
Sofia pun menatap wajah Nira dengan penuh rasa heran, ia tak menyangka jika Nira akan bersikap biasa saja saat melihat suami nya membawa wanita lain.
Nira pun segera memberitahu cara untuk mencuci pakaian, ia tak ingin berlama-lama dengan Sofia karena takut membuat Dio marah pada nya.
"Apakah aku boleh tahu siapa nama kamu?"
"Aku Nira Wulandari" sahut Nira.
"Oh Nira ya, kenalin aku Sofia Carell" Sofia pun menyodorkan tangan nya ke arah Nira, dan mereka pun saling berjabatan tangan.
Bukan nya marah Nira malah bersikap lembut terhadap Sofia, wanita yang di bawa oleh suami nya sendiri, bukan tak sedih, sebenarnya hati Nira sangat sakit saat melihat suaminya membawa wanita lain masuk ke dalam kamar mereka, setelah dua tahun menikah Nira selalu tidur sendiri hingga anak yang di kandung nya lahir, Dio sudah tidak pernah perduli lagi dengan urusan Nira dan juga anak hasil dari orang lain itu.
"Nona Nira, tuan kecil menangis dan mencari anda" ucap salah satu pelayan dengan suara yang terburu-buru.
Dengan terburu-buru Nira pergi meninggalkan Sofia tanpa berpamitan, Nira sangat khawatir jika anak nya menangis dan membuat Dio marah karena mendengar suara tangisan putra nya, maka Dio akan mengurung putra Nira di dalam kamar.
Sofia segera menyelesaikan pekerjaan nya, setelah mau kembali ke kamar Sofia bertemu dengan nyonya Fellyn (mama nya Dio). Ia pun menyapa nyonya Fellyn dengan ramah.
"Tante" sapa Sofia sambil tersenyum ramah.
Nyonya Fellyn pun membalas senyuman Sofia, namun senyuman yang ia berikan adalah senyuman sinis dan menatap Sofia dengan tatapan jijik.
"Kenapa kamu harus ikut bersama Dio, seharusnya kamu tahu kan kalau Dio sudah memiliki istri" ujar Nyonya Fellyn dengan suara datar.
"Maaf Tante, mungkin Tante tau sifat Dio seperti apa. jadi Sofia gak perlu menjelaskan apa apa lagi sama Tante" sahut Sofia dengan suara yang tegas.
Nyonya Fellyn pun terdiam, awalnya ia ingin membuat Sofia keluar dari rumah nya, namun saat mendengar ucapan Sofia ia menarik kembali rencana nya, ia takut membuat Dio semakin membenci nya.
Sejak saat kejadian Nira hamil Dio sudah mulai menjauh dari keluarga nya, karena ia merasa bahwa orang tua nya sudah merendah kan nya karena membawa seorang wanita ke kamar nya.
Kali ini Dio tidak memperhitungkan masalah yang sudah di buat oleh orang tua nya, apa lagi mereka juga tidak tahu jika Nira mengandung anak orang lain, bukan anak Dio.
__ADS_1
mereka sudah di bohongi oleh Nira.
"Maaf Tante saya permisi dulu" ucap Sofia kemudian pergi meninggalkan nyonya Fellyn yang masih terdiam berdiri di hadapannya.
"Hey tunggu!" cegah nyonya Fellyn sambil menahan tangan Sofia.
Sofia pun membalikkan tubuh nya dan menghampiri nyonya Fellyn.
"Ada apa?" tanya Sofia malas.
"Kamu jangan terlalu berharap dengan anak saya ya, ingat dia hanya main main sama kamu." tegas nyonya Fellyn.
"Terima kasih sudah mengingat kan saya" Sofia pun tersenyum profesional kemudian pergi meninggalkan nyonya Fellyn dan mengabaikan nya.
Nyonya Fellyn pun tak menyangka jika Sofia sudah untuk di singkirkan, ia mengepalkan tangannya karena kesal melihat sikap Sofia yang mengabaikannya.
"Pantas saja Dio mau membawa nya, ternyata mereka memang sama. susah untuk di atur" batin Nyonya Fellyn.
"Ah sakit" lirih Sofia sambil memegangi lengannya yang keseleo karena menahan tubuh nya yang jatuh ke lantai.
Sofia pun langsung bangun dan menatap Dio dengan tajam, ingin rasanya ia memaki Dio namun ia takut jika Dio memperlakukannya dengan kasar jika melawannya lagi.
"Kenapa?" tanya Dio dengan suara dingin.
Sofia hanya menggelengkan kepala nya, nyali nya menjadi ciut saat melihat ekspresi wajah Dio yang datar, Sofia pun memilih untuk duduk di sofa dekat jendela, ia tak ingin berurusan dengan Dio.
Dio berjalan ke arah Sofia dan tiba tiba tubuhnya berbaring di atas Sofa tempat Sofia duduk, kemudian ia menjadikan paha Sofia sebagai bantal nya, Dio pun memejamkan mata nya.
Awalnya Sofia sempat terkejut, karena baru pertama kali melihat Dio bersikap seperti itu terhadap nya, melihat Dio yang sudah terlelap Sofia pun menatap serius wajah Dio, setelah itu Sofia menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
"Ganteng sih tapi sikapnya dingin banget" gumam Sofia.
__ADS_1
Dio yang sedang berpura-pura tertidur pun menahan senyum nya saat mendengar Sofia sedang membicarakannya.
Setelah beberapa waktu kemudian kaki Sofia mulai merasakan keram, ia pun mencoba untuk menaruh kepala Dio ke atas bantal, namun Dio malah menahan kepala nya hingga Sofia kesulitan untuk memindahkan kepala Dio ke atas bantal.
"Ni orang berat banget sih" batin Sofia kesal.
Ingin rasanya Sofia memukul wajah Dio, akan tetapi ia tak berani karena takut malah membuat Dio menghukumnya jauh lebih mengerikan.
Karena tidak bisa berbuat apa apa Sofia pun akhirnya memilih untuk diam dan memejamkan matanya karena ia juga sudah mengantuk.
Merasakan kesunyian dan tidak ada gerakan lagi, Dio pun mencoba untuk mengintip dengan sebelah mata nya, ia pun terkekeh saat melihat Sofia yang sudah terlelap.
Dio pun langsung bangun dan memindah kan Sofia ke atas tempat tidur nya.
Setelah membaringkan Sofia, Dio mengecup kening Sofia diam diam, setelah itu ia menutupi tubuh Sofia dengan selimut, Dio pun berjalan ke ruang baca dan menelfon seseorang.
"Kalian awasi Nira dan juga mama, jangan sampai mereka mencelakai nya" ujar Dio pada salah satu anak buah nya yang berpura-pura menjadi pelayan di rumah orang tua nya.
"Baik tuan" sahut anak buah itu.
Setelah menelfon Dio pun kembali dan ikut berbaring di samping Sofia yang sudah terlelap, Dio pun memiringkan tubuh nya kemudian menatap wajah Sofia yang sedang pulas, ia pun tersenyum dan sesekali menyentuh bibir Sofia yang indah.
"Sabar Dio, ini belum saat nya" batin Dio mencoba agar tidak tergoda pada Sofia.
Dio pun memilih untuk segera tertidur, namun saat Dio memejamkan mata nya, tiba tiba Sofia memeluk tubuh Dio dan membuat Dio terkejut karena nya.
dengan penuh kelembutan Dio pun memeluk Sofia kembali, dan kemudian ia juga ikut terlelap.
Keesokan pagi nya Sofia di kejutkan dengan posisi tidur nya yang sedang memeluk Dio, ia pun segera melepaskan pelukannya agar Dio tidak mengetahui perbuatan nya yang sudah berani memeluk Dio.
"Duh Sofia, untung aja dia belum bangun" batin Sofia.
__ADS_1