??? tegur Ilham sang sahabat dari Diyon, Siti menjawab datar "Gak nafsu paaakkkk....!!! hambar." lanjut Ilham "Hambar kenapa? cerita sama gue." Siti terdiam dia nampak ragu ingin bercerita terhadap Ilham, karena Ilham adalah bos di kantornya ! sesungguhnya Ilham menaruh hati terhadap Siti. Namun Siti jauh lebih memilih Diyon, karena bersama Diyon ! Siti menemukan kenyamanan dan kebahagiaan yang tak di dapatkannya dulu. Siti adalah gadis yang cerdas, jujur dan polos, makanya tak heran jika dia banyak di sukai para cowok cowok sekantornya ! namun terhalang oleh Diyon sang bos muda di kantornya.
__ADS_1
Memang Siti dan Diyon belum terikat pacaran, namun kebersamaan mereka berasa pacaran ! kedekatan mereka bukan sekedar sebatas teman. Namun seperti teman tetapi romantis, Siti telah sampai di rumah ! ia bergegas mandi dan berdandan merias diri. Melihat kelakuan putrinya, Bu Utari nampak terheran heran melihatnya. Hendak di tanya takut di bilang kepo, di biarin kelakuan Siti seperti orang stres ! senyum senyum sendiri nyanyi nyanyi sendiri. Karena setahun belakangan ini Siti lebih banyak murungnya daripada. cerianya ! karena merasa di cuekkin bu Utari menegurnya "Kamu kenapa Tiiiiii.....??? ada yang buat kamu bahagia ???" tegur bu Utari sambil mengantarkan minuman ke kamar Siti, jawab Siti "Iya buuuu.... Siti lagi bahagia sekali." Saat Siti dan sang ibu tengah berbincang telepon genggam Siti berbunyi, rupanya chatting dari Ilham ! memberitahukan bahwa pesawat terbang yang di tumpangi Diyon hilang kontak dan hingga kini belum di ketemukan. Seketika wajah Siti yang berseri seri penuh bahagia, merah padam berubah menjadi kusut sedih.
__ADS_1
*Bersambung*
__ADS_1