
"Nona bangun nona waktunya bersiap siap"
"bersiap siap untuk apa?"
"hari ini adalah perjodohan tuan jeri nona"
"oh...APA!!! kak..kak..kakak bertunangan"
"iya nona"
"dimana dia Sekarang"
"tuan ad di kamarnya nona"
Clara pergi menuju kekamar sang kakak jeri
"kakak buka pintunya kakak kakak"
jeri membuka sedikit pintunya
"ada apa Clara apa kau mau mengejek kakak mu ini"
"kakakku yg manis tolong jelaskan apa yg terjadi sampai sampai perjodohan ini dilakukan"
jeri yg tidak ingin dia dijahillin membuat sebuah kebohongan
"adekku yg cantik kakak mu ini sudah berkorban demi membeli obat untuk menyembuhkan mu jadi ini adalah bayaran yg harus kakak lakukan jadi adikku yg manis baik baiklah kau di sana.sampai jumpa"
jeri dengan cepat menutup pintunya kembali
Clara yg kesal tidak bisa berbuat banyak karena tubuhnya masih lemah dan terjabak dalam kebohongan sang kakak
(beberapa jam setelah nya)
__ADS_1
"tuan waktunya berangkat tuan,nyonya dan nona Clara sudah menunggu tuan"kata Pelayan
(jeri membuka pintunya)"baik aku akan keluar"
pelayan itu mengantarkan jeri menuju tuan dan nyonya(orang tua jeri)
"lama sekali kamu ini"kata ibunya
"sudah lah mari kita berangkat"kata sang ayah
jeri mencoba menoleh kearah Clara tapi ia melihat wajah Clara yg penuh dengan kebencian lalu sang ayah berdiri dan memangkul bahu jeri dan berkata
"nak ayah sudah berjuang keras"
"sudah ayo cepat kita berangkat"kata sang ibu
dan mereka berangkat menuju rumah calon istri jeri
(setelah sampai)
"setelah lamaran ini sekitar 2 hari kemudian kamu langsung menikah"
jeri hanya pasrah dan mereka sampai didepan pintu rumah tersebut
"(ahh...aku ingin pulang)"jeri sambil berbisik
"tuan dan nona silahkan masuk"seorang pelayan dari rumah itu
mereka masuk dan disambut oleh kedua orang tua wanita
"lama tak berjumpa pak"menyapa ayah jeri
"lama tak berjumpa"
__ADS_1
"silakan duduk"sambut ayah sang wanita
"jadi langsung kita ke pembicaraan nya"kata ayahnya jeri
"ehmn...pelayan bawa nona kesini"
"baik tuan"pelayan itu pergi
"jadi kau sudah besar ya jeri"
"i.iiya tuan"jeri mencoba mengingat pria tersebut
"tuan hemmm apa jangan jangan kamu lupa saya"
"maaf tuan maksudku paman saya sudah lama itu militer jadi ingatan saya yg dulu sangat buruk"
"ehmn baiklah kau akan ingat aku setelah melihat putriku"
jeri menjadi semakin tegang karena waktu kecil nya sangat suram
setelah menunggu beberapa menit sang wanita itu keluar dan memperkenalkan dirinya
"ehm..perkenalkan namaku Yana aku anak tunggal dari bapak Yunus"
"sepontan jeri langsung ingat tentang pria dan putrinya itu dan semakin gugup hingga tangannya gemetera
"jadi sekarang kau ingat aku hahahah."
"iiiya paman Y aku ingat"
"hahaha dari dulu kamu menyebut huruf pertama dari nama ku dan aku pernah menolongku saat aku tenggelam di kolam renang yg tidak pala dalam"
jeri yg mendengar cerita tersebut langsung malu terhadap Clara yg selalu ingin mencari sikap buruk sang kakak untuk sebagai pembalasan ejekkan sang kakak dan jeri sepontan mendengar Clara yg duduk disampingnya seperti menahan ketawa
__ADS_1
"tolong bunuh aku bunuh aku"sangking malunya