Simpanan CEO Kejam

Simpanan CEO Kejam
SCK 03


__ADS_3

Tak ingin berpikir panjang Sofia pun masuk ke dalam rumah nya, saat tiba di dalam Vivi memanggil Sofia agar mau menghampiri nya ke ruang tamu.


Dengan malas Sofia pun berjalan menghampiri ibu tirinya dan juga ayah yang sudah menunggu nya sedari tadi.


"Sofia dimana adik mu?" tanya Vivi.


"Pria cabul itu gak pantes jadi adik saya" ketus Sofia kemudian duduk di kursi yang ada di hadapan kedua orang tua nya.


"Siapa yang kamu maksud cabul itu Sofia" ujar Pak Kristian.


"Siapa lagi kalau bukan anak si pelakor! " ketus nya lagi sambil melirik ke arah Vivi.


"Jaga ucapan kamu" pekik pak Kristian yang tak terima jika istrinya di sebut Pelakor.


"Sudah ayah, Sofia maksud kamu memanggil Bryan pria cabul memang ada apa? apa yang sudah ia lakukan pada kamu" tanya Vivi dengan suara merendah.


Vivi sebenarnya selalu bersikap baik pada Sofia, hanya saja Sofia tidak pernah memperdulikannya, di pikiran Sofia Vivi tetaplah seorang pelakor dan juga pembunuh ibu nya, padahal kenyataannya Angelina lah yang sudah merebut Kristian dari Vivi.


Saat mereka masih duduk di bangku SMA, Angelina dan Vivi adalah sahabat yang tak bisa terpisahkan, hingga saat Vivi dan Kristian sudah berpacaran dan ketika mereka sudah mendapatkan gelar di kampus nya Kristian pergi ke negara asal nya di Inggris, dan melanjutkan pendidikannya di sana, Vivi dan Kristian masih tetap berhubungan karena saat itu Vivi juga kuliah di tempat Kristian belajar, namun saat di tengah semester Angelina datang merusak hubungan mereka dan mencoba untuk membuat Kristian mabuk dan meniduri nya, awalnya Angelina hanya ingin membuat hubungan Vivi dan Kristian putus saja, karena ia merasa kesal pada Vivi yang selalu lebih mementingkan Kristian daripada Angelina.


Setelah Vivi dan Kristian putus Angelina berencana untuk pergi diam diam meninggalkan kota Inggris, namun siapa sangka Angelina hamil dan itu adalah anak Kristian, awalnya Angelina bingung harus bagaimana, namun dengan terpaksa ia memilih untuk meminta pertanggung jawaban dari Kristian.


"Anak kalian yang selalu kalian banggakan itu, tadi hampir saja mau memperkosa aku di dalam mobil" pekik Sofia.


"Tidak mungkin Bryan mau melakukan hal seperti itu" bantah Vivi.


"Saya sudah menebak jika kalian pasti tidak percaya, ini adalah bukti dari perbuatan bejat nya" Sofia pun membuka jas yang ia kenakan dan memperlihatkan bagian baju yang sudah di robek oleh Bryan.

__ADS_1


Vivi pun terkejut dan kakinya menjadi melemas karena ia masih tidak menyangka dengan perbuatan anak laki laki nya.


"Apakah kalian sudah bisa percaya"


"Ayah lebih baik katakan hal penting apa yang ingin ayah bicarakan sama aku" Sofia tak ingin terlalu lama berhadapan dengan Vivi dan juga ayah nya yang sudah tidak pernah memperdulikan dirinya lagi.


"Sofia besok ayah akan mengatur pertemuan dengan anak teman ayah, jika kamu menikah dengannya maka perusahaan kita yang sedang terancam bangkrut ini akan stabil kembali"


"Lagi lagi soal perjodohan, ayah. Sofia sudah pernah bilang jika aku akan mencari pria pilihan aku sendiri" bantah Sofia.


"Sudah tidak ada waktu lagi Sofia, pilihan satu satunya adalah kamu harus menikah dengan Wira anak teman ayah" pekik pak Kristian yang sudah tidak sabar menghadapi sikap Sofia yang keras kepala.


"Sudah lah terserah kalian, aku pergi ke kamar dulu, capek mau istirahat" Sofia pun berlalu pergi begitu saja.


Melihat sikap Sofia yang selalu membantah nya pak Kristian pun semakin menjadi emosi, Vivi pun langsung segera membuatnya tenang dan membawa nya ke kamar untuk beristirahat.


Di dalam kamar Sofia membuka laptop nya dan mencari informasi mengenai Dio, takk butuh waktu lama apa yang di cari oleh Sofia pun akhirnya ketemu.


Dio terkenal dengan sikap yang tegas dan dingin, banyak wanita yang ingin mendapatkannya, namun belum ada satupun yang berhasil, Sofia pun berencana untuk mendekatinya agar ia bisa terhindar dari perjodohan yang di buat oleh ayah nya.


Saat Sofia sedang melihat lihat informasi tentang Dio, tiba tiba ponsel nya berdering, Sofia pun langsung melihat ke arah ponsel nya dan heran siapa yang menelfon nya menggunakan nomor baru, ia pun segera menerima nya karena penasaran.


"Siapa?" Tanya Sofia.


"Keluar sekarang jika kamu ingin terbebas dari perjodohan itu" ujar orang misterius itu.


"Kamu siapa?" tanya Sofia penasaran.

__ADS_1


"Saya beri waktu lima menit, jika lebih dari itu belum tiba maka siap siap saja menyesal" orang itu pun memutuskan panggilannya begitu saja.


"Siapa sebenarnya orang itu, mengapa dia tahu soal perjodohan yang akan di buat oleh ayah, atau jangan jangan dia adalah malaikat penolong yang di utus oleh tuhan untukku" batin Sofia.


Iapun segera bergegas keluar dan ternyata di depan pintu gerbang sudah ada mobil yang sedang menunggu nya, tanpa berpikir panjang Sofia pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut.


"Selamat siang nona" sapa seorang supir saat melihat Sofia memasuki mobil nya.


"Siapa atasan kamu" tanya Sofia sambil menutup pintu mobil.


"Maaf nona saat ini saya tidak bisa memberitahu anda, tapi saya hanya ingin memastikan sekali lagi apakah anda tetap mau ikut dengan saya atau kembali ke rumah mewah itu lagi" supir itu pun menunjuk ke arah rumah orang tua Sofia.


"Apakah jika saya ikut kamu akan menjamin bahwa saya akan terbebas dari perjodohan itu"


"Saya bisa menjamin seratus persen" sahut supir itu dengan yakin.


"Baik lah bawa saya pergi dari sini kalau begitu" Sofia pun dengan suka rela untuk mengikuti apa yang sudah di atur oleh seseorang.


Di kediaman pak Kristian seorang pembantu memberitahu bahwa ia menemukan sebuah surat di dalam kamar Sofia, pembantu itu pun memberikannya pada pak Kristian untuk segera di baca.


"Tuan ini saya menemukan surat di kamar nona besar" ujar pembantu itu sambil menyerahkan surat nya pada pak Kristian.


Pak Kristian pun segera membuka surat tersebut dan membaca nya.


"Ayah maaf jika aku memilih pergi dari rumah, Sofia gak mau di jodohkan dengan pria yang tidak aku cintai, mungkin saat ayah membaca surat ini, Sofia udah pergi jauh, ayah jangan khawatir tentang keadaan Sofia di sini, Sofia sudah bersama dengan pria yang sangat Sofia cintai, jika waktunya tiba Sofia akan membawanya untuk diperkenalkan dengan ayah, ayah jaga diri baik baik ya, dan jangan lupa untuk menghukum si pria cabul itu atas perbuatannya pada Sofia" Begitulah isi dalam surat itu.


"Nak ini benar-benar nekat" gumam pak Kristian sambil meremas kertas yang ia pegang.

__ADS_1


Sebenar nya surat itu bukanlah Sofia yang menulis, tetapi Dio yang sudah menyuruh orang untuk masuk ke dalam rumah Sofia dan memata-matai keadaan di rumah tersebut.


Surat itu sudah di atur oleh Dio sebelum nya, ia sudah menebak jika Sofia pasti akan menyetujui tawarannya dan pergi dari rumah tersebut.


__ADS_2