
"Nenek, buah anggur kemarin lusa masih ada tidak?" Ucap Nayra yang baru selesai mandi pagi.
"Kenapa ya pagi ini dingin sekali."
"Masih ada tapi yang dalam bentuk jus, kalau buahnya udah habis di makan ayah, di olah jadiin jus juga beberapa. Kalau mau buka cari aja di kulkas yaa." Jawab nenek.
Di ambillah jus anggur tersebut dari lemari pendingin. Nayra mengambil satu gelas lalu membawanya ke depan rumah, sambil mengambil beberapa kue di ruang tamu.
"Hmm libur sekolah masih panjang ya? Apa aku yang merasa seperti itu saja?"
"Tapi ayah aja udah masuk kerja lagi, kok akunya belum masuk sekolah ya. Sepertinya juga Aji sudah kembali ke asramanya."
"Aduh, bosan sekali aku dirumah. Kalau keluarpunvaku juga sudah bosan, hampir berhari-hari aku seperti ini terus."
Kata Nayra berbicara sendiri kepada dirinya.
Duduk bersantai di depan rumah sambil meneguk segelas jus anggur, tiba-tiba terlintas kembali dalam pikiran Nayra mimpi itu. Mimpi yang pernah Ia alami sehingga membuatnya begitu kaget sekaligus sedih, tiba-tiba teringat kembali wajah-wajahnya samarnya.
__ADS_1
"Duh seperti apa ya lagi mukanya? Kok aku lupa ya. Tapi yang ku ingat itu mukanya tidak asing, aku seperti pernah melihatnya. Bukan melihat secara langsung, tetapi dalam gambar. Aku merasa belum pernah melihatnya secara langsung. Tapi Ia seperti nya tidak asing. Bayangannya seperti ingin masuk ke memori kepala ku, tetapi kenapa rasanya ada yang selalu menolak bayangan itu ya. Aku seperti melupakan sesuatu deh."
Pikir Naura yang mengatakan ini dalam hati, dengan wajah yang kebingungan. Ingin mengingat kejadian itu tapi hal itu justru membuat kepalanya sakit.
Nenek datang menghampiri cucunya, lalu bertanya karena Ia melihat sepertinya Nayra sedang kebingungan.
"Ada apa Nayra? kenapa wajahnya seperti itu?."
Tanya nenek.
"Eh nenek. Keingat mimpi tapi lupa, mungkin karena mimpi jadi aku lupa kali ya?"
Nenek masuk kedalam kamar, lalu membuka sebuah buku kecil yang ternyata isinya beberapa foto seorang wanita yang amat cantik. Begitu mirip dengan Nayra.
(Ternyata kamu tidak membiarkan nya mengingat mu ya? Mau sampai kapan Amara..)
Ucap nenek, lalu menutup buku kecil yang berisikan foto seorang wanita cantik tersebut. Dengan nada miris, nenek ingin menyimpannya kembali buku kecil tersebut.
__ADS_1
......................
"Aku juga pengen liat Amaranya."
Alangkah kagetnya nenek mendengar suara perempuan yang tiba-tiba terdengar begitu jelas, sampai membuat buku tersebut jatuh, lalu menjatuhkan juga isi dari buku tersebut.
Seorang gadis yang berada di pintu itu melihat satu foto yang terjatuh di dekat pintu kamar neneknya. Lalu Ia mengambil foto itu, dan menatapnya dengan seksama.
Nayra pun bertanya kepada neneknya,
"Nenek wanita ini begitu mirip dengan ku, Ia juga mirip dengan foto Ibu yang pernah aku lihat di saku celana ayah. Apakah dia..?"
"Bukan apa-apa, kembalikan foto itu. Nenek ingin menyimpannya kembali." Kata nenek sambil ingin merebut foto yang di pegang Nayra.
Nayra dengan sigap mengalihkan foto tersebut, lalu berkata sekali lagi, "Nenek Aku ingin melihat ibuku."
Ah ternyata Ia tahu, Jika wanita itu Ibunya. Tapi ini memang masuk di akal, akan menjadi lucu jika Ia tidak mengenali wajahnya wanita yang mengandung nya selama 9 bulan. Apa lagi ayahnya yang selalu mengenang dan menaruh foto ibunya tersebut di saku celananya.
__ADS_1
Pasrah karena sepertinya cucunya sudah mengetahui hal ini, akhirnya dengan lembut sang nenek mengajak Nayra untuk melihat-lihat foto sang ibunda.
...****************...