Siapa Sangka?

Siapa Sangka?
zaynAMARA.


__ADS_3

"Kemari nak kita bicara didalam saja."


Kata nenek dengan lembut mengajak Nayra untuk melihat-lihat foto Amara, Ibunya.


"Boleh Nayra saja yang pegang nek?"


Setelah Naura bertanya seperti itu, nenek langsung memberikan "buku kecil" itu kepada Nayra.


Buku kecil yang sudah kusam, buku lama Amara, ibunya Nayra untuk mengabadikan apapun. Isinya dipenuhi banyak kenangan.


Nayra tersenyum melihat gambar ibunya. Senang dan sedih lagi Ia rasakan. Lagi-lagi rasa rindu mencul di benaknya, tetapi Ia hanya diam dan menyembunyikannya dari nenek.


"Ibu dulu lucu ya nek, cantik juga."


Ternyata benar kata bibi, mukanya aku mirip ibu ya hehehe."


"Aku senang dibilang seperti itu, aku bangga banget bisa mirip sama ibu HOHOHO"


Kata Nayra yang membuat-buat tawanya seperti tertawa jahat pemeran antagonis.


Nenek melihatnya hanya tersenyum, lalu berkata,


"Nayra itu versi kedua nya ibunya Nayra. Emang semirip itu tahu kalian."


"IYAKAN NEKK??"


"AAAA HAHAHA akuuu senangggg."

__ADS_1


Nayra dengan kegirangan mengatakan itu.


"Nayra tahu tidak kenapa namanya Nayra, "Zaynamara" ?? Dan kenapa panggilan Nayra itu Nayra, padahal bisa Nara, Amara, Zayna. Tapi dari pada ambil yang terlalu dekat, kita malah panggil Nayra dengan sebutan Nayra. Nayra mau tahu tidak?"


"Emg itu ada artinya juga nek? Mau dongg, Naura jadi penasaran.


"Begini sayang, Zaynamara itu sebenarnya bukan namanya Nayra. Namanya Nayra itu, Zaynara.


Zayna yang berarti cantik. Ra nya itu di ambil huruf dalam nama orang tua Nayra.


Tapi karena Ibu pergi jauh, untuk menganggap ibu masih sama kita, jadi ayah berinisiatif untuk menambah nama ibu ke namanya Nayra."


"Tunggu-tunggu nenekkk, Ibu tu sebenarnya kemana deh, kenapa sampai segitunya?"


Sela Nayra begitu cepat karena ingin bertanya di bagian itu.


Jawab nenek.


"Kenapa ya Ibu perginya lama banget, tidak mau pulang apa. Apa ibu tidak rindu sama anaknya, nenek, atau suaminya?"


"Liat aja nek, nanti kalau aku sudah remaja. Aku bakal pergi cari ibu, sampai dapat pokoknya. Lanjut nekkk."


Nenek melanjutkannya ceritanya.


"Jadi namanya Nayra menjadi Zaynamara. Zayna dan Amara."


"Sebelum Nayra bertanya lagi, biar nenek langsung jawab apa yang mau Naura tanya."

__ADS_1


"Hehehe baiklah nek"


Jawab Nayra salah tingkah.


"Zayna kan? Kenapa ayah Nayra jarang panggil Nauratiti Zayna karena panggilannya itu panggilannya kesayangan ibunya Nayra tahu. Jadi ayah biasanya manggil itu ketika ayah marah atau ada hari penting aja kan? Karena nama Zayna memang sepenting itu untuk ayah."


"Ohhh seperti itu ya nek, Namaku ternyata cantik banget. Apa lagi pas disatuin sama namanya ibu, semakin cantik dan indah saja kann."


Nayra menjawab lagi penjelasannya nenek dengan begitu bangga.


"Bukan cuma namanya yang cantik, Ibu juga. Kalau lihat ibu itu rasanya selalu ada tenang. Se indah itu Ibu. Jadi mau lihat ibu deh hehehe" Lanjutnya.


Setelah mendapat informasi dari nenek, Nayrapun memasuki kamarnya, karena waktu sudah mau memasuki jam tidur.


Di dalam kamar Nayra jarang merasa tenang, pikirannya selalu berpikir dan berandai-andai.


"Apa jangan-jangan di mimpi ku itu, sosok itu..


...sosok yang sangat aku rindukan?"


Katanya dalam hati.


Sebelum Nayra tidur, Ia berniat untuk bisa bertemu sosok itu di mimpinya lagi. Ia sangat berharap, Berharap harapannya di dengar dan Ia bisa bertemu dengan wanita itu lagi.


"Selamat tidur putriku, mari bertemu kembali."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2