Simpanan CEO Kejam

Simpanan CEO Kejam
SCK 02


__ADS_3

"Kalian jangan macam-macam ya, ini tempat umum saya bisa saja melaporkan kalian ke polisi" pekik Sofia sambil berusaha untuk memberontak.


"Nona lebih baik kamu bekerjasama dengan kami untuk ikut ke mobil" ujar salah satu pengawal yang sedang memegang tangan Sofia.


Para pengawal itu pun berhasil membawa Sofia ke dalam mobil yang sangat mewah, Sofia pun di kunci di dalam mobil sendirian, beberapa saat kemudian pria itu pun datang dan masuk ke dalam mobil.


Sofia memalingkan wajah nya ke arah jendela, pria itu pun mendekati Sofia dengan sengaja kemudian menjepit wajah Sofia dengan tangannya.


"Cantik tapi galak" cibir pria itu sambil menatap wajah Sofia.


"tolong buka pintu nya saya mau keluar" pinta Sofia dengan suara yang masih rendah.


"Joni jalankan mobil nya" titah Pria itu pada supir pribadinya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan standar, Sofia semakin kesal di buatnya ia sudah mengontrol emosinya agar pria itu dapat melepaskannya, namun pria itu sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya, Sofia pun akhirnya memilih untuk diam dan melihat apa yang akan pria itu lakukan pada nya.


Setelah beberapa saat pria itu menyuruh supir untuk menghentikan mobil nya lalu menyuruh Sofia turun di jalan yang sangat sepi, Sofia sempat menolak untuk turun namun para pengawal langsung memaksa Sofia untuk turun dan mereka pun meninggalkan Sofia di jalanan yang sangat sepi.


"Kurang ajar banget sih, awas nya kalian akan saya balas nanti" pekik Sofia sambil melemparkan sepatu nya ke arah mobil pria itu.

__ADS_1


Pria itu bernama Dio Erlangga Surya, pemilik perusahaan Surya Grup, sifat nya sangat dingin dan tegas, banyak orang yang tidak berani bersaing dengan perusahaan milik nya termasuk perusahaan milik keluarga Sofia.


Dio sengaja menarget kan Sofia, saat Sofia masih sekolah di luar negri, Dio sudah mulai tertarik pada Sofia, akan tetapi Dio mendengar dari bawahannya jika Sofia memiliki sifat yang sombong dan tegas, ia mendapat kabar bahwa Sofia sudah menolak banyak pria kaya yang berniat untuk melamar nya, karena Dio tidak ingin menjadi seperti para pria yang di tolak oleh Sofia, Dio pun memilih cara yang sedikit rumit agar Sofia dapat tertarik pada nya.


Karena berada di tepi jalan yang sepi Sofia pun dengan terpaksa menelfon Bryan agar segera menjemput nya, sebelum menghubungi Bryan ia sempat menelfon teman-teman nya untuk meminta bantuan, namun mereka semua ada kesibukan masing masing yang tidak bisa di tinggalkan begitu saja, jadi Sofia tak ada pilihan lain selain menelfon adik tiri nya.


Setelah beberapa menit kemudian Bryan pun datang, Sofia langsung masuk ke dalam mobil dan menyuruh Bryan untuk segera menjalankan mobil nya, akan tetapi Bryan hanya diam saja tidak menjalankan mobil nya, Sofia pun langsung melihat ke arah Bryan den menepuk pundak Bryan dengan kasar.


"Gak punya telinga ya, saya bilang jalan ya jalan" pekik Sofia.


Bryan hanya tersenyum getir kemudian menurunkan sandaran kursi nya sehingga membuat Sofia hampir terjepit, Sofia pun langsung bergeser agar tidak tertimpa oleh sandaran kursi yang hampir mengenai tubuh nya.


"Kamu ngapain malah nurunin sandaran kursi nya, saya kan nyuruh kamu untuk menjalankan mobil nya" ujar Sofia.


"Kamu jangan macam-macam ya, saya akan laporkan kamu pada ayah" ancam Sofia sambil berusaha untuk menghindari Bryan.


"Jika ada kesempatan maka laporkan saja, yang penting saat ini aku bisa menikmati tubuh kamu yang selama ini aku inginkan" ucap Bryan dengan nafas yang memburu.


"Jangan mimpi" pekik Sofia kemudian menendang wajah Bryan hingga bibir nya berdarah.

__ADS_1


Bryan pun menjadi emosi karena perbuatan Sofia, ia pun dengan kasar nya menarik pakaian Sofia hingga robek, dan menahan kaki Sofia agar tidak menendang nya lagi.


Saat Sofia sedang berusaha agar Bryan tidak menyetubuhi nya, tiba tiba ada sebuah mobil yang menabrak mobil Bryan, sontak Bryan pun terkejut dan langsung melihat ke arah mobil yang menabrak.


Sofia berkesempatan untuk mengikat tangan Bryan dengan tali pinggang baju nya, saat Bryan sedang lengah melihat ke arah lain, dengan cepat Sofia pun berhasil mengikat tangan Bryan dari belakang, ia pun segera membuka pintu mobil nya dari depan dan berlari ke luar, saat mau berlari ke tengah jalan ia sadar bahwa pakaian bagian atas nya robek hingga ke perut.


Saat Sofia sedang mencari apa yang bisa ia gunakan untuk menutupi bagian depan tubuh nya, tiba tiba Dio datang dan memberikan jas nya pada Sofia agar segera menutupi pakaiannya yang robek.


Dengan cepat Sofia meraih jas itu dan memakai nya, ia pun menoleh ke arah mobil Bryan dan melihat beberapa pengawal Dio yang sedang memukuli Bryan.


"Apakah kamu suka melihatnya" ujar Dio sambil menjepit dagu Sofia dan mengarahkan ke dekat wajah nya.


"Terima kasih" lirih Sofia, beberapa saat kemudian ia pun tersadar jika Dio lah yang sudah membuat Sofia menjadi seperti ini.


"Aku tarik kembali terima kasih nya, ini semua karena kamu, jika tadi kamu gak nurunin saya di sini mungkin kejadian ini gak akan terjadi" ketus Sofia.


Dio pun tersenyum kemudian menggandeng tangan Sofia agar ikut bersama nya ke dalam mobil, kali ini Sofia menuruti apa yang Dio suruh agar dirinya bisa segera dibebaskan.


Saat dalam perjalanan Dio menanyakan soal pendidikan yang Sofia pelajari di luar negri, Sofia pun dengan senang hati menceritakan saat ia berada di luar negri, sebenarnya Sofia sangat asik jika sudah di ajak mengobrol, hanya saja ia selalu menghindari orang orang yang hanya ingin mendekati nya karena latar belakang keluarga nya yang kaya, Sofia pun sempat berfikir bahwa Dio juga golongan dari orang orang yang hanya mengincar uang nya saja, namun ia urungkan kembali pikirannya setelah melihat mobil mewah yang di kendarai oleh Dio, dan juga para pengawal yang selalu mengikuti nya, ia menebak jika Dio juga adalah orang kaya seperti dirinya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mobil Dio pun berhenti di depan gerbang rumah Sofia, setelah Sofia turun Dio pun pergi begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu pada Sofia.


"Darimana dia tau rumah aku ya, perasaan dari tadi aku gak pernah ngasih tau jalan arah ke rumah" batin Sofia yang merasa heran mengapa Dio tahu rumah Sofia.


__ADS_2