
Saat umur 6 tahun aku adalah seorang yg pemalu(jeri) aku bahkan tidak bisa berinteraksi dengan seseorang yg tidak ku kenal
"tuan..tuan jerii.. tuan nyonya memanggil tuan"seseorang pelayan
"a...a..ku disini"berusaha memanggil
"disini rupanya ayo tuan kita harus kedalam tuan dan nyonya menunggu mu tuan jeri"
"b..b.aik"
itu adalah kenangan yg ingin ku lupakan
"ohh kamu sudah datang perkenalkan dirimu"
jeri melihat seseorang berjas
"per.. perke.nalkan na..maku je...jer..i"
"jadi dia anak pertama mu"
"hahaha"ayahnya jeri
"nak panggil saja paman Yunus"
"baik paman Yunus"
seketika jeri mulai ingin mengetahui lebih tentang paman Yunus
"jeri sana bermainlah bersama Clara di kamarnya"
"baik... ayah"
setelah itu jeri bermain dan paman Yunus pun pergi
(setelah 4 Minggu)
hari ini paman masih belum datang dan aku bermain di taman setelah aku menjaga adikku
"tuan jerii paman Yunus datang"teriakkan paman Yunus
__ADS_1
sepontan jeri langsung mengecek nya
"pamaannn"
"haha lama tak berjumpa"
"ayah kenapa dia dekat sekali denganmu"
jeri yg mendengar ad seseorang dibelakang paman Yunus ia mencoba melihatnya sedikit
"jeri dia adalah anak paman jadi akrablah aku akan menjumpai ayahmu kalian berdua mainlah ketaman" paman Yunus pergi meninggalkan mereka berdua
"kalo begitu mari ikuti saya"seseorang pelayan
mereka berdua duduk di meja
"jadi berapa umurmu sekarang"
"u..umur.ku"
"BICARA YG NORMAL"
"ulangi lagi berapa umurmu"
"6 tahun 8 bulan"suara yg pelan
perempuan itu sedikit kesall
"baik ingat baik baik namaku Yana kalo kau
lupa aku akan menghukum mu"
"iya"berwajah sedih
itu adalah masa dimana aku berjumpa paman Yunus dan yana dan sekarang aku dirumah paman Yunus yg berarti rumah Yana juga dan aku mengingkari janjinya kalo aku GK akan menlupakannya
jeri sangking malunya tidak berani melihat wajah Yana
"jadi dalam 2 hari lagi pernikahan ini akan dimulai apa kita sudah mengundang semua"kata ayahnya jeri
__ADS_1
"santay saja sudah ku undangan semua kerabat kita"hubungan antara ayahnya yana/paman Yunus dan ayahnya jeri adalah saudara/kakeknya jeri dan yana adalah saudara kembar
"ehm ayah apakah lebih baik kita mengundang teman teman ku"kata Yana
"ide yg bagus kita akan mengundang teman temanmu dan teman teman jeri saat dia dimiliter"kata paman Yunus
jeri yg mendengar hanya bisa menyetujuinya
setelah berbincangan yg lama akhirnya jeri diperbolehkan keluar(tidak boleh meninggalkan rumah)disekitar rumah paman Yunus
(jeri melihat pohon yg sangat cantik dan ia kesana)
"kenapa ini terjadi dan tidak ad yg bisa menolong ku lagi"dengan suara yg pelan
"kakak kau disini rupanya polos"sedikit mengejek
"diamlah kau Clara cengeng"membalas nya
"sudahlah kakak biar saja dan hadapi takdirmu"
sedikit menyombongkan diri
"bukannya aku gak mau menikah dengan Yana tapi setelah mengiat perjanjian yg kami buat bulu kudukku langsung berdiri tegak apa yg terjadi pada ku nanti apa aku akan dikurung dibawah tanah apa aku akan dilemparkan kelautan samudra apa aku akan ditinggal sendiri di pulau tak berpenghuni atau aku akan di ikat di hutan yg penuh dengan serigala dan macan apa aku akan di kasih oleh anjing bulldog apa aku akan di cambuk beribu ribu kali"berkata dengan cepat
"tidak hukumanku akan lebih dari itu semua"Yana yg datang
jeri mendengar suara nya langsung kaget dan tak ingin melihatnya
"Hay Clara kau sudah besar sekarang"
"Hay kak Yana lama tak berjumpa"Clara dan yana sering bermain waktu kecil
"Clara apa kah kau mau tau apa yg ditakuti oleh kakak manis mu"berbisik
"penawaran yg bagus"
"kalo begitu mari nanti kita bicarakan di kamarku oke"
"baik kak Yana"
__ADS_1
jeri yg masih melihat pohon merasa bawah dirinya sedang dalam bahaya yg akan datang