
"Tapi dilihat dari manapun juga, hutan ini sangat sepi sekali... Benar benar tidak ada monster."
Kenzhi sudah berjalan lebih dari 10 menit dari titik awal. Berbekal ingatan pemilik sebelumnya, Kenzhi menyusuri hutan untuk kembali ke desa.
"Kalau begini lebih baik aku tetap di goa tadi." Keluh Ken, karena situasi yang terbilang aman seharusnya tidak akan ada masalah jika ia bermalam di goa.
[Situasi ini seperti air Tuan. Sebaiknya tetap waspada untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.]
"Kau benar, situasi ini sudah pernah ku alami. Terkadang mereka bisa saja mun—." Perkataannya terhenti ketika Ken merasakan ancaman di sekitarnya.
"Tidak salah lagi, ada sesuatu yang memperhatikanku.."
Kenzhi menghentikan langkahnya dan mengambil posisi bertarung setelah merasakan ada sesuatu yang memperhatikannya.
Makhluk kerdil berwarna hijau dengan kuping panjang dan membawa gada kayu kecil kemudian melompat dari balik semak-semak.
Kenzhi yang mengetahui itu langsung reflek menebas leher makhluk hijau tersebut. Dan setelahnya Ken mendapatkan notifikasi dari sistem.
[Sistem menandai beberapa goblin di sekitar, apakah tuan ingin menjadikan ini sebagai quest. Y/T.]
"Jika ada hadiah tentu saja, 'Ya'." Jawab Ken.
[Quest dimulai. Objektif bunuh semua goblin, Batas waktu 1 hari, jangkauan 100 meter, kesulitan mudah.]
"Baiklah. Ayo maju sini kalian para cecunguk..." Semangat Ken membara diiringi dengan satu persatu goblin keluar dari semak.
Kenzhi dengan keterampilannya menggunakan pedang terlihat tidak kesusahan melawan makhluk hijau itu. Dia bahkan sempat tersenyum saat beberapa darah mengenai wajahnya.
5 goblin berhasil di tebas tapi quest masih belum selesai. Kawanan goblin berjumlah 10 keluar bersamaan untuk menyerang Kenzhi.
Kenzhi kemudian berencana untuk menggunakan skill miliknya karena tak ada celah sedikitpun untuk menebas kesepuluh goblin tersebut.
"Tak ada pilihan... TEKNIK PEDANG ANGIN: Tebasan Angin."
Tiupan angin membentuk sayatan pedang keluar seusai Kenzhi menebas angin di sekelilingnya. Tiupan angin itu kemudian menyayat dan mendorong goblin hingga beberapa meter ke belakang.
Semua goblin mati seketika dan karena tak ada yang tersisa, quest pun selesai. Notifikasi dari sistem muncul.
[Quest selesai. Tuan mendapatkan.
- 150 Exp
- 100PS, 5PK, 3PL
- 5/100 pecahan Gada emas.]
"Hmm bagaimana bilangnya ya.. ini benar benar sampah." Ejek Ken.
[Jika ingin hadiah yang lebih besar Tuan harus menyelesaikan quest yang lebih susah lagi, atau bisa juga menyelesaikan quest kontrak.]
"Jadi dimana quest kontrak itu."
[Untuk sekarang di sistem belum tersedia, tapi yang mudahnya tuan bisa mendapatkannya di serikat petualang.]
"Haaah percuma saja." Keluhnya.
Saat ingin melanjutkan perjalanan Kenzhi tiba tiba dikejutkan oleh Gada kayu berduri besi yang sangat besar menghantam tanah tepat di depannya.
"Sial apa lagi ini."
Kenzhi mendongak ke atas dan melihat makhluk yang kini berbadan besar dan bermuka jelek dengan warna tubuh coklat dan bertaring.
Gada berduri yang makhluk itu bawa kemudian diangkat dan diayunkan ke arah Ken. Dengan sigap Kenzhi menghindar dari serangan tersebut.
"Besar sekali. Hei sistem jadikan dia sebagai quest."
__ADS_1
[Apakah anda yakin tuan, tingkat kekuatan nya sudah melebihi anda, sebaiknya Tuan kabur dari sini.]
"Tak mungkin ku sia-siakan si babon ini." Kenzhi bersikeras untuk tetap melawan makhluk besar itu walau sistem telah memperingati.
[Baiklah jika anda bersikeras. Quest dimulai, Objektif bunuh ogre, batas waktu 1 hari, jangkauan 500 meter, kesulitan 'sangat sulit'.]
"Maju kau sini dasar babon.."
Kenzhi langsung menyerang makhluk itu dengan mengincar bagian dadanya yang terdapat celah.
Pedang berhasil menusuk makhluk itu namun pedangnya tidak bisa masuk lebih dalam lagi karena kerasnya daging dan tulang makhluk besar tersebut.
"Sialan.. keras sekali." Kenzhi panik dan berusaha untuk melepaskan pedangnya dari dada makhluk itu.
Usahanya sia sia setelah makhluk itu mengayunkan gada miliknya ke arah pedang Ken yang kemudian membuat bilah pedang tersebut patah.
Kenzhi mundur hingga beberapa meter kebelakang untuk mencari aman.
Kenzhi yang mulai merasa panik kemudian memanggil sistem "Sistem bagaimana ini."
[Mungkin ini akhir bagi Tuan di dunia ini.] Jawab sistem dengan cuek.
"Jangan bercanda. Oh ya kalau tidak salah ada satu barang lagi di Inventory ku, apakah itu bisa berguna?."
[Namanya Soul Eater tuan. Sistem tidak tahu jenis barang itu benda atau bukan tapi dari namanya mungkin akan berguna.]
Kenzhi yang menduga itu adalah benda kemudian berniat untuk mengeluarkannya. "Baiklah. 'SOUL EATER'."
Yang pertama ia rasakan adalah sensasi memegang gagang pedang. Kemudian secara perlahan Ken mengeluarkan benda itu hingga nampak dari atas sebuah gagang berwarna hitam dan sampai bawah adalah bilah hitam dengan embel embel kristal biru tua di tengahnya.
"Keren sekali..."
Kenzhi tercengang karena baru mengetahui terdapat benda sebagus itu di penyimpanannya. Namun Ken tak bisa berlama-lama untuk tercengang karena makhluk itu kembali melakukan serangan dengan gada-nya.
Kenzhi berhasil menghindar, dan segera menuju ke arah belakang Ogre tersebut.
Dari belakang makhluk tersebut Ken melancarkan serangan dengan menebas leher makhluk besar itu hingga putus dan mati.
"Hufff Akhirnya selesai juga."
Merasa sudah aman Kenzhi yang ngos-ngosan kemudian segera ia duduk di tanah untuk menstabilkan aliran darahnya.
[Selamat quest selesai. Mendapatkan.
- 560 Exp
- 250PS, 25PK, 5PL
- 15 Pecahan Gada emas.]
"Huff tidak apa lah yang terpenting poin ku bertambah." Ucapnya mensyukuri hadiah yang diterima.
"Ngomong-ngomong kalau bukan dari sistem, pedang sebagus ini berasal dari mana?." Ucap Ken terheran-heran.
[Mungkin itu representasi dari kutukan yang dibicarakan warga desa Tuan, dan sebaiknya anda tidak memakainya untuk jangka waktu yang panjang.]
"Kutukan? Benar juga. Aku sempat terpikirkan bagaimana caranya luka sayatan di tubuh ini bisa sembuh dengan sangat cepat. Ku yakin ini bukan ulahmu kan sistem."
[Benar Tuan, saya hanya memilih dan memindahkan jiwa anda ke dalam tubuh ini, dan tanpa seijin anda sistem tak bisa mengubah struktur tubuh ini.]
"Demi keamanan lebih baik aku masukan kedalam Inventory saat sampai di desa nanti." Ucap Ken.
Kenzhi lalu beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina nya dan saat sudah fit kemudian ia melanjutkan perjalanannya menuju desa.
Setelah istirahat dan melanjutkan perjalanannya, kini Kenzhi telah sampai di desa yang menjadi tempat tinggal Hansaka bersama ibunya.
__ADS_1
Desa itu sangat luas dan karena tempatnya yang berada di kedalaman hutan, sekeliling desa tersebut di beri dinding dari batang kayu besar dan di buat runcing pada bagian atasnya.
Kenzhi terlebih dahulu memasukkan pedang nya ke dalam Inventory sebelum melangkahkan kaki menuju gerbang desa yang di jaga oleh beberapa pria.
Saat ingin masuk gerbang, Ken di cegat oleh salah satu pria yang berjaga disana.
"Hei siapa kau, ada urusan apa kau di desa ini." Tanya salah satu pria berbadan kekar.
"Paman, apa kau tak mengenalku? Ini aku loh 'Hansaka."
Pria itu memperhatikan lagi dan baru ngeh kalau Ken adalah Hans. Pria itu nampak kaget dan berkata. "Hans? Bukankah ada rumor tentangmu tewas di bunuh bandit."
"Itu cuma rumor paman, sebaliknya aku sekarang baik baik saja." Jawab Ken dengan santai.
Pria itu nampak curiga karena pakaian yang dipakai oleh Ken yaitu Mantel kulit membuat penampilannya berbanding terbalik dengan Hans.
"Bagaimana aku bisa mempercayai mu Hans?." Tanya pria itu penuh dengan kecurigaan.
Kenzhi yang mengingat pria itu adalah salah satu pria yang sangat baik pada Hansaka kemudian menjadikan hal itu sebagai kesempatan.
"Begini saja. Paman sudah sangat baik padaku bahkan selalu memberi kami makanan, jadi bagaimana aku bisa berbohong pada orang yang telah berbuat baik padaku." Begitulah katanya.
Pria itu berpikir dua kali untuk memproses perkataan Kenzhi.
"Memang benar sih. Ka-kalau begitu kau boleh masuk, mungkin ibumu sudah menunggumu di rumah." Ucap pria itu dengan berat hati memperbolehkan Kenzhi masuk ke desa.
"Terima kasih paman. Ngomong-ngomong tadi aku melihat ogre di hutan, dan sebaiknya kalian berhati hati." Ucap Ken Memperingati para penjaga itu.
Saat di dalam desa, semua pandangan orang tertuju kepada Ken, di antaranya ada yang sambil berbisik bisik dan ada juga yang terheran-heran. Kenzhi tak menghiraukan itu semua dan terus berjalan.
Saat sudah berada di rumah yang Ken tuju, kemudian ia mengetuk pintu hingga seorang wanita yang sangat cantik membukakan pintu untuk Ken.
"Aku pulang."
Bersambung...
Yah begitulah ceritanya. Jan lupa saran dan kritik nya... Thx_TG
Ilustrasi;
Pedang Soul Eater
Ibunya Hans. Gak ada yang lain jadi pakai yang seksi aja.
Mas Ogre.
__ADS_1