Sistem: Level Terkuat

Sistem: Level Terkuat
Ch 6 - Menuju Kota


__ADS_3

***


Keesokan harinya.. Kenzhi yang sudah siap dengan peralatannya, kemudian keluar dari kamar.


Ken sengaja bangun pagi-pagi agar Lylia tidak tahu tentang niatnya pergi ke kota. Tentu saja dia menuliskan sepucuk surat agar Lylia tidak khawatir.


"Untungnya dia belajar baca tulis. Tapi aku kehilangan 5 poin untuk kertas dan tinta ini, sial." Ucap Ken sembari meletakkan surat di meja makan.


"Maaf Lylia, tapi keberadaan ku di sini hanya sebatas angin. Aku akan mencoba membujuk dia agar mau menjagamu." Imbuhnya.


Setelah itu Kenzhi segera pergi dari rumah tanpa membuang banyak waktu lagi.


Situasi desa masih sangat sepi jadi Ken tanpa halangan apapun bisa dengan cepat sampai di gerbang.


Di gerbang Theo baru saja tiba untuk berjaga. Dan Ken yang melihatnya langsung mendekat untuk membicarakan sesuatu.


Ken menyapa. "Yo. Paman, kau datang cepat sekali. Bahkan mereka mungkin masih molor."


"Hans, mengejutkan sekali. Kau mau kemana pagi-pagi begini. Dari pakaian mu sepertinya kau akan pergi dari desa ini." Ucap Theo.


"Benar sekali, tapi untuk waktu yang lama. Jadi aku minta tolong padamu untuk menjaga Lylia saat aku tidak ada.." ucap Ken.


"Waktu yang lama? Sebenarnya kau mau kemana?. Dan sejak kapan kau memanggil ibumu dengan menyebut namanya." Tanya Theo.


"Aku tidak mau menjawabnya. Pokoknya kau harus menjaganya karena hanya paman yang bisa ku percayai. Dan juga bukankah ini kesempatan yang bagus untuk mendekatinya." Ucap Ken.


Theo tersipu dan berkata. "A-apa yang kau bicarakan! Dia sudah bilang tak ingin menikah lagi bukan!. Kau tahu sendiri itu."


"Aku tahu, tapi itu berlaku jika dia masih mempunyai keluarga. Dia sudah ditinggal dari lama, sekarang pasti dia memerlukan sandaran yang bisa membuatnya nyaman." Ucap Ken.


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti sama sekali."


"Intinya aku sudah mengatakannya, dan kuharap kau melakukan apa yang ku minta." Ucap Theo kemudian segera berjalan melewati gerbang.


"Tunggu, hei Hans!! Aku masih belum mengerti!!." Theo mencoba menghalanginya namun tidak Ken pedulikan dan terus melangkahkan kakinya.


Kenzhi mengikuti jalan kecil yang dipakai warga desa untuk mengantar dan mengambil barang di kota.


Jalan yang melewati hutan lebat itu berawal dari gerbang desa dan berakhir di persimpangan jalan yang dipakai para pedagang untuk menuju ke 3 Kota sekaligus di negeri ini.


Tepat posisi Ken berjalan saat ini adalah arah utara dan saat bertemu persimpangan nanti, Ken hanya tinggal lurus untuk menuju ke Avart.


Sebelum memasuki hutan Kenzhi sempat melihat peta lagi karena hanya untuk memastikan apakah jalannya benar.


"Baiklah mari kita mulai perjalanan ini."

__ADS_1


[Tuan berhati-hatilah.] Ucap Sistem memperingati.


"Tentu saja." Jawab Ken setelah itu kembali berjalan masuk ke hutan.


Setelah menempuh waktu 1 jam untuk berjalan dan istirahat. Ken sempat dihalangi oleh beberapa monster kecil seperti Slime dan goblin, serta juga hewan buas seperti serigala.


Ken berhasil melawan semua halangan itu dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mendapatkan poin. Sejauh ini halangan besar belum ia temui.


Selama 1 jam itu, Ken belum membeli Skill teleportasi karena ia pikir akan lebih berguna jika ia pakai saat sudah sangat lelah nanti.


Dan untuk 1 jam itu juga Ken memilih untuk mengumpulkan Poin sistem terlebih dahulu.


Sekarang Ken merasa sangat lelah, ditambah ia belum makan apapun sebelum melakukan perjalanan ini. Dia kemudian rehat sejenak di bawah pohon besar.


Ken yang ngos-ngosan berkata. "Huhhh, sialan, tubuh ini lemah sekali, tubuhku yang asli bahkan bisa melakukan perjalanan lebih jauh dari ini."


[Tuan, tubuh ini tidak pernah dilatih untuk melakukan hal berat, jadi jangan anda keluhkan soal ini.]


Ken jadi terpikirkan sesuatu dan mengusulkannya pada Sistem. "Hei, apa kira kira aku bisa membeli tubuh agar bisa bertambah kuat."


[Bisa tuan. Anda hanya perlu mencarinya di toko sistem. Tapi Poin anda tidak mencukupi untuk membeli satu pun tubuh yang ada. Dikarenakan harganya yang sangat mahal.]


[Mungkin yang termurah ada di kisaran 100.000PS kurang lebihnya.] Imbuh sistem.


Kenzhi kecewa dan bergumam. Sialan, aku baru menyelesaikan 3 quest hari ini, dan itu pun aku hanya mendapatkan poin kurang dari 1.000."


[Skill teleportasi adalah skill aktif yang berguna untuk berpindah tempat ke tempat yang jauh atau dekat.]


[Jika digunakan untuk berpindah ke tempat yang jauh maka Tuan harus memikirkan dan mengingat tempat yang di tuju agar skill bisa aktif.]


[Jika digunakan untuk berpindah ke tempat yang dekat maka Tuan bisa mengaktifkannya hanya dengan melihat sembari memikirkannya.]


[Jarak yang bisa dijangkau skill ini tak terbatas tergantung kesanggupan 'mana yang dimiliki oleh Tuan. Jika 'mana hanya sedikit maka skill tidak bisa diaktifkan.]


[Jadi pada akhirnya Tuan membutuhkan tubuh yang bisa menampung banyak 'mana agar bisa dengan leluasa menggunakan skill ini.] Jelas sistem.


[Apakah anda yakin ingin membeli skill ini tuan? Y/T.]


"Peduli amatlah, aku sudah terlanjur pasrah jadi langsung saja beli. Ya." Ucap Ken tanpa berpikir panjang lagi.


[Berhasil membeli skill teleportasi jarak dekat, anda bisa meningkatkannya lagi dengan menggunakan poin skill atau membeli lagi di toko sistem.]


[Anda mendapatkan 100ExpS.]


Seperti sebelumnya, di ingatannya sekarang masuk pengetahuan baru dan Ken dengan segera memakai skill barunya itu untuk berteleportasi ke pohon di depannya.

__ADS_1


Hanya perlu waktu sepersekian mili detik untuk Ken berpindah tempat dari kordinat awal ke kordinat tujuannya.


Ken terkejut sekaligus senang karena ia baru merasakan hal menakjubkan seperti itu.


"Ini sih keren banget. Ngomong-ngomong berapa jarak jangkauan teleportasi yang bisa ku lakukan." Tanya Ken pada sistem.


[Karena ini versi Lite, jadi jangkauannya hanya mencapai sekitar 1Km.]


Ken semang dan berkata. "Bagus. Ini sudah lebih dari cukup."


Semangatnya membara dan dengan dipadukan dengan skillnya, Kenzhi kemudian berlari mengikuti jalan dan berteleportasi ke titik yang bisa ia lihat.


Ken melakukan hal itu terus menerus hingga setelah 10 menit, dirinya mulai kehabisan 'mana yang ditandai dengan wajahnya yang sedikit pucat.


Ken yang lemas karena kehilangan banyak 'mana kemudian terduduk di tanah sembari ngos-ngosan.


"Sialan, Aku terlalu berlebihan memakainya. Tapi untungnya aku bisa menempuh jarak cukup jauh, dan sepertinya sebentar lagi aku akan sampai di persimpangan itu." Ucapnya.


Tempat Kenzhi berada kali cukup berbeda dari sebelumnya. karena hutan di sini, jarak antar pohonnya agak lebar bahkan cahaya bisa masuk kedalamnya.


Ken bisa menyimpulkan bahwa area ini sudah bisa dikatakan aman bagi para pedagang untuk melintas.


Ken yang sudah terlanjur lemas kemudian merebahkan tubuhnya di sana untuk beristirahat agar 'mana dan staminanya pulih kembali.


Setelah beberapa menit, Ken yang telah sedikit bugar kemudian memilih untuk melanjutkan perjalanannya dengan berjalan pelan-pelan.


Ken terus berjalan hingga langkahnya terhentikan oleh sekelompok orang yang sedang asik mengobrol di ujung jalan.


Ken memastikan bahwa mereka adalah para bandit, karena apa yang mereka bawa sudah sangat jelas untuk dikatakan seperti itu.


Jumlah mereka ada 4 dan satu diantaranya berbadan kekar serta lainnya terlihat menaruh pedang di pinggangnya.


Para bandit itu juga membawa gerobak yang entah apa isinya tapi yang pasti adalah barang yang bisa berguna.


Timbullah niatan jahat di pikiran Ken. Dia berkata. "Hoho... Sepertinya hidangan pagi ini akan sangat nikmat."


Sistem yang mengetahui niat jahat Kenzhi kemudian memperingati nya.


[Tuan dengan kondisi dan peralatan anda yang belum bagus, saya harap anda tidak melakukan tindakan bodoh yang bisa mengancam jiwa anda.]


"Dengar yah, ketika membunuh kau harus menerima resiko yang bisa saja terjadi." Jelas Ken.


"Lakukan saja tugasmu, dan biarlah aku menari di tumpahan darah mereka." Imbuhnya.


Dengan tatapan yang haus akan darah, Kenzhi berjalan mendekati sekelompok bandit itu.

__ADS_1


Bersambung...


Ya begitulah.. Thx_TG


__ADS_2