
...----------------...
Ayam berkokok menjadi penanda bahwa pagi hari telah tiba, sudah saatnya manusia menjalankan rutinitas sehari-hari.
Nayra terbangun dari tidurnya dengan kaget, tidak biasanya Ia seperti ini. Segera Ia memanggil neneknya.
"Nenek! Nenek!"
"Nayra minta tolong kesini dulu bisa tidak?"
"Nenek Nayra tidak tahu apa yang terjadi, tolong kesini dulu."
Teriak Nayra memanggil neneknya, dengan panik Ia terus memanggilnya sampai sosok yang di panggil mendengar lalu mencampuri nya.
"Ada apa ini??"
"Nayra sayang kenapa nak?"
"Apa yang terjadi sama Nayra, cucuku sayang?"
Ucapnya dengan nada khawatir terhadap cucu kesayangannya tersebut.
__ADS_1
Nayra tidak tahu harus berkata apa, dan tidak tahu harus menjawab neneknya seperti apa. Ia sekarang bingung, panik yang Ia rasakan didalam hatinya. dan akhirnya menatap neneknya dengan mata uang berkaca-kaca.
Nenek mengerti, Ia pun langsung memeluk cucunya itu lalu menenangkan nya, sesekali Ia mengusap-usap punggung cucunya kecilnya itu, mengatakan "Tidak apa-apa nak, Nayra mimpi buruk ya sayang?"
"Sudah ya tidak apa-apa, ada nenek disini. Tidak usah cemas ya anak sayang."
Mendengar kata-kata penenang dari nenek, Nayra pun tidak dapat menahan lagi perih yang Ia rasakan dihatinya, karena kepanikan dan kebingungan yang Ia rasakan begitu mendadak membuat hatinya terasa tidak tenang. Ia tidak tahu harus berbuat apa, sehingga hanya dapat meneteskan air mata yang Ia tahan sedari tadi.
Setelah nenek menenangkan Nayra dan Nayra sudah terasa cukup tenang, nenek perlahan melepaskan pelukannya. Lalu dengan pelan-pelan bertanya kepada cucunya itu, ada apa dengan nya dan mengapa Ia tiba-tiba bangun dengan seperti itu.
"Pelan-pelan saja ya jawabnya, nenek tidak memaksa Nayra. Nenek hanya khawatir dengan Nayra."
"Nek, Nayra mimpi nenek."
"Nayra mimpi nek, ketemu seseorang nenek."
"Orang itu, orang itu mirip nek."
"Nenek bilang pelan jawabnya Nayra, tidak usah panik sayang." Sela nenek memotong perkataan Nayra karena melihatnya bicara dengan terbata-bata.
"Iya nek.."
__ADS_1
"Aku ketemu sosok wanita, Ia mempunyai rupa yang sangat cantik, sosok tersebut sangat mirip dengan ku, mirip dengan nya juga.."
"Ia menyapa ku nek sambil tersenyum, lalu berkata, Tidakkah kamu merindukan ku mutiara kecil?".
"Aku sontak kaget lalu terbangun dari tidurku, perasaan ku campur aduk, aku merasa senang dan sedih secara bersamaan. Aku merindukan nya, merindukan ibuku. Sosok itu begitu mirip dengannya, aku senang kalau benar sosok itu adalah ibuku. Tetapi aku merasa sedih juga, karena aku merindukan nya lagi. Merasa menyesal mengapa tadi aku harus panik dan sontak terkaget, itu membuatku terbangun dari tidurku. Membuat ku tidak bisa menjawab pertanyaannya, membuat ku tidak bisa mengobrol dengannya lebih lama. Aku tidak tahu siapa dia, tetapi Ia mirip dengan Ibu nenek. Aku teringat pada ibuku."
......................
Nenek hanya bisa ternganga dan ikut terharu mendengar cerita mimpi Nayra, Ia dapat merasakan betapa rindu dan ingin cucunya bertemu Ibundanya.
"Tenang ya nak sayang, nenek mengerti apa yang kamu rasakan, nenek tahu Nayra sudah rindu sekali ya sama ibu? tapi harus tahan dulu lagi ya? nenek masih mau sama Nayra terus, jangan tinggalkan nenek dulu sayang."
Ucap nenek dengan tulus kepada Nayra sambil memeluk nya kembali."
"Kenapa nek? Ibu hanya pergi jauh, kita cukup mencarinya saja. Kenapa nenek sebegitunya? Seperti akan kehilangan sesuatu tau tidak. Kan kita bisa sama-sama untuk mencari ibu, tapi tunggu kalau Nayra sudah besar. Kata ayah kita cari ibu kalau saat itu sudah tiba."
Balas Nayra kepada nenek sambil membalas pelukannya juga.
"Iya nak, semoga saat itu masih lama ya datangnya." Kata nenek dalam hati sambil memeluk Nayra, lalu mencium pipi cucunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1