
Aku terlelap semalaman di depan tv, ada telvon masuk nomer tak dikenal, yang mengabari bahwa aku lolos seleksi dan harus interviu hari ini juga, aku hanya menjawab sedanya
Mataku berat sangat, aku memblokir nomer vio, dan semua sosial media tentangnya, aku menghubungi mbak yani kalau vio minta alamat tempat tinggalku jangan beritahu dia, kalau mbak yani atau orang tuaku tau aku tidak mau pulang lagi,
Entah mengapa rasanya kosong sekali hidupku yang awalnya aku mempunyai keinginan yang kuat untuk bekerja di kota "j" ini, hari ini aku tak ingin mengingat keinginan itu karena aku akan selalu terbayang wajah vio,
Ding..dong..ding..dong..
Siapa yang datang ya, aku mengintip rupanya nando, kulihat jam yang terpasang didinding, 15.00wib
Sudah sore rupanya, aku membuka pintu lalu mempersilakan nando masuk,
Dia melihat penampilan ku yang seperti zombi, bayangkan saja mata bengkak merah pula, baju kucel rambut acak-acakan dan parahnya aku lupa cuci muka,
"Kamu kenapa sipa, gini amat penampilan biasanya juga fine aja walau ada masalah" ucap nando
Aku tersenyum dan berjalan kearah kamar mandi,
Aku mandi hampir sejam lamanya tapi belum juga keluar, nando yang memanggil-manggil namaku namun aku tak merespon, nando nekat masuk
Aku pingsan di badtab dan tidak mengunakan sehelai benangpun,
Nando awalnya panik namun bingung harus bagaimana, lalu dia mengambil handuk dilemari kecil lalu mengangkatku sambil menutup mata, diangkatnya aku kekamar dikeringkan badanku lalu dia mengambil dress tidurku,
Dengan perlahan nando membuka handukku, aku yang masih tak sadarkan diri, lalu nando menelvon dokter yang dia kenal, setelah itu dipakaikannya dres itu kepdaku,
Tak lama dokter datang dan melihat keadaanku, dia mengatkan kalau aku hanya kecapean dan belum makan apa-apa dari pagi,lalu dokter mensuntikan cairan ketubuhu,setelah dokter keluar dia memberi resep obat yang harus ditebus,
Tak lama aku terbangun, dan aku kaget karena aku sudah dikasur dan mengunakan baju walau tanpa bh n celana dalam,
"Nando aku kenapa" ucapku pelan
"Kamu pingsan, maaf ya sipa aku yang mengangkat kamu dan.. Kata-katanya berhenti disitu,
Aku malu tapi akupun berterimakasih kepada nando,
__ADS_1
" makasih ya nando, kalo ngak.ada kamu mungkin aku udah ma..."ucapku
Nando menutup mulutku sebelum kalimat terakhir yang kuucapkan selesai,
"Jangan bilang begitu sipa, kamu emangnya kenapa" nando bertanya
Aku menceritakan bahawa vio menghianatiku padahal dia bilang dia akan menikahiku sebab..
Aku terdiam sesaat karena aku tak mampu mengungkapkan sebabnya,
Nando mendengarkan ku tanpa merespon dia hanya memberikan pelukan nyaman namun dia tak ingin aku mengingat vio dulu,
Aku beli makanan dulu ya sipa, kamu tunggu aja disini, sekalian aku mau nebus obat,aku berdiri dan mengambil dompet, namun nando menolak uang dariku, dia bilang kitakan teman jadi harus saling tolong menolong, aku memberi paswoard kunci masuk kekamarku,karena aku percaya dengan nando, aku takut nanti aku ketiduran dan ngak denger kalau dia datang,
Selagi nando keluar aku hanya berbaring dikasur karena lama aku bosan lalu aku keluar dan menonton tv, sempai akhirnya aku tertidur,
Dengan keadaan tv masih menyala,
Nando masuk dan menghampiriku dia mematikan tv dan membangunkan ku
"Sini sipa sudah kusiapkan, makan dulu ya kan udah malem juga" ucap nando, aku mengangguk lalu berjalan kearah meja makan,
"Iya tau dong,aku pernah liat kamu makan ayam bakar dan itu lahap banget," ujar nando
Aku makan dengan perlahan sambil diam, diam-diam nando memfhotoku
Aku menengok sambil tersenyum
"Heii apa-apaan ini" ucapku
"Kamu cantik loh kalo lagi makan" kata nando, aku hanya tersenyum tanpa bilang apa-apa,
"Oia kamu lagi cari kerjaan kan,mau ngelamar jadi sekretaris gak di perusahaan temenku, gajinya lumayan loh, kalo mau kamu langsung interviu aja sambil bawa surat lamaran kerja,
Nanti aku yang urus deh pasti bisa", ucap nando,
__ADS_1
Aku mengangguk sambil tetap makan, nandopun ikut makan tapi bedanya dia lebih lahap dari pada aku, aku tertawa melihatnya,
Selepas makan aku duduk didepan tv, nando datang dengan membaw obat dan air, " repot amat sih ndo" ucapku
"Kamu kan lagi sakit"timpalnya
Aku berterimakasih sekali dengan adanya nando saat aku lagi galau-galaunya,
Ternyata salah satu obat yang ada diresep itu obat tidur, tak lama aku tertidur pulas, aku masih didepan tv nando pun menggangkatku kekamar,
Entah mengapa nando itu jauh dari kata liar, dia mempunyai iman yang bagus, aku hanya bersyukur masih ada laki-laki seperti ini,
Nando pulang setelah dia merapikan dapur,ruang tv dan meja makan,
Soalnya sewaktu aku bangun pagi aku melihat semuanya nampak rapi,
Aku harus kuat, gak boleh cengeng toh nasi sudah menjadi bubur,
Biar jadi bubur juga masih enak kalo ditambah kuah sama ayam gumamku,
Aku membuat surat lamaran kerja yang baru dn menyiapakan segala berkas yang harus aku bawa besok,
Karena hari ini aku harus mempersiapkan tubuhku dan penampilanku biar ngak kayak zombie lagi,
Kutelvon nando, namun suaranya telvonnya terdengar setelah ada yang membuka pintu,
Aduh yiya marah gak ya kalo tau pacarnya perhatian gini sama aku,gumamku pelan
"Nih aku bawain sarapan," ucapnya
Makasih ya kataku, oia ndo nanti anterin aku dong supermarket deket sini aja, aku mau beli bahan masakan, kamu udah baik banget sama aku, jadi aku bales pakek masakan aja ya, nando tersenyum melihatku bertingkah manja,
"Tapi ada syaratnya loh kalo mau dinterin," ucapnya
Apa coba kataku "kamu harus masak yang enak, " oke siap kataku,
__ADS_1
Aku mandi dan berdandan sedikit lalu memakan sarapan yang dibelikan nando,
Setelah itu kami pergi untuk belanja kebutuhan dapur dan sekalian belanja barang-barang yang lupa aku beli,