Siapa Sangka?

Siapa Sangka?
Anggur.


__ADS_3

Pagi itu tampak cerah, Nayra memulai harinya dengan damai. Tidak ada mimpi buruk, tidak ada ke khawatiran yang di rasakan ya. Malam itu Ia tidur dengan tenang.


Bangun dari tidur nyenyaknya, Nayra langsung ke toilet untuk membasuh muka. Setelah keluarnya dari toilet, ketika ingin masuk ke kamar kembali untuk membersihkan tempat tidurnya, tanpa sengaja Nayra mendengar percakapan ayah bersama temannya.


Inti dari percakapannya tersebut ialah teman ayah berniat mengajak ayah dan Nayra untuk mendaki bersama, tetapi ayah Nayra dengan cepat menolaknya dengan beralasan Naura yang bertubuh lemah.


Penasaran dengan itu, Nayra segera menghampiri neneknya yang sedang berada di dapur.


"Nenek apa benar Nayra punya fisik yang lemah? Atau di dalam diri Nayra yang lemah?"


Tanya Nayra datang menghampiri nenek yang sedang memasak didapur.


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu Nayra? Apa yang kamu ketahui?"


Jawab nenek.


"Ihh nenek belum jawab pertanyaan Nayra, malah bertanya ke Nayranya balik."


Melihat respon cucunya, nenek hanya menggeleng kepala lalu berkata, "Nenek cuma mau tahu, cucu nenek ini dengar dari mana hal seperti ini."


Melihat ke arah sang nenek, Nayra menjawabnya, "Aku dengar ayah di telfon temannya untuk pergi mendaki gunung yang katanya tempatnya tinggi. Lalu temannya bilang ajak aku juga, tetapi ayah menolak nya karena katanya aku lemah." Sahutnya.


"Ahh mungkin itu alasan ayah kepada temannya sebagai penolak ajakan temannya itu, mungkin ayah Nayra tidak enak hati kalau secara langsung menolaknya." Jawab nenek yang sepertinya mengerikan maksud dari anaknya.


"Ohh gitu ya nek, hmm Nayra jadi ngerti. Kirain beneran Naura lemah, padahal kan Nayra udah kuat banget ini!!" Ucap Nayra sambil mengangkat menumbuk cabai yang terbuat dari batu.


Nenek meresponnya dengan tertawa melihat tingkah Nayra. Sungguh lucu anak ini, ada-ada saja tingkahnya.


Nayra membantu nenek mengerjakan pekerjaan di dapur, karena Ia merasa bosan untuk bermain diluar, dan juga katanya Ia sudah mau remaja jadi harus berada di rumah terus. Tidak boleh keluar-keluar terus.


......................


Selesai mengerjakan pekerjaan didapur, nenek segera ke kamarnya. Berbeda dengan Nayra, Ia bersiap untuk bermain keluar membantu para tetangga yang akan memanen tanaman nya. Dengan senang hati Ia ingin melakukannya, tetapi bersama dengan teman-teman terdekatnya juga sih.


Pemandangan sawah dan kebun memang membuat kita merasa segar, karena dapat menghirup berbagai jenis tumbuhan yang ada di tempat ini. Tenang karena orang-orang yang berada di tempat ini begitu nyaman juga.

__ADS_1


Sebenarnya Nayra membantu tetangganya buka satu-satunya tujuannya untuk ke kebun, tetapi karena ayahnya telah berpesan kepadanya untuk memetik kan beberapa buah anggur untuknya.


Nayra pun bermaksud menyampaikan maksudnya ke tetangganya tersebut. Seperti keluarga dekat, tetangga dengan senang hati mengiyakan maksud dari Nayra. Lalu mengatakan kepada Nayra untuk mengambilnya melebihi dari kebutuhan Nayra. Maksudnya Nayra dapat mengambil lebih. Nayra pun senang mendengar perkataannya tetangganya itu.


Dengan senang hati, Nayra memetik buah anggur di kebun. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil dengsn perasaan yang begitu senang. Kemudian di kagetkan dengan teman dekatnya (anak dari tetangganya), Ia bernama Aji.


"DORR" Teriak Aji mengagetkan Nayra.


"AA MAMA COPOT!!"


"Sial, lagi-lagi dirimu. Selalu saja mengagetkan orang!"


Ucap Nayra, langsung pergi meninggalkan Aji.


"Nay, nayy"


"Yuhuuu, Nayraaa"


"Nayra marah ya sama Aji"


"Diam kamu Aji, tadi suasana hatiku dalam keadaan baik, kemudia kamu datang lalu menghancurkannya."


Akhirnya Nayra menjawa perkataan Aji yang dari tadi membujuk sekaligus menggodanya.


"Kok marah, hamil ya?"


Balas Aji yang semakin menggoda Nayra.


(Aji ada-ada saja yah).


"IHH AJI NAKAL, AKU BILANG KE BIBI YA KAMUU"


Teriak Nayra yang ingin mengadu ke bibi (tetangga tersebut yang sekaligus ibunya Aji).


"Lohh jangan dongg Nay, bisa dilarang aku keluar rumah."

__ADS_1


"Maaf ya Nayra, Aku bercanda kok. Sama soal mengagetkan kamu itu, maaf juga ya. Hehehe."


Ucap Aji sambil tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.


"Iya dehh dimaafin Ajinya. Tapi jangan di biasakan sepertinya itu lagi yah." Nayra membalas Aji seperti memaklumi dan mengetahui jika Aji serius meminta maafnya.


"Iyaaa Nayra tukang marahh. Ayo makan anggur yang kamu petik itu yuk."


Mata Nayra sinis melihat kearah Aji, yang kemudian menjadi melebar ketika sammAji mengajaknya untuk memakan anggur.


Iya Nayra senang, Nayra menerima tawaran Aji karena bukan hanya ayahnya, tetapi Nayra juga sangat menyukai anggur.


......................


Nayra dan Aji duduk di rumah-rumah kecil di tengah kebun, di antar mereka ada keranjang anggur di tengahnya. Mereka melihat kearah depan sambil memakan buah anggur yang telah di petik Nayra tadi. Kemudian Aji membuka bicara.


"Kenapa begitu sukanya dengan buah anggur Nayra?" Tanya Aji kepada Nayra dengan nada penasaran.


"Mau tau aja apa mau tau banget Aji?" Jawab Nayra yang menanggapi candaan pertanyaan Aji tersebut.


Sambil memakan Anggur lagi, Aji berkata kepada Nayra untuk ingin serius membicarakan ini karena Aji sangat penasaran.


"Tidak tahu ya, Aku suka aja. Seperti kamu yang sangat menyukai pisang, aku juga sama adanya sangat menyukai anggur. Enak sekali."


Tanggap Nayra lalu menatap ke arah Aji.


Aji benar-benar mendengarkan dengan serius, seperti ingin tahu betul kenapa gadis kecil ini begitu menyukai anggur. Nayra melihat tatapan tersebut langsung berkata, "Makan anggur buat aku ingat sama ibu, karena ayah pernah bilang, ayah suka banget sama anggur karena hal itu buat Ia selalu merasa Ibu selalu sama dia. Ibukan suka sekali sama anggur. Dan katanya anggur itu buah yang mulia, jadi aku sama ayah berharap dengan ini kami terus di lindungi dan di muliakan."


Kata Nayra dengan memberi senyum hangat kepada Aji.


"Sudah dulu Aji ya, Aku mau pulang. Mau olah anggur ini menjadi jus hehehe."


"Terimakasih ya anggurnya, sampaikan terimakasih ku kepada ibu kamu juga, aku tadi tidak melihatnya. Seperti iya pergi kepasar membawa buah hasil panennya."


"Baiklah, akan ku sampailah." Kata Aji sambil melambaikan tangan ke arah Nayra.

__ADS_1


"Oke dehh, daaadaaa Ajii. Main ke rumah kapann-kapan yaaa" Kata Nayra sambil berlari ke arah rumah.


__ADS_2