
Tutup matamu sipa, ucap nana sebelum ku hitung sampai tiga, jangan buka matamu,aku mengikuti arah yang nana tunjukkan hanya tiga menit aku berjalan dan nana menghentikan langkah dan melepaskan tangannya dari ku,
satu.....dua.....tiga.....
"Coba lihat siapa itu sipa",ucap nana
Lelaki itu menatap lurus terhadapku
Sambil memegang bola basket, walaupun aku tau dia tidak pandai memainkannya, aku tersenyum malu sambil berkata dalam hati apa-apaan ini ..
"Ayo vio masukkan lah bola itu dalam ring nya jika dalam tiga kali percobaan masuk sipa akan terima cintamu", ucap nana
"Bodoh apa-apaan ini buat kami malu saja",ucapku
tapi dalam hati aku berkata ayo vio semangat sambil menatap mata vio
kurasa vio tau maksud diriku menatapnya itu , dengan gaya yang asal-asalan vio memasukan bola keringnya percobaan pertama gagal kedua sampai ke tiga tetap gagal,aku maju kehadapan vio sambil berkata
"cukup vio jangan bodoh aku telah memikirkan semalaman tentang pernyataan cintamu",
diriku tersenyum dan berkata ya kita jadian,
__ADS_1
Beneran sipa [tanpa espresi] ucap vio mungkin saat itu bukan hanya aku yang kaget dengan semua ini tapi vio juga, hanya cukup beberapa minggu saja untuk kami saling mengenal satu sama lain,
aku mengangguk dan menunduk karena malu. Menatap mata vio setelah menerima cintanya itu membuatku malu.
aku yang senyum-senyum sendiri seakan tak menggiraukan orang-orang disekelilingku ini, mataku hanya tertuju pada satu lelaki yang baru saja menjadi pacarku,
"Selamat ya sayang akirnya gak galau-galauan dan gak jomlo lagi," ucap nana
bukan hanya nana tapi teman-teman yang lainpun memberi ucapan kepada kami, sampai aku malu.
karena malam nya kami mengadakan acara ulang tahun teman vio dengan kawan-kawan vio , yang ku kenal hanya vio,kiki dan nana , kiki adalah pacar nana.
Namaku sipa zanna kirania, lahir di bengkulu 6 mei 1992. Usiaku kini baru menginjak 15 tahun.
Aku duduk dibangku sma kelas satu, dimana anak muda seusiaku sedang dalam masa-masa indahnya menjalin cinta. Hari ini tanggal 1 januari 2009 aku dan vio resmi jadian dengan drama yang aneh tentang bola basket itu...
aku gugup jantungku terus berdetak kencang, ya tuhan bagaimana kalau dia tau malu rasanya gumamku dalam hati sambil meihat kesamping kananku dia yang sedari tadi menggenggam tanganku tanpa melepas sedikitpun.
"vio bisakah kamu mengantarkan aku pulang,
soalnya kita sudah bergadang semalaman dengan teman yang lainnya" ucapku
__ADS_1
"bisa, mau aku antar kemana dek sipa" [ nada mengejek sambil tersenyum] jawab vio
"anterin sipa kerumah nana ya mang
[ nada mengejek].vio makasih ya udah mau sama aku" ucapku
"makasih juga udah mau terima.
hayuk.. mamang anterin non ke rumah nana" ejek vio
kami berdua berjalan keparkiran dan menuju motor yang akan kami gunakan.
dijalan kami banyak bercerita,tertawa,dan melihat pemandangan pagi yang menyegarkan,
karena kami melewati hamparan sawah yang hijau, dengan pohon-pohon yang rindang di sepanjang jalan.
akhirnya sampai dirumah nana, aku pun turun tak lama nana menyusul dari belakang...
"ayo sipa masuk, kita mandi dan makan" ajak nana.
"terimakasih nana, tapi aku ingin pulang saja, ingin tidur rasanya badanku sakit semua, duduk semalaman" jawab sipa
__ADS_1