Simpanan CEO Kejam

Simpanan CEO Kejam
SCK 04


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian Sofia tiba di sebuah villa yang sangat besar, villa itu terletak di kota yang berbeda dari rumah orang tua Sofia, mereka membawa Sofia masuk ke dalam villa itu dan menemui pemilik villa tersebut.


"Sepertinya aku tahu siapa yang sudah menyuruh mereka" batin Sofia menebak-nebak.


Saat tiba di depan pintu kamar para pengawal pun meninggalkan Sofia, dan menyuruh Sofia untuk masuk kedalam dan menemui atasan mereka.


"Kami pergi dulu nona, mohon kerja sama nya untuk tetap berada di dalam" ujar salah satu pengawal.


Sofia pun menganggukkan kepala nya kemudian membuka pintu kamar itu lalu masuk ke dalam.


"Selamat datang tuan putri" ucap Dio sambil membawa buket bunga mawar merah yang sangat indah.


"Jadi tebakanku benar" ketus Sofia kemudian berjalan menghampiri Dio.


"Memang apa yang kamu tebak?"


Sofia hanya tersenyum getir kemudian duduk di sofa tepat di samping Dio berdiri, Dio pikir Sofia akan menghampiri nya tapi ternyata tidak.


"Sofia tinggal lah disini dan nikmati kehidupan kamu yang baru, contohnya menjadi wanita simpanan ku" ujar Dio kemudian mengelus wajah Sofia dengan lembut.


Sofia langsung menepis tangan Dio, ia menjadi kesal saat mendengar Dio menawarinya menjadi seorang wanita simpanan, dengan kehidupan Sofia yang selalu tercukupi ia tak mungkin harus menjadi seorang simpanan, mau di taruh di mana harga diri nya, begitu yang Sofia pikirkan saat ini.


"Jika kamu keberatan dengan tawarannya, maka belum terlambat untuk pulang ke rumah dan lanjutkan perjodohan yang sudah di atur oleh ayah kamu" tutur Dio lagi.


Sofia pun kembali berfikir dan mencoba untuk mencari pilihan terbaik, setelah beberapa saat Sofia pun menerima apa yang sudah Dio tawarkan pada nya, ia pikir tawaran Dio tidak buruk dan mungkin kedepannya akan dapat bermanfaat bagi kehidupannya.


"Baiklah aku setuju, tapi ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan, salah satunya adalah jangan meminta untuk bersetubuh, karena aku gak mau di sentuh oleh laki-laki yang tidak aku cintai" tegas Sofia.


"Siapapun tidak berhak untuk membuat keputusan sendiri, aku tidak setuju!"


Tujuan Dio mendekati Sofia karena ingin mendapatkan tubuh dan hati Sofia seutuhnya, jika Sofia melarang untuk meniduri nya, lantas apa yang akan di dapatkan oleh Dio, sedangkan tujuan Dio hanya Sofia.

__ADS_1


Dio mulai mendekati tubuh Sofia dan menahan tangannya agar tidak bisa memberontak, Melihat situasi seperti itu ternyata Sofia malah diam dan memilih untuk pasrah, karena ia sebenarnya tahu tugas utama seorang simpanan adalah melayani dengan tubuh nya.


Saat Sofia memejamkan mata nya tiba tiba Dio menghentikan aksinya, Sofia pun membuka matanya karena ingin memastikan apa yang terjadi.


"Kenapa? berharap saya akan meniduri kamu" ucap Dio sambil menaikkan sebelah alis nya, ketika Sofia sudah membuka mata nya.


Karena merasa dipermainkan, Sofia pun langsung mendorong tubuh Dio yang masih menindih dirinya, senyum mengejek pun terlihat di wajah Dio yang tampan nan rupawan.


"Sofia, saya sudah punya istri dan juga satu orang anak, jadi kamu jangan berangan-angan untuk bisa mendapatkan kehangatan dari saya" tegas Dio.


Sontak Sofia terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh Dio, ia merasa bahwa dirinya benar-benar sudah kehilangan harga dirinya di hadapan Dio.


"Jadi untuk apa kamu menjadikan aku wanita simpanan? apakah kamu tidak merasa bahwa kamu ini serakah" pekik Sofia.


"Siapa yang sudah memberikan kamu keberanian untuk berteriak di hadapan saya" Ucap Dio dengan suara dingin sambil mencekik leher Sofia.


"Sakit, lepasin" Sofia mencoba untuk memberontak karena cekikan Dio sangat membuat lehernya merasa susah untuk bernafas.


"Kamu pikir dengan latar belakang kamu yang kaya, bisa seenaknya berteriak di hadapan saya!, jangan samakan saya dengan pria bodoh yang pernah mengejar-ngejar kamu"


setelah itu ia pun pergi meninggalkan Sofia.


"Dasar psikopat" batin Sofia kesal.


Di kediaman pak Kristian.


"Ayah!" panggil Bryan dengan tubuh yang berlumuran darah.


Melihat anak nya penuh dengan luka Vivi pun segera menghampiri Bryan, ia menjadi sangat panik dan khawatir atas apa yang sudah anak laki-laki nya alami.


"Kamu kenapa Bryan?" tanya Vivi dengan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Ini semua ulah Sofia ****** itu"


"Jadi benar apa yang dikatakan oleh Sofia, kamu mau memperkosa nya" pekik pak Kristian yang tak terima jika Sofia di sebut ******.


"Ayah mana mungkin aku mau memperkosa kakak aku sendiri" bantah Bryan.


"Terus kenapa kamu bisa seperti ini" tanya pak Kristian.


"Sofia sudah merencanakan ini sejak awal, dia berbohong. saat aku tiba di sana dia langsung menyuruh orang untuk memukuli Bryan, setelah itu Sofia pergi begitu saja" jelas Bryan, ia terpaksa membohongi ayah nya karena takut di hukum jika ia berkata jujur.


"Sudah kamu pergi mandi, setelah itu minta ibu kamu untuk mengobati luka nya" titah pak Kristian.


Bryan pun dengan cepat pergi ke kamar nya, Vivi menoleh ke arah pak Kristian dengan tatapan datar.


"Aku cari obat dulu" Vivi pun pergi meninggalkan suami nya yang masih berdiri di ruang keluarga.


Di villa tempat Sofia berada sekarang, Dio menyuruh pelayannya untuk memanggil Sofia agar segera keluar dari kamar nya.


"Nona Sofia, ini pakaian yang sudah kami siapkan, setelah nona memakainya silahkan pergi ke bawah dan menemui tuan Dio" ujar seorang pelayan wanita sambil membawa satu set pakaian untuk Sofia.


Sebenarnya pakaian itu Dio yang menyiapkannya khusus untuk Sofia, namun ia tak ingin membuat Sofia merasa besar kepala jika tahu bahwa Dio perhatian pada nya.


"Baiklah, kamu keluar dulu saya mau mandi" ucap Sofia sambil meraih pakaian nya.


Setelah Sofia selesai mandi, ia pun berdandan sedikit agar terlihat lebih fresh, di tambah dengan gaun yang ia pakai sangat elegan, Sofia heran mengapa seorang pelayan menyiapkan gaun seindah itu, ia pun sempat menduga jika Dio lah yang sudah menyiapkan pakaian untuk nya.


"Dio apakah kamu mau bermain tarik ulur dengan ku" batin Sofia sambil melihat ke arah cermin yang ada di hadapannya.


Sofia pun pergi ke luar dan menghampiri Dio yang sedang duduk di ruang tamu, Sofia menghentikan langkah nya saat melihat Dio, ia teringat akan perbuatan kasar yang di lakukan pada nya tadi.


"Kenapa berdiri di situ" tanya Dio saat menyadari bahwa Sofia sudah datang.

__ADS_1


Sofia segera melanjutkan langkah nya dan berdiri tepat di sebelah kursi yang sedang Dio duduki.


"Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Sofia berterus terang.


__ADS_2