
Sudah 2 bulan lebih Dimas menghilang, bahkan dihari pernikahan kami ia tak kunjung datang.
"kini hari-hari aku lalui seorang diri, tanpa ditemani kekasih hati lagi"
Hari ini hari minggu, aku libur bekerja. Tapi sewaktu aku bangun dari tidur pagi hari, Diana sahabatku waktu SMA mengirim sebuah pesan yang berisi screenshot foto,
"Dimas menikah dengan siapa Misel?"
Aku kaget, aku menangis. Baru saja aku ingin berusaha untuk lupa, tapi tiba-tiba ia membagikan kabar tak bahagia. Bagi Dimas ini adalah kebahagiaan, tapi bagiku ini adalah kepedihan setelah ia memainkan pernikahan.
Aku teriak dari dalam kamar, seolah-olah ini semua tak adil untukku.
"kenapa Dimas tega? kenapa Dimas jahat padaku?" ucapku sambil menangis.
"Misel kamu kenapa?" ucap mamah sambil berlari ke dalam kamarku.
__ADS_1
aku diam tak menjawab, aku beri handphoneku untuk melihat screenshot foto yang Diana kirim untukku.
"sabar sayang, sabar. Mamah nggak mau lihat kamu terus-terussan seperti ini" ucap mamah sambil memelukku.
"Dimas jahat" ucapku sambil menangis.
Mamah berusaha membuatku tenang dengan berbagai cara, tapi tetap saja aku masih menangis, aku masih terus bicara bahwa Dimas jahat padaku.
"minum dulu biar kamu tenang" ucap mamah sambil memberi segelas air padaku.
"anak mamah akan selalu bahagia. Tuhan menjauhkan Dimas dari Misel karena tuhan tau Dimas nggak baik" ucap mamah sambil mengelus rambutku.
"Dimas nggak sayang Misel lagi ya?"
"banyak yang sayang Misel, tapi bukan Dimas" ucap mamah dengan senyumannya.
__ADS_1
Aku menghapus semua foto bersama Dimas yang masih tersimpan di galeri handphoneku. Aku merobek dan membuang semua foto bersama Dimas yang masih terpajang didalam kamarku. Aku juga membakar semua barang-barang yang pernah Dimas beri untukku.
Hari inu aku kehilangan senyumanku, aku kehilangan tawaku dan aku juga kehilangan kebahagianku.
Kabar ini membuat moodku tidak bagus bahkan rusak. Aku kembali mengurung diri di dalam kamar, aku kembali tidak ingin makan, aku kembali menangis sejadi-jadinya dan aku kembali patah hati untuk kesekian kalinya.
Aku tidak bisa menyesal karena telah bertemu dan mengenali sosok Dimas. Aku tidak bisa menyesal karena telah menjalin hubungan bahkan sampai hari pernikahan. Tapi Dimas merusak itu. Aku tidak mengerti dengan semua yang telah terjadi kini. Aku tidak tau apa maksud Dimas berbuat jahat seperti ini padaku.
"Hari-hariku semakin sepi dan aku semakin sakit hati.
kenapa kamu datang kalau hanya ingin menitipkan luka?
Hari yang dulu penuh tawa kini telah berubah dengan duka"
Aku terus mengingat kejadian-kejadian sebelum pernikahan. Ya, sebelum kita berpisah tanpa sebuah alasan. Sebelum ia pergi tanpa meninggalkan pesan. Apakah aku telah melakukan kesalahan sehingga membuatnya pergi begitu saja? tidak, aku tidak melakukan apa-apa. Hubungan kami bahkan baik-baik saja. Kami tidak bertengkar, kami tidak ada kesalah pahaman. Tapi kenapa ia menghilang? bahkan kini telah menjadi suami orang?
__ADS_1
"kamu kenapa tega membuatku kecewa?"