Simpanan CEO Kejam

Simpanan CEO Kejam
SCK 05


__ADS_3

"Ke rumah keluarga Surya" sahut Dio singkat.


Sontak Sofia langsung ternganga, ia merasa khawatir dengan diri nya yang akan pergi ke kandang singa.


Di dalam keluarga Surya sifat tempramen keluarga itu sangat buruk, jika sekali membuat kesalahan maka seumur hidup akan tetap di anggap buruk oleh mereka dan pasti akan di rendah kan.


"Apa gak salah mau bawa aku ke sana, Dio di sana ada istri dan juga keluarga kamu"


"Memangnya kenapa? kamu takut?" ucap Dio.


Sofia pun hanya terdiam, ia tidak ingin membuat Dio semakin banyak bicara yang menyakitkan hati nya.


Mereka pun pergi setelah menyelesaikan pembicaraannya, saat tiba di depan kediaman Surya, Sofia menghentikan langkah nya dan wajah nya memperlihatkan ekspresi gugup, serta tangan yang sedikit bergetar.


"Kenapa?" tanya Dio saat melihat Sofia menghentikan langkah nya.


Sofia pun menggelengkan kepala nya kemudian melanjutkan kembali langkah nya, Dio pun diam diam tersenyum karena dapat melihat ekspresi Sofia yang sangat gugup.


Saat tiba di dalam, para pelayan pun menyambut kedatangan mereka, dan juga keluarga besar Surya sudah duduk rapih di meja makan dan menunggu kedatangan Dio.


"Dio" panggil seorang pria tua yang tak lain adalah Thomas Surya, papa Dio.


"Selamat malam semua nya" sapa Dio kemudian mengajak Sofia untuk ikut duduk di ruang makan tersebut.


Sofia hanya menundukkan kepala nya karena merasa gugup saat para keluarga Dio memperhatikannya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Dio ini piring nya" ucap salah satu wanita cantik nan anggun, Sofia sempat melirik ke arah wanita itu dan menebak jika wanita itu adalah istri Dio, karena di sebelahnya ada seorang anak kecil yang sedang ia suapi.


Dio menerima piring itu namun ia malah memberikannya pada Sofia.


"Ambil" bisik Dio pada Sofia yang masih bengong.


Sofia segera mengambil piring nya lalu meletakkan di atas meja, ada tatapan tak suka dari dua orang wanita yang duduk di sebrang meja nya, Sofia pun mencoba agar tidak melihat ke arah wanita itu agar tidak menambah ke gugup pan nya.

__ADS_1


"Sofia kita makan satu piring berdua" titah Dio sambil meletakkan daging steak ke dalam piring yang ia berikan pada Sofia tadi.


Sofia pun langsung segera mengangguk kemudian melirik ke arah wanita cantik tadi, wanita itu sadar jika Sofia sedang melihatnya kemudian memberikan senyuman profesional kepada Sofia.


Melihat sikap Dio, kedua orang tua nya hanya diam saja karena mereka sudah hafal dengan sikap putranya, jika di larang maka anak semakin menjadi, pilihan terbaik mereka adalah membiarkan apa yang akan Dio lakukan.


setelah makan malam selesai Sofia di bawa ke sebuah kamar oleh Dio, raut wajah wanita yang memberi nya piring tadi langsung berubah menjadi murung saat melihat Dio malah membawa Sofia ke kamar nya.


"Nira, bagaimana perasaan kamu saat melihat suami sendiri membawa seorang wanita masuk ke dalam kamar kalian" tanya seorang wanita yang tak lain adalah Tante nya Dio.(Lili)


"Biasa saja ko Tante" sahut Nira istri Dio, ia pun mencoba untuk tetap tersenyum.


"Halah munafik, Tante wanita jadi tahu apa yang kamu rasain sekarang, om kamu juga dulu pernah seperti itu" ujar Tante Lili.


"Terus Tante diam aja" tanya Nira penasaran.


"Ya enggak dong, Tante buat dia malu di hadapan umum, dan akhirnya dia mundur sendiri"


"Tapi jika Nira melakukan itu, apakah Tante bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oleh Dio pada Nira nanti, karena sudah mengganggu wanita nya"


Nira adalah anak sebatang kara saat belum menikah dengan Dio, ia wanita suruhan orang tua nya agar dapat naik ke atas ranjang Dio, aksi Nira berhasil dan membuat Dio meniduri nya, namun setelah itu Dio mengusir Nira untuk pergi dari kediaman Surya.


Setelah Nira pergi, orang tua Dio mencarinya kembali dan menyembunyikan Nira, hingga beberapa minggu kemudian orang tua Dio mendapat kabar jika Nira hamil, mereka pun segera menyuruh Nira untuk datang ke kediaman Surya dan memohon pada Dio agar mau menikahinya.


Karena Dio tidak ingin membuat reputasi nya jelek di muka umum, Dio pun bersedia untuk menikahi Nira, setelah menikah Dio sempat memiliki perasaan pada Nira hingga ia dapat beberapa kali meniduri Nira, namun saat Nira melahirkan datang seorang pria ke rumah sakit yang mengaku bahwa dia adalah ayah kandung dari anak yang baru saja Nira lahir kan, awalnya Dio masih belum percaya pada pria itu, namun pria itu memiliki bukti bahwa ia memiliki hubungan dengan Nira.


Dio pun segera menyuruh anak buah nya untuk menghabisi pria itu, karena Dio tidak ingin melihat orang yang dapat menikmati barang yang sudah menjadi miliknya.


Hingga saat ini Nira masih belum mengetahui hal tersebut, ia pikir bahwa pria yang sudah menghamili nya sudah pergi jauh karena takut pada keluarga Surya.


Setelah Dio mengetahui bahwa anak itu bukan lah anak nya, Dio pun tidak pernah meniduri Nira lagi hingga saat ini, Dio merasa sudah di permainkan oleh orang tua nya, hingga sekarang ia selalu bersikap dingin pada mereka, di kediaman Surya tidak ada yang berani lagi untuk membantah atau ikut campur dalam urusan Dio.


Di dalam kamar Dio menarik tangan Sofia dengan kasar, kemudian menarik nya hingga terlempar ke atas ranjang, Sofia pun merasakan sakit di bagian lengannya akibat cengkraman Dio yang sangat kuat.

__ADS_1


"Malam ini kita bermalam disini, besok pagi baru kembali ke villa" ujar Dio kemudian melepaskan jas nya dan melemparkannya ke tubuh Sofia.


"Dasar gila!" batin Sofia kemudian melemparkan jas milik Dio ke atas sofa.


Melihat jas nya di lempar ke atas sofa Dio pun menghampiri Sofia kembali dan menyuruhnya untuk mengambil jas tersebut.


"Cuci jas nya sekarang!" titah Dio dengan suara yang dingin.


"Kamu yang benar saja, dimana aku harus mencuci jas nya, lagi pula ini sudah malam besok lagi kan bisa" bantah Sofia.


"Jas ini besok pagi akan saya pakai lagi, jadi kamu cari cara bagaimana agar besok pagi bisa di pakai dengan keadaan bersih"


Sofia pun mendengus kesal, kemudian ia pun pergi ke luar dan memilih untuk mencari pelayan di rumah itu dan menanyakan dimana tempat mencuci baju.


"Ada yang bisa kami bantu nona" ucap salah satu pelayan yang melihat Sofia sedang kebingungan.


"Ini tempat cuci pakaian di mana ya, aku harus mencuci jas ini agar besok pagi bisa di pakai oleh tuan Dio" ujar Sofia.


"Oh mari ikut saya nona" pelayan itu pun menunjukkan arah jalan ke tempat cuci pakaian, dari kejauhan Nira melihat Sofia dan ia pun segera menghampiri nya.


"Ada apa pelayan" tanya Nira pada pelayan yang sedang memberitahu Sofia bagaimana cara mencuci pakaian.


"nona Nira, saya sedang mengajari nona Sofia bagaimana caranya mencuci pakaian" sahut pelayan itu.


"Biar aku aja yang ajari, kamu boleh pergi" Nira pun memberi senyuman pada Sofia.


Suasana di tempat itupun menjadi sunyi, Nira ingin mengajaknya bicara terlebih dahulu namun ia ragu karena takut Sofia akan mengadukannya pada Dio.


"Apakah kamu istri Dio?," tanya Sofia ragu-ragu.


"Iya," sahut Nira.


"Kenapa kamu diam saja saat melihat suami kamu membawa aku ke rumah ini?," tanya Sofia lagi, sikap nya memang berbeda dengan Nira yang pendiam, Sofia lebih banyak bicara dan tegas sehingga bisa membuat Dio tertarik pada nya.

__ADS_1


"Memangnya aku harus bagaimana?," Nira seperti sudah pasrah dan menerima apa yang sudah Dio lakukan.


__ADS_2