
[Quest dimulai. Objektif: kalahkan sekelompok bandit, Jangkauan: 1Km, Batas waktu: 2 hari, Kesulitan: 'sangat sulit']
4 orang bandit terlihat sedang membicarakan sesuatu. Mereka tampaknya baru saja merampok dagangan dari pedagang yang melintas.
Salah satu dari mereka yang berbadan kekar terlihat sedang mengelap ototnya dari bercak darah segar yang menempel. Satu dari 3 yang membawa pedang juga baru saja selesai mengelap pedangnya.
Di atas gerobak yang di tarik oleh seekor kuda itu juga terlihat banyak sekali barang jarahan.
Barang jarahan yang mereka rampok cukup banyak dan itu bisa terlihat dari kantung kain besar yang dipakai untuk menaruh semua barang tersebut.
Juga beberapa makanan seperti buah-buahan dan roti berada di tong kayu yang tersusun di atas gerobak tersebut.
Kenzhi yang melihatnya dari balik pohon menjadi tergiur dengan barang barang tersebut. Ia kemudian membuat rencana untuk mengalahkan para bandit itu.
"Sepertinya yang akan menyusahkan adalah si pria kekar itu. Dia kurasa ahli dalam bela diri, jadi hanya dengan pedang biasa pasti tidak akan mudah mengalahkannya."
"Dan ketiga bandit yang membawa pedang itu, kurasa tidak akan terlalu sulit untuk melawannya. Pedangnya juga terlihat biasa saja." Gumam Ken.
Setelah membuat keputusan Ken berniat untuk melancarkan aksinya.
"Baiklah, sepertinya aku masih bisa memakai skill itu untuk satu kali lagi."
[Tuan, dengan kondisi anda yang seperti ini sebaiknya Tuan tidak memakai skill apapun lagi atau anda akan benar benar kelelahan.] Ucap Sistem memperingati.
"Tenang saja." Ucap Ken menyakinkan sistem.
Kenzhi kemudian mengaktifkan skillnya untuk berpindah tempat ke belakang bandit berbadan kekar itu. Kemudian dengan Scalibur, ia menyayat bagian leher bandit tersebut hingga mati.
Bandit lainnya terkejut setelah Ken dengan tiba-tiba muncul dan membunuh rekannya.
Mereka dengan segera menarik pedang dan bersiap untuk melawan Kenzhi.
"Siapa kau! Bagaimana bisa tiba-tiba muncul disini." Tanya salah satu bandit berambut merah.
"Sebuah trik magis, aku biasa melakukannya saat membunuh korbanku." Ucap Ken dengan santai.
"Bocah sialan, jangan bermain-main denganku! Apa kau tidak tahu siapa kami."
"Bandit..? Mungkin." Ucap Ken sambil bercanda.
"Kalau sudah tahu maka jangan membuat masalah dengan kami!." Gertak bandit itu.
Bandit itu segera melancarkan serangan dan Ken langsung menangkisnya dengan Scalibur. Dia kehabisan banyak 'mana jadi sangat berat rasanya menangkis serangan tersebut.
Ken yang terus terusan diberi serangan oleh bandit itu dan dengan mana yang sedikit membuatnya tak bisa mengaktifkan skill berpedangnya.
Beberapa kali bagian tubuhnya terkena tebasan pedang yang dilancarkan oleh bandit itu. Dia bisa menahannya namun tak bisa mengembalikan serangan.
Dia kewalahan dan tanpa sengaja melepaskan Scalibur dari genggamannya hingga terpental cukup jauh.
"Rasakan itu kau bocah nakal." Ucap si bandit.
"Sialan." Umpat Ken.
__ADS_1
"Itulah balasan untuk mu anak kecil. Terimalah ini dan sampaikan salamku kepada malaikat maut."
Bandit itu melancarkan serangan lagi tapi Ken yang masih memiliki rencana kedua dengan cepat mengambil Soul Eater dan menangkis pedang bandit itu.
Bandit itu terkejut dan berkata. "Bagaimana bisa!."
Ken yang mengetahui ada celah kemudian dengan cepat memposisikan pedangnya dan langsung menebaskannya ke leher bandit itu.
Ken tertawa dan berkata. "Haha, ucapkan salam mu pada malaikat maut sendiri."
Setelahnya Ken merasakan aliran 'mana di tubuhnya kembali terisisi, raut wajah pucatnya hilang, detak jantungnya berdegup kencang, dan iris matanya kembali memerah.
Kenzhi terheran-heran dan berkata. "Lah kok?? Bagaimana bisa 'mana ku bisa pulih kembali."
Kedua bandit di depannya menjadi sangat marah setelah tahu kedua rekannya dibunuh oleh Ken.
"Apa yang telah kau lakukan kepadanya dasar kep*rat!!."
Kedua bandit itu kemudian menyerang Kenzhi secara bersamaan.
"Peduli amatlah, dengan begini aku jadi lebih leluasa memakai skill itu." Ucap Ken yang tak peduli dengan dari mana ia mendapatkan 'mana itu.
Ken dengan segera berteleportasi ke belakang bandit paling depan dan segera menebaskan pedangnya.
Dari belakang, satu bandit lagi menyerang Ken dan secara bersamaan Kenzhi menangkis dan berteleportasi ke belakang si bandit dan menebas lehernya.
Tak lama kemudian pemberitahuan dari sistem muncul.
- 10.000PS, 500PK, 240PL
Ken nampak terkejut setelah mengetahui hadiah yang ia dapat.
"Cuma segitu?! Poin sih memang banyak, tapi jika hanya poin saja apa kurang banyak?!."
[Tuan, anda tidak boleh tamak, lihatlah di gerobak sana.]
Ken baru sadar bahwa ia juga mendapatkan barang dari hasil mengalahkan para bandit itu.
Ken tertawa dan berkata. "Benar juga. Baiklah mari kita Unboxing apa saja yang ada di sana."
"Ngomong-ngomong kenapa aku tidak mendapatkan exp, apa aku tidak bisa mendapatkannya dari membunuh manusia?." Tanya Ken.
[Peraturan di dunia ini memang seperti itu Tuan. Anda tidak bisa mendapatkan exp dari membunuh manusia. Bahkan termasuk orang orang di dunia ini juga tidak bisa.]
"Maksudmu, orang orang termasuk bandit tadi juga memiliki level?."
[Ya, namun hanya yang terpilih saja. Dan beberapa dari mereka yang tak memiliki level, memilih untuk mempelajari Qi dan melakukan kultivasi di daerah barat.]
"Sepertinya menarik. Kapan kapan aku ingin berkunjung ke daerah barat."
Ken kemudian menuju ke gerobak untuk melihat barang-barang yang di curi oleh para bandit itu.
Dia menggeledah satu persatu dan memang, apa yang ia dapatkan benar benar sangat banyak dan bervariasi.
__ADS_1
Ken dengan senang berkata. "Waahh, dengan makanan sebanyak ini aku bisa menghemat pengeluaran untuk 1 bulan lebih kedepannya."
"Dan aku juga tidak menyangka kalau mereka menjarah uang sebanyak ini. Hei sistem kau bisa menghitungnya untuk ku kan."
[Bisa Tuan, silahkan masukkan ke dalam Inventory.]
Kenzhi kemudian memilah barang yang ingin ia simpan dan mana yang ingin di jual nanti.
Dalam isi kantung besar itu hanya terdapat uang dan beberapa perlengkapan seperti pedang dan armor, tapi karena dianggap biasa saja oleh Ken, ia berniat untuk menjualnya di kota nanti.
"Baiklah, untuk gerobak ini karena akan berguna, maka ku simpan saja di Inventory. Dan kudanya mungkin bisa kupakai untuk pergi ke Avart."
Kenzhi memasukkan gerobaknya ke Inventory karena akan berguna nantinya. Dan setelah itu Ken membuka toko sistem untuk membeli sesuatu.
"Pengetahuan berkuda, harganya hanya 1.000PS, baiklah langsung beli saja."
Ken membeli pengetahuan berkuda agar dia bisa mengendarai kuda tersebut. Ken mendapatkan 100ExpS dari hasil membelinya.
Ia juga tak lupa membeli perlengkapan untuk berkuda di toko sistem. Harganya cukup mahal yaitu sekitar 2.850PS, namun karena penting Ken tetap membelinya.
Ken mendapatkan 285 ExpS, dan setelah itu ia segera memasang saddle dan perlengkapan lainnya ke kuda tersebut.
Tak lama kemudian pemberitahuan dari sistem muncul.
[Tuan sepertinya ExpS telah mencukupi untuk sistem naik ke level 2. Apakah Tuan mau meng-upgrade sistem ke level 2, Y/T]
"Benarkah? Kalau begitu, Ya tentu saja." Jawab Ken.
[Memulai proses... Perlu waktu 1 hari lagi untuk menyelesaikan proses.]
Setelah itu Ken mengambil Scalibur dan menyimpan Soul Eater ke dalam Inventory.
Ken yang sudah siap kemudian menumpaki kuda itu dan segera melanjutkan perjalanannya menuju ke kota Avart.
Kenzhi membutuhkan waktu hampir menjelang petang untuk sampai di kota bernama Avart itu.
Selama perjalanan Ken melewati hamparan rerumputan yang luas dan melawan slime untuk meningkatan levelnya disana.
Setelah melewati danau dan hutan yang tidak terlalu lebat, Ken berhasil sampai di Avart dengan kondisi yang baik baik saja.
Dia melihat dari kejauhan kota yang besar nan indah yang dikelilingi oleh dinding beton besar serta sungai yang mengalir melewati kota tersebut.
Dia takjub dan kagum dengan keindahan kota yang mirip dengan dunia fantasi itu.
"Inikah Avart. Hamparan rumput hijau yang mengelilinginya membuat ku teringat dengan video game yang pernah dimainkan oleh temanku dulu."
"Sungguh indah dan menakjubkan." Kata Ken yang memuji keindahan kota Avart.
Ken yang tak ingin berlama-lama lagi kemudian segera menuju pintu masuk kota tersebut.
Bersambung...
Ya begitulah.. Thx_TG
__ADS_1