
Waktu menunjukan pukul lima sore. Marryana membuat gerakan perenggangan otot dibeberapa anggota tubuhnya.
Seharian duduk membuat lelah dibagian pundak punggung dan kakinya.
Setelah merasa cukup relaks Marryana beranjak ke arah wastafel mencuci jari- jari tangan kemudian membasuh muka beberapa kali.
Menatap pantulan diri didepan cermin sambil memperhatikan guratan wajahnya yang semakin dewasa.
Ia tersenyum memikirkan dirinya yang masih betah melajang hingga 30tahun usianya.
Teman dan kolega sudah pasti menikah dan memiliki keluarga sendiri, sedangkan dirinya masih saja betah melajang hingga kini.
Untunglah pekerjaan yang mengharuskan bertemu macam-macam orang dengan segala masalahnya membuat dirinya tidak sibuk dengan kekurangannya.
Bahkan disaat kesepian Marryana memiliki kekasih virtual yang selalu berkabar bahkan sering menghabiskan waktu dengan bermain romansa.
Marryana tidak keberatan dengan statusnya sekarang tanpa menikah dan pasangan nyata.
Ia cukup bahagia menjalani hidupnya yang sendirian.
Dalam beberapa obrolan terkadang terlibat keinginan untuk bertemu kekasih virtualnya.
Sayangnya bonus tiket liburan kekasih tidak pernah tertuju ke Indonesia.
Sehingga dua tahun ini hanya menjalin kasih dan dating online saja.
Marryana sendiri ingin pergi menjambangi kekasih onlinenya di Turki tetapi selalu urung untuk pergi.
Ia tersenyum geli memikirkan keinginanya untuk bisa bertemu kekasih.
Drtt! drtt! Ponselnya bergeser tanda panggilan masuk.
Marryana sekilas menghentikan aksi pikiran konyolnya menilik siapa yang menelpon di akhir pekan.
Farouk is calling!
Marryana menggeser icon hijau dan sambungan pun berlangsung
"Hii..." Keduanya saling sapa bersamaan kemudian tertawa
"I'am fine Baby thanks! How are you!"
"Aku baik sayang terimakasih! Apa kabar kamu!"
"I'am good baby thanks for asking!"
"Aku baik sayang terimakasih sudah bertanya!"
"Hows your day!"
"bagaimana hari mu"
"My day is good! Hows about You!"
"Hariku baik. bagaimana tentang mu!"
"My day always good Baby! But I miss You!"
"Hariku selalu baik sayang! Tapi aku merindukan mu!" Farouk terkekeh gemas disana.
Tawanya menular ke Marryana
"I miss You too Baby!"
"Aku merindukan kamu juga sayang!" Marryana mengungkapkan perasaan cintanya dengan sebuah kecupan untuk sang kekasih
Muachh!! Balasan kecupan terdengar basah ditelinga Marryana.
Ia meremat dadanya yang menghangat.
Marryana selalu rindu akan pergulatan onlinenya dengan Farouk.
Begitupun Farouk yang pandai membuat suasana menjadi romatis.
"Did You think of me while working?"
"Apakah kamu berpikir tentangku selagi bekerja?" Pertanyaan gila sering muncul menggoda Marryana
"Ha ha ha yess I did think about You Baby! Last night is so crazy two time we had s*X!"
"Ha ha ha iyaa aku berpikir kamu sayang! Semalam itu sungguh gila dua waktu kita melakukan!" Marryana tetawa gemas diujung telepon
Pria bule itu tertawa
"Listen Baby I will always satisfy you! And you will continue to adore me!"
"Dengar sayang aku akan selalu memu*skanmu! Dan kamu akan bangga padaku!"
Dibalik layar pria bule itu terkekeh menjilat bibir atasnya. Dia merasakan dibawah sana berdenyut dan mengeras. Tangan satunya mengusap gundukan dibalik celana jeans-nya yang menyesak.
"Ha ha ha crazy!"
"Ha ha ha gila!" Marryana mengumpat
"Yess Im crazy cos of You! Muach!"
"Ya aku gila atas dirimu! Muach" Kecupan basah seakan mengena di kuping Marryana
"Ahh Baby don't say you're horney!"
"Ahh sayang jangan katakan kamu sedang horney"
"Yess Iam horney baby! Come on lets doing s*X baby! I touch ur breast!"
"Ya aku horney sayang! Ayo kita lakukan sayang! Aku sentuh gundukanmu!''
Kata-kata maut terus bergulir ditelinga mereka, saling membalas menimbulkan hawa panas yang menjalar dari ujung kaki hingga kepala.
"Baby panties getting wet I remove now!"
"Sayang cd jadi basah aku buang saja!" Marryana terkikik dan kabut gairah menyelimutinya yang sejak tadi berdiri.
Suara Ah! Ah! Oh yess keluar begitu saja.
Marryana seakan lupa bahwa dirinya masih berada diruang kantor.
__ADS_1
"Ahh baby faster please... "
"Ahh sayang cepat..."
"Yess baby lets cum out!"
"Ya sayang ayo keluar!"
"Ahh Iam cuming!"
"Ahh aku keluar!"
Keduanya menyudahi dating s*X dengan saling memuji dan mengumbar tawa.
"Baby! Im wet huh!"
"Sayang! Aku basah huh!" Disebrang Farouk menggerutu karena akibat aktifitasnya menyisakan gumpalan basah di beberapa bagian celana jeans!
"How do I wear my jeans! Ha ha ha!"
"Bagaimana aku gunakan celana jeansku! Ha ha ha!"
Tawa renyah menular pada lawan bicaranya.
Keduanya menertawakan kekonyolan masing-masing.
"Hy Baby how did you come home without panties!"
"Hy sayang bagaimana kamu pulang tanpa cd?" Tiba-tiba kekasihnya mengingat bahwa cd telah dibuang karena basah
"I know you rarely wear pants while work!"
"Aku tahu kamu jarang menggunakan celana ketika bekerja!" Farouk bertanya cemas kekasihnya tidak mungkin pergi tanpa dalaman
Marryana terkekeh "I'm going home withaout panties"
"Aku pulang tanpa cd"
"Aww crazy! I'm so crazy sh***!"
"Aww gila! Aku sangat gila si*l'' Farouk mengumpat panjang.
"I'm sorry baby next I will not be impudent again! Sorry I promise!"
"Aku minta maaf kedepan aku tidak akan kurang ajar! Maaf aku janji!"
"I lost control baby. I really sorry!"
"Aku kehilangan kontrol sayang! Aku sangat menyesal!" Farouk mengungkapkan rasa bersalahnya.
"Its ok baby. Dont be sorry! Ok!
"Tidak apa sayang. Jangan merasa bersalah! Ok!"
"That was nice!"
"Tadi sangat menyenangkan!"
"Baby I'm going toilet to clean my self"
"Ok baby! Take care!
"Ok sayang! Hati-hati!"
Muach! Muach! Kecupan-kecupan saling berburu memenuhi layar ponsel.
"Love you!"
"Cinta kamu!"
"Love you too!"
"Mencintaimu juga"
Panggilan pun berakhir Marryana merasa kegerahan karena sisa-sisa percintaan mereka.
Ia pergi membersihkan diri dalam toilet pribadinya yang terletak di dalam kantor.
Merasa segar kembali setelah adanya sentuhan air di beberapa bagian. Walaupun tidak melakukan mandi karena ia tak memiliki baju ganti di dalam ruangan.
Sedikit percintaan tadi mampu menghilangkan penat seharian bekerja.
Sambungan dengan sekretarisnya didepan tersambung baik.
Tuut!
"Iya buu.." Suara Desy disebrang telpon
"Kamu belum pulang Desy?"
"Belum buu.. saya menunggu ibu keluar" Imbuhnya
"Ohh!" Marryana menepuk jidatnya sendiri Ia lupa kalau Desy akan pulang setelah dirinya pergi.
"Baiklah Desy saya juga sedang bersiap pulang. Pastikan semua terkunci rapi ok!" Marryana menginterupsi bawahanya.
"Baik bu!"
Klik!
Panggilan pun berakhir.
Marryana mengemasi barang-barang pribadinya.
Tuut! Panggilan datang dari Desy.
Klik
"Iya desy?"
"maaf buu ada tamu diluar"
Marryana merenung. "Pasien?"
"Bukan buu sepertinya dia memperkenalkan bukan sebagai pasien. Tetapi memperkenalkan sebagai kenalan ibu"
__ADS_1
Marryana kembali mengingat Ia tidak memiliki janji khusus dengan siapapun diluar kantor.
Siapa??
Tetiba benda pipihnya bergetar didalam tas.
Marryana meronggoh Android-nya dari dalam tas.
Dion is calling
"Ya Hallo Dion"
"Oh jadi yang diluar itu kamu?"
"Baiklah. Tunggu kamu diluar!"
Panggilan pun berakhir
"Desy apa kamu masih disana?"
Marryana memanggil sekertaris dalam media penghubung
"Iya saya Desy!"
"Ok baiklah. Biarkan tamunya masuk"
"Kamu boleh pergi nanti kuncinya saya bawa ok!" Marryana menginterupsi bawahanya
"Baik bu!" Jawab Desy patuh
panggilanpun terputus.
tidak lama berselang pintu luar diketuk
"Permisi Bu ini tamunya" Desy mendorong pintu setengah terbuka
"Silahkan..." Desy mempersilahkan
"Masuk Dion!" Marryana menyambut tamunya.
"Ibu saya duluan!" Desy meletakan kunci kantor dimeja kerja.
"Ya hati-hati Desy!"
"Silahkan Dion" Marryana mengajak tamunya beralih tempat duduk ke arah shofa.
Shofa yang biasa digunakan Marryana untuk membuat teraphi dengan pasien.
Dion yang belum sempat duduk mengedarkan pandanganya melihat sekeliling kantor yang didominasi warna abu muda dan biru.
Jauh dari kata feminim untuk seorang Marryana yang baru dia kenal kemarin.
"Kamu bekerja disini Marry!"
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa tapi ini terlihat berbeda saja dari penampilan kamu" Dion mengikuti kemana arah Marryana mempersilahkan dirinya untuk duduk.
Marryana mengangkat bahunya. Ia duduk di kursi lain.
"Btw dari mana kamu tahu aku bekerja disini?"
Marryana bertanya heran karena Ia belum sempat mengatakan dimana Ia bekerja.
Tetapi tiba-tiba Dion sudah ada dilalam kantornya.
Dion tetawa kecil " Maaf kemarin itu aku lihat kearah mana kamu pergi. Dan hari ini aku kembali dimana kita bertemu"
"Tadi aku menyebrang dari mall dan aku berjalan persis ke arah ruko ini" Dion menjeda kalimatnya
"Aku melihat nama kamu di depan lalu aku memutuskan untuk masuk dan bertanya apakah benar ini kamu" Dion memiringkan kepalanya tersenyum ke arah Marryana
"Maaf aku menyukaimu Marry"
Marryana menghela nafasnya sebagai wanita dewasa Ia bukan tidak tau arah Dion ke mana tetapi Ia sangat menjaga hatinya untuk seseorang di ruang virtual cintanya.
Dion yang melihat reaksi Marryana terdiam begitu lantas mengubah duduknya
"Jangan fikirkan apa yang barusan aku katakan Marry"
"Aku tidak akan pernah memaksamu untuk membalas apa yang aku rasa. Aku cukup tau diri kamu sudah ada yang memiliki" Kata yang Dion ucapkan tidak seirama dengan hatinya.
Tapi demi usahanya Dion rela berbohong.
"Hey bagaimana kalau kita pergi mencari makan. Bukankah kamu kemarin mengatakan ada tempat makan dipinggir kota? Aku ingin pergi dan menikmati malam ditengah kota!"
Dion mengalihkan pembicaraannya demi suasana hati dan waktu yang akan dia tinggal sebentar lagi.
Marryana tampak berpikir. Ia pun belum makan dan tawaran Dion bolehlah! ini malam minggu besok Ia tidak harus pergi pagi-pagi mengantor.
"Okay!"
Marryana men-deal ajakan Dion untuk pergi mencari makan.
Sebentar aku siap-siap dulu!"
Marryana beranjak dari tempat duduknya mengemasi barang-barang yang sempat tadi Ia bereskan sebelumnya.
Bercermin sedikit di dekat wastafel dan melakukan touch up Marryana memberikan sentuhan akhir mengoles bibirnya dengan warna peach.
Meraih tas kerjanya Marryana mengajak Dion pergi
"Ayo Dion!"
Tanpa sengaja kakinya menendang bak sampah dibawah karena terburu-buru
Alhasil tong kecil itu mengeluarkan isinya
Dion yang melihat kecerobohan Marryana ikut berjongkok untuk membereskan isi tong yang keluar-keluar.
Dion maupun Marryana tidak menyangka kalau dari pecahan sampah kertas itu ada underwear yang Ia buang saat percintaan.
Marryana menarik cd yang sedang dipegang Dion.
"Kamu jangan lancang!" Geramnya
__ADS_1
Ia sangat kesal tapi sesungguhnya rasa malu yang mendominasi dirinya sekarang.