
Semenjak Dimas kembali keluar kota, ia sangat jarang menghubungiku. Sudah 3 hari ini ia hilang entah kemana. Tak ada satupun chat yang aku terima.
"apakah ia lupa aku akan ulang tahun?"
Seminggu lagi aku berulang tahun yang ke 21 tahun.
Pikiranku kacau, tak ada suara tawa bahagia selama Dimas menghilang.
"kamu kemana? apa kabar? mengapa tiba-tiba menghilang tanpa alasan? apa salahku? apa kamu tak tahu ada rindu yang membakar hatiku?"
Aku tak mengerti dengan semua yang terjadi. Sikap dan sifatnya tiba-tiba berubah, ia bersikap dingin, bahkan pergi entah kemana.
Hari-hari aku lalui dengan kebingungan, dengan penuh tanda tanya.
Sampai pada akhirnya besok adalah hari ulang tahunku. Apakah ini adalah ulang tahunku tanpa adanya Dimas untuk yang ke 4 kalinya?
kamu dimana?
Aku selalu berdoa, agar tuhan melindungimu dimanapun kamu berada. Aku disini tetap menunggumu Dim...
Jam menunjukkan pukul 21.00, aku segera istirahat untuk memulai hariku yang baru dengan umur yang baru besok.
Saat aku tertidur,
Mamah dan papah masuk kedalam kamarku dan mengucapkan happy birthday misel,
"mamah punya kado spesial untuk kamu"
Dimas datang dari balik pintu membawa kue dan menyanyikan lagu happy bithday untukku.
"Happy birthday Misel, happy birthday misel, happy birthday, happy birthday, happy birthday misel, happy birthday sayang..."
__ADS_1
Aku bergegas bangkit dari tempat tidurku, lalu memeluk Dimas yang sudah beberapa hari menghilang.
"kamu kemana aja? aku rindu..." ucapku sambil menangis.
Dengan lembutnya Dimas menjawab,
"aku ada dihatimu, nggak akan kemana-mana..."
Terbayar rinduku ini, terjawab sudah pertanyaanku ini. Aku bahagia malam ini, sebab Dimas melamarku.
"kamu sudah berumur 21 tahun, aku pikir ini nggak kecepatan kok, kamu mau nggak nikah denganku?"
Aku nangis sejadi-jadinya, kekasih yang tak kunjung memberi kabar kini muncul dengan membawa cincin yang diimpikan oleh semua wanita.
"AKU MAU" ucapku yang girang karena diterpa bahagia.
Malam itu malam yang sangat indah. Dimana air mataku jatuh karena bahagia, bukan karena rasa sedih lagi yang melanda. Dimasku sudah kembali untukku. Ia datang dengan sejuta kata maaf, ia datang dengan sejuta rasa sayang.
Aku resmi bertunangan dengan Dimas 2 hari setelah malam itu.
Aku sungguh bahagia hari itu.
Kami yang telah menjalani hubungan bertahun-tahun, akhirnya bisa sampai pertunangan kini.
"aku janji sama kamu Misel, aku nggak akan pergi, aku nggak meninggalkan kamu. Aku akan selalu menjaga kamu, meskipun kita masih harus menjalani LDR setelah aku kembali kesana. I love you"
Aku menangis, dengar Dimas mengucapkan kata-kata itu, di saksikan oleh orang tua dan banyak orang, aku semakin percaya padanya, bahwa Dimas laki-laki yang baik, ia bisa menjaga kepercayaanku disaat kami jauh.
Pukul 23.00 acara pertunanganku dengan Dimas selesai. Keluarga Dimas pamit untuk pulang kerumah. Dimaspun sekaligus pamit karena esok sudah harus kembali keluar kota untuk menyelesaikan laporannya yang belum selesai.
Pada malam itu, aku bisa tertidur ditemani rasa bahagia. Tidak seperti biasanya, air mata yang temaniku setiap aku tertidur.
__ADS_1
Tak terasa sudah pagi hari, aku segera bangun dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
*bunyi handphone
"aku berangkat ya sayang, kamu baik-baik disini, i love you"
Pesan singkat dari Dimas sebelum ia pergi.
"aku akan terus merindu disini, menunggu kamu pulang kembali"
Aku bergegas bersiap-siap untuk ke kampus menaikki sepeda motorku, karena jarak kampus dari rumahku tidak terlalu jauh, 1 jam kalau jalanan macet.
Rasanya baru saja Dimas pergi, aku sudah ingin bertemu dengan alasan rindu lagi.
Intinya sekarang aku fokus untuk menyelesaikan laporanku, agar cepat-cepat wisuda.
Sudah sore, aku baru pulang dari kampus.
"hari ini rasanya nggak ngelakuin apa-apa, tapi capek banget" ucapku dalam hati sambil menuju sofa.
Tak terasa aku tertidur disofa bangun-bangun sudah maghrib saja.
aku segera mandi, dan mengambil air wudhu untuk sholat. Dan berdoa pada tuhan, bahwa Dimas satu-satunya untukku, hanya untukku.
"sayang, lagi apa? sudah makan? aku sudah sampai nih"
Sebuah pesan singkat yang aku terima dari Dimas, yang membuatku tersenyum sendiri.
Malam itu aku chatting dengan Dimas. Banyak hal yang kami bicarakan.
"aku bahagia, kamu jangan menghilang lagi ya"
__ADS_1
Kata-kata itu mewakili perasaanku malam itu.