
...----------------...
Di sebuah kota kecil, memasuki bagian pedesaan yang dikelilingi banyak tumbuhan dan tanaman para petani, terdapat pemukiman yang damai dan tenang disana. Di tempat tersebut terdapat rumah sederhana yang dihuni seorang gadis kecil bersama ayah dan juga neneknya.
Gadis ini dikenal ramah oleh warga lingkungan sekitarnya, Ia dikenal sebagai anak yang selalu tersenyum. Pipinya yang sedikit melebar, matanya yang besar seperti mata kucing, giginya yang sedikit keluar, mempunyai lengsung pipi juga memiliki alis yang tebal membuat senyum gadis ini semakin enak dipandang, manis sekali.
Gadis kecil ini berumur 16 tahun dan tahun ini akan memasukkan usia remaja pertamanya yaitu 17 tahun, Ia sangat menantikan ini. Tahun dimana Ia bukan gadis kecil lagi, tetapi sudah menjadi gadis remajanya ayah. Ia bernama Zaynamara. Orang sekitar kerap memanggil nya dengan sebutan Nayra.
......................
Di sore hari sekitar jam 17.00, Nayra duduk bersantai di halaman rumah, memandangi orang-orang sekitar yang berjalan, berlarian kemari untuk menuju tempat ternyaman nya, Ia melihat-melihat mereka dan tidak jarang Naura tersenyum kepada mereka.
Memancarkan senyuman hangat kepada mereka yang dalam keadaan lelah, sedih dan ada juga dalam keadaan kacau. Ingin sekali Ia bertanya "Kenapa? Bolehkah aku membantumu?" tetapi Ia tahu orang-orang hanya menganggap nya sebagai seorang anak kecil yang hanya iseng untuk bertanya tanpa ingin tahu serius respon dari orang yang ditanyakan. Jadi Ia hanya diam dan sambil tersenyum kepada mereka, berharap setidaknya dapat meringankan beban mereka, pikirnya.
Dari jauh Naura dapat melihat sosok tinggi besar melambaikan tangan kepadanya, memberikan senyum yang tidak kalah hangatnya, yang sepertinya berlari kearahnya untuk memberikan pelukan kepada dirinya.
__ADS_1
Dengan keadaan yang kusam tetapi masih tampak gagah, ayah Nayra berlari kearah Nayra dan kemudian memeluk anaknya tersebut. Memeluknya dengan erat, seperti memberikan kode bahwa Ia lelah, Ia ingin mengisi energinya kembali dengan memeluk buah hati kecilnya itu. Matanya lelah setelah bekerja beberapa hari ini di kantor, sehingga membuat keadaannya sedikit berantakan tetapi rasa rindu kepada putrinya lebih dalam melebihi rasa lelahnya, rasanya begitu rindu karena sudah beberapa hari ini tidak dapat melihat putri kesayangannya tersebut.
......................
Nenek datang menghampir anaknya itu, melihat sepertinya Ia sangat lelah dengan pekerjaan nya yang menumpuk akhir-akhir ini sehingga membuatnya tidak dapat pulang dulu. Dengan membawa beberapa makanan dan minuman, Ia letakkan bawaannya ke meja yang berada di halaman rumahnya itu, lalu memeluk anaknya yang tampak lelah. Mengusap-usap kepalanya dan mengatakan "Kamu sudah melakukan yang terbaik nak, kamu hebat." "Terimakasih Ibu, aku sangat merindukan kalian." Jawab Ayah.
"Ayolah kita makan kue buatan nenek!!"
"Udah dong, kayak tidak pernah seperti ini saja. Padahal udah selalu gini."
"Aduh anak Ayah sudah makin pinter ya."
Jawab Ayah sambil mengusap-usap kepala anaknya tersebut dengan sedikit kencang.
"AYAHH!"
__ADS_1
"INI LAMAA LOHH BUATNYAAA"
rengek Nayra dengan teriakan dengan sedikit kencang.
"Udah jangan banyak tingkah dulu. Harry jangan diganggu dulu itu anaknya, sekarang sudah mau malam. Nanti tetangga dengar, kita tidak enak."
Sahut sang nenek segera menjadi penengah.
(Harry: nama Ayah Nayra)
Ayah hanya tersenyum memberi respon untuk ibunya bahwa Ia mendengarkan apa kata Ibunya tersebut.
Keluarga kecil tersebut, makan bersama di halaman rumah sambil bercerita dan tertawa. Ditemani dengan pemandangan yang indah, melihat bersama langit yang perlahan berubah warnanya, matahari yang perlahan terbenam pertanda waktu malam akan tiba.
"Ayo masuk anak-anak, sudah mau gelap."
__ADS_1
Ucap nenek sambil di ikuti masuk Ayah dan Nayra.