
Tidak terasa hari berlalu begitu cepat sudah satu bulan dua minggu aku ditinggalkan oleh laki-laki berengsek itu.
yang buatku marah itu bukan aku yang ditinggalkan melainkan sifat polos anak 15 tahun yang menganggap cinta pertama itu akan abadi, [hhaahhaaa]
aku tertawa sambil memikirkan betapa bodohnya aku hari ini aku duduk di bawah pohon rindang yang berada di depan kelas ku,
aku duduk sambil menggunakan headset dan mendengarkan lagu,
"lobow-salah"
"Sepanjang Perjalanan Cintamu
Kau Bilang Aku Yang Paling Tangguh
Tapi Mengapa Kau Tinggalkan Aku
Dengan Alasan Yang Tak Jelas
Apa Aku Pernah Mengeluh
Apa Aku Pernah Berlari
Saat Kau Ada Masalah
Apa Aku Pernah Membual
Apa Aku Tak Mengimbangimu
Sayang Kau Menilaiku Salah
Sepanjang Perjalanan Cintamu
Kau Puji Aku Setiap Waktu
Tapi Kenyataannya Berlawanan
Kutak Pernah Ada Baiknya
Apa Aku Pernah Mengeluh
Apa Aku Pernah Berlari
Saat Kau Ada Masalah
Apa Aku Pernah Membual
Apa Aku Tak Mengimbangimu
Sayang Kau Menilaiku Salah
Salah...
Salah...
Salah...
Apa Aku Pernah Mengeluh
Apa Aku Pernah Berlari
Saat Kau Ada Masalah
Apa Aku Pernah Membual
Apa Aku Tak Mengimbangimu
__ADS_1
Sayang Kau Menilaiku Salah
Apa Aku Pernah Mengeluh
Apa Aku Pernah Berlari
Saat Kau Ada Masalah
Apa Aku Pernah Membual
Apa Aku Tak Mengimbangimu
Sayang Kau Menilaiku Salah
Sayang Kau Menilaiku Salah
Salah..."
Mataku terpejam,Tak terasa air mataku menetes, dari belakang yiya dan lili mengejutkan diriku,
Dorr..kata mereka
aku tersentak lalu berdiri
..
"Hhaaa galau neng, udah buang kelaut aja, gak denger ya udah bel masuk, mau belajar apa galau-galauan nih”, ucap yiya
aku melihat sekeliling murit-murit telah memasuki kelas masing-masing.
Yiya menberikan tisu untuk menghapus air mataku. Dia teman yang sangat baik.akupun memilih untuk kembali belajar,
Ayo yiya kita masuk kelas saja,
dua minggu lagi kan ulangan semester satu,kemana nana tadi ya.
sepanjang siang ini aku benar-benar belajar dengan serius, yang lain menatap aneh terhadapku,
Belpun berbinyi panjang..
Tet...
Tet...
Tet.......
Hore ucap teman-teman di kelas ku,
Zeze dan nita yang sedari tadi mentapku seakan bertanya kenapa kamu sedih sipa, namun mereka menahan pertanyaan itu,
mereka menghampiri tempat dudukku, aku duduk di bangku belakang dengan lamira, sedangkan zeze dan nita duduk di bangku depan,
"Pulang yuk,gak bosen emang dikelas ya
Biasanya aja baru jam pertama udah ngilang aja bareng yiya", ucap zeze sambil senyum menggoda,
Hei..sipa...
Hei..kamu kok diem aja,
Hei...
lamunanku pecah mendengar nita memanggilku, aku yang melamun dan masih memikirkan cinta pertamaku itu tanpa sadar menangis dihadapan nita ,zeze
dikelas masih ada yiya,lamira,dan nana yang baru datang kekelas kami,Aku malu aku menutup mukaku dan menunduk bersandar di meja yang aku tempati.
__ADS_1
"Hei..sedang ada drama ya dikelas kalian ini, udah berapa episode
Ya.. Sayang ya ketinggan udah nagis aja", ucap nana sambil senyum dan menghampiri sipa
"Iya tuh yang ditinggalin udah sebulan dia begitu, bentar lagi cari pohon toge tuh buat gantung diri", timpal nana
"Apaan sih , toge gak pakek batang kali., kalo mau gantung aja tu leher di pohon terong", nita senyum dan menghibur sipa,
Hhaaaa...haaaa...
kami Tertawa lepas, seakan tak ada beban fikiran padahal mah yah, PR kami numpuk bener,
Udah lah jangan goda sipa lagi[sahut zeze], iya kasian[sahut lamira]
aku yang puas telah mengeluarkan air mata inipun tertawa dengan lepasnya,melihat aku tertawa merekapun ikut tertawa,.
"Gitu dong.. Ikut main kerumahku yuk, ada yang nanyain mulu tuh kapan main kerumah", ucap nana kepada kami
Siapa, mereka.serentak bertanya kepada nana, nana hanya tertawa sambil duduk menyilangkan kaki seakan dia akan menjelaskan kepaflda yang lain,
aku menatap mereka dan tertawa, karena bagiku itu lucu mereka penasaran.
"Temennya pacar nana ”vio" namanya,
Boleh aku bosan sendirian terus dirumah, tapi aku pulang dulu ya baru kerumahmu, kalian mau ikut", ucapku
mereka saling menatap dan berkata tidak,kami tidak ingin mengganggumu sipa, saran dari kami cobalah membuka hatimu untuknya, mana tau dia bisa menggobati luka yang telah diberikan si tukang sate itu,
Maaf sipa bukan maksud kami mengejek [tukang sate], kami hanya malas kalau memyebut nama laki-laki itu didepanmu.aku memeluk mereka semua dalam satu pelukan..[ bahagia]
kami pulang masing-masing karena rumah kami berlainan arah.
Sampainya dirumah aku membuka tudung saji,aku melihat ada sambal kentang dengan ayam dan sayur bayam, dalam hati aku berkata"tumben mbak yani masak biasanya juga cuma ada mie dan telur aja",
Mbak yani adalah ayuk kandungku dia bekerja di sebagai wartawan disalah satu majalah yang ada dicurup..
Aku mandi dan setelah itu makan.
Sambil memegang hp aku menelvon mbak yani, aku pamit ingin pergi kerumah nana, sekalian menginap,
Aku yang masih menggunakan handuk selagi makan berdiri setelah makan aku mencari baju, ku ambil lejing hitam, kaos putih dan rok baju kodokan dari bahan lepis yang panjangnya diatas lutut,
aku mengemasi buku dan seragam sekolahku,setelah siap aku berjalan keluar rumah untuk mencari angkot.
setelah mendapatkan angkot aku duduk di bangku dekat pintu supaya tidak repot keuar kalau sudah sampai halte berikutnya, soalnya dari rumahku kerumah nana itu harus dua kali menaiki angkot,
Akhirnya aku sampai dirumah nana..
Asalammualaikum ...
Tok..
Tok..
Tok..
Nana .. Nana..
"Waalaikumsalam.,
Masuk sipa, Ayo kekamarku taruh barangmu dan istirahatlah dulu, mau minum apa?", tanya nana kepadaku
Air putih aja.
[Sambil membaringkan badan dikasur]
__ADS_1
Oke ucap nana sambil tersenyum