Singgah Sejenak

Singgah Sejenak
Aku Jatuh Sakit


__ADS_3

Setelah kejadian itu, aku banyak diam, aku banyak merenung bahkan aku sampai jatuh sakit. Benar kata mamahku, sakit hati bukan hanya menyakitkan hati, tapi juga menyakitkan fisik karena bawaan suasana hati.


Aku sudah lama mempunyai penyakit maagh yang memang sudah lumayan parah. Kejadian ini membuatku tidak ingin makan sampai pada akhirnya aku jatuh sakit dan masuk kerumah sakit.


"Hallo pak Awan, ini aku Misel. Aku izin untuk tidak masuk kerja beberapa hari ini, karena aku dirawat dirumah sakit" bunyi pesanku untuk pak Awan.


Beberapa menit kemudian pak Awan membalas,


"Loh kamu sakit? Dirawat dirumah sakit mana? Semoga cepat sembuh. Kalau sempat aku jenguk kesana ya".


"RS Karya Citra".


"Aku akan kesana nanti ya".


"Nggak perlu repot-repot pak kalau memang sibuk".


Keesokan harinya pak Awan benar-benar menjengukku dirumah sakit,


"Permisi, Misel" ucapnya sambil masuk keruanganku.

__ADS_1


"Eh pak Awan, sini masuk".


Didalam ruanganku ada mamah yang menemaniku,


"Mah ini pak Awan atasanku".


"Hallo saya Awan" ucap pak Awan.


"Ini aku bawa roti dan susu untuk kamu" ucapnya sambil menaruh di atas meja.


"Terimakasih pak".


"Oh iya, maaf aku lupa"


"Kamu sakit apa Misel?" Ucapnya sambil tersenyum.


"Maagh ku kambuh".


"Kok bisa?".

__ADS_1


Pada akhirnya, hari itu aku cerita semuanya pada Awan. Aku cerita bagaimana awal aku dan Dimas, sampai Dimas tiba-tiba meninggalkan aku dan menikah dengan wanita lain yang sama sekali aku tak mengenalinya.


Aku menangis sejadi-jadinya. Semakin aku ingin lupa, aku malah semakin ingat.


"Kamu wanita yang baik, berhak dapat pendamping yang baik juga. Kamu harus percaya sama aku, banyak yang sama kamu" ucap Awan sambil mengelus rambutku.


"Tapi aku sama sekali ga ngerti maksud dia apa dan tujuan dia apa. Apa dia datang hanya untuk menitipkan luka?".


"Sudah Misel, kamu boleh menangis. Anggaplah menangis itu sebagai kekuatan kamu".


Awan benar-benar menguatkanku pada hari itu. Entah jantungku berdebar setiap dia memandang dan tersenyum padaku. Padahal baru beberapa hari kenal.


"Sudah malam aku pulang ya, kamu jangan lupa makan. Semoga cepat sembuh Misel cantik" ucapnya sambil memegang tanganku.


"Hati-hati dijalan, terimakasih".


Aku berusaha untuk kuat. Kini hati dan ragaku sudah tersakiti oleh Dimas. Entah aku yang tidak kuat atau Dimas yang terlalu jahat.


"Aku harus sembuh" ucapku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2