Sistem: Level Terkuat

Sistem: Level Terkuat
Ch 4 - Serangan Ogre


__ADS_3

Wanita cantik berambut hitam panjang dengan muka pucat membukakan pintu untuk Ken.


Tak salah lagi, wanita itu adalah ibu Hans yang hingga saat ini masih belum sembuh dari sakitnya.


Wanita bernama Lylia itu syok melihat putranya yang kembali ke rumah setelah banyak rumor yang mengatakan kalau dia telah mati.


"Maaf ibu aku pulang terlalu lama. Di hutan ada monster jadi aku bersembunyi di goa. Dan sialnya aku melupakan herbal yang ku petik di sana. Maaf yah." Kenzhi mencoba untuk menenangkan pikiran lylia agar tidak syok lagi.


Dengan cepat Lylia memeluk Ken dan menangis di dadanya. "Syukurlah kau baik baik saja."


Ken yang merasa malu kemudian mengatakan sesuatu kepada Lylia. "Se-sebaiknya kita langsung masuk saja, aku sudah 2 hari ini belum makan soalnya hehe."


Lylia melepaskan pelukannya dan segera mengelap air mata di pipinya. "Baiklah, ibu akan memasakan makanan kesukaan mu. Kau cepatlah mandi, badanmu sudah sangat bau."


"Tapi bagaimana dengan kesehatan mu." Tanya Ken mengkhawatirkan kondisi Lylia.


"Tenang saja, ibu sudah lebih baik barusan." Ucap Lylia meyakinkan Kenzhi.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Di dalam, Ken langsung menuju ke kamar mengganti pakaian nya dan bergegas untuk mandi karena badannya yang sudah sangat bau.


Setelah mandi, Ken makan bersama Lylia. Saat itu adalah momen yang tidak pernah Ken rasakan setelah bertahun-tahun lamanya. Kini walau bukan sedarah namun perasaan yang tersampaikan masih sama seperti ibunya.


Selesai makan, Ken langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya yang sudah lelah. Dia sempat melihat statusnya dan kemudian beralih ke Toko sistem untuk membeli pedang yang cocok untuk ia pakai.


Kenzhi menghela nafas panjang. "Kenapa mahal sekali, apa tidak ada yang lebih murah." Keluhnya.


[Tuan, anda bisa membuat pedang yang sama di opsi kerajinan. Di sana walau jenis benda yang di buat sama, tapi kualitasnya jauh lebih unggul.]


"Tapi pada akhirnya aku juga harus memakai poin untuk membuatnya.." Ucap Ken.


[Poin kerajinan hanya dipakai di opsi kerajinan, sedangkan poin sistem bisa di pakai untuk berbagai keperluan. Seharusnya tidak ada yang dirugikan akan hal itu Tuan.]


"Benar juga. Daripada poin sistem ku habis, mending ku kumpulkan. Baiklah mari kita membuat sesuatu." Ucap Ken dengan semangat.


Kenzhi sudah menentukan pedang yang ingin di buat, dan dia hanya perlu meracik bahan untuk membuat komposisi pedangnya seimbang dan bagus serta dengan poin yang sedikit.


Kenzhi menyelesaikan maha karyanya setelah 1 jam lamanya. Dia merasa puas dengan desain dan arsitektur pedang buatannya.


Pedang Ken diperkuat dengan bilah yang terbuat dari campuran beberapa logam, serta gagang yang dikombinasikan dengan kayu, serta beberapa pernak pernik untuk hiasan.


"Akhirnya setelah menghabiskan 50 PK, aku berhasil membuat pedang bagus ini." Ucap Ken dengan senang.


[Selamat Tuan, anda mendapatkan 100 ExpS. Pedang itu mau diberi nama apa Tuan. Biasanya seseorang akan menamai pedang mereka.]


Kenzhi kemudian memikirkan tentang nama yang ingin ia berikan kepada pedang buatannya.


"Hmm.. bagaimana dengan 'Scalibur'." Usul Ken.


[Nama yang bagus Tuan.] Puji Sistem.


"Mantap, Jadi tak sabar untuk memakainya." Ucap Ken.


Ken yang lelah lalu segera memejamkan matanya dan hari juga sudah sangat larut jadi dia tidak ingin berlama lama terjaga.


Keesokan harinya Kenzhi dibuat bangun oleh teriakkan beberapa orang di luar.


Ken keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi dan ternyata di sana semua warga lari kocar kacir serta beberapa pria berlari menuju gerbang sambil membawa senjata.


Ken bertanya pada salah satu orang. "Paman apa yang sebenarnya terjadi. Semua orang berlarian seperti di kejar hantu."


"Ogre! Beberapa ogre menyerang gerbang dan berusaha masuk. Kau sebaiknya bawa ibumu ke tempat aman di utara."


Pria itu kemudian langsung lari menuju ke arah gerbang.


"Jadi ini invasi ogre yah.. bagus sekali, Ini bisa menaikkan levelku dan menambah poin ku hahaha." Ken tertawa seolah ini adalah momen yang sangat bagus.


Kenzhi kemudian memberi tahu Lylia dan mengatakan tempat yang aman di utara. Setelah itu Ken segera berlari menuju ke gerbang.


Di gerbang terlihat pintu gerbang sudah tak bisa menahan dobrakan para ogre tersebut dan dalam hitungan detik pintu gerbang pun hancur dan ogre pun langsung masuk ke dalam.


Jumlah ogre keseluruhan ada 6 dan mereka semua sudah berhasil masuk ke dalam desa. Warga desa yang keseluruhannya adalah laki-laki, langsung menyerang ogre dengan senjata yang mereka bawa.


Semuanya kacau balau karena tidak ada strategi dan senjata yang mumpuni untuk menimbulkan kerusakan besar pada ogre.


Kenzhi tak tinggal diam, dia langsung berlari menuju salah satu ogre untuk menyerangnya.

__ADS_1


"Sistem langsung saja tanpa basa basi."


[Baik Tuan. Quest dimulai, Objektif: kalahkan 6 ogre, Batas waktu: 2 hari, Jangkauan: 1Km, Kesulitan: 'Sangat sulit'.]


Ken kemudian mengeluarkan skillnya. "TEKNIK PEDANG ANGIN: Tebasan Angin."


Karena pedang yang ia pakai kali ini lebih tajam dari sebelumnya alhasil kerusakan yang ditimbulkan dari skillnya jauh lebih besar dari yang pertama.


Salah satu ogre tertebas hingga tewas dan menyisakan 5 ogre lagi.


"Bagus. Dengan Scalibur, pertarungan ini akan sangat menyenangkan. maju sini kalian." Ucap Ken bersemangat.


Ken menebas satu persatu ogre dan dibantu oleh beberapa orang hingga tersisa 2 ogre. Pedangnya mulai tumpul dan dia harus mengeluarkan skill terkuatnya untuk mengalahkan sisa ogre tersebut.


Ken mencari momen yang pas dan saat kedua ogre tersebut saling membelakangi, Ken langsung mengeluarkan skillnya.


"TEKNIK PEDANG ANGIN: Tebasan Ganda."


Ken menebas Ogre yang didepan dan setelahnya angin yang mengikuti pola tebasan Ken meluncur ke arah ogre di belakang dan seketika kedua ogre tersebut mati.


"Akhirnya selesai juga."


[Selamat Quest selesai, Mendapatkan.


- 3.360 Exp


- 1.500PS, 150PK, 30PL


- 90 Pecahan gada emas.]


[Semua pecahan telah terkumpul, Tuan bisa membuat Gada Emas di opsi kerajinan dengan gratis.]


Ken tercengang karena kali ini dia mendapatkan banyak sekali exp dan poin dan senjata yang bisa ia buat secara gratis.


Kenzhi melihat ke arah pedangnya yang sudah terlihat tumpul dan berkata. "Baru pertama kali merasakan pertempuran se-asik ini.."


Kemudian beberapa orang mulai mendekati Ken.


"Hans kau kah itu, tapi bagaimana kau melakukannya, kau seorang peracik tapi bisa melakukan hal seperti ini." Ucap pria yang waktu itu mencegat Ken di gerbang.


Theo berkata. "Benarkah tapi ini sulit dipercaya."


Salah satu pria lainnya kemudian berkata. "Mana mungkin, itu pasti karena kutukan yang ada di tubuhmu. Dan bukankah kau sudah tewas! Banyak rumor mengatakan tentang itu."


"Ya benar itu." Ucap pria lainnya.


Setelahnya semua pria disana mengatakan hal yang sama namun beberapa diantaranya termasuk Theo tidak ikut ikutan.


Ken yang mendengarnya menjadi emosi dan pupil matanya menjadi sedikit memerah karena hal tersebut.


[Tuan sadarlah, ini bukan anda, sebaiknya kita pergi dari sini.]


Ken kemudian sadar dan setelah menghela nafas panjang ia mengatakan sesuatu. "Ya terserah kalian saja, tapi yang pasti tanpa bantuan ku kalian saat ini mungkin sudah menjadi santapan makhluk itu. Hahaha."


Setelah tertawa Ken kemudian berjalan pulang ke rumah Lylia. Para pria itu hanya terdiam di atas fakta.


Di rumah, ternyata Lylia tidak pergi ke tempat aman tapi tetap menunggu Ken dengan rasa penuh kekhawatiran.


"Hans, apa kau tidak apa apa. Darimana kau mendapatkan pedang ini." Tanya Lylia.


"Nanti ku jelaskan, untuk sekarang karena banyak darah di baju ku, aku ingin mandi dulu." Jawab Ken dan langsung masuk.


"Hei jawab dulu perkataan ibumu ini."


Ken tak menggubrisnya dan terus berjalan. Di kamarnya seusai mandi Ken melihat status nya untuk mengetahui perkembangan kekuatannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nama : Kenzhi


Level : 26 (90/330exp)


Tingkat : 1 Rank C


Bakat : Ahli Pedang

__ADS_1


Title : -


Skill : Teknik Pedang Angin (T-1)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Uang : 0R


Level sistem : 1 (652/1010exp)


Poin sistem : 6.730


Poin kerajinan : 210


Poin skill : 48


>> Toko


>> Kerajinan


>> Inventory


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<\=>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Memuaskan sekali." Ucap Ken yang puas dengan statusnya.


Kenzhi kemudian teringat sesuatu ketika ia berada di gerbang tadi.


"Sistem aku jadi penasaran. Saat di provokasi tadi, aku sempat emosi dan kesadaran ku sedikit terganggu. Apa mungkin itu karena efek dari kutukan yang di gosipkan itu." Tanya Ken.


[Sepertinya benar Tuan. Sebaiknya anda tetap berhati-hati dan menjaga agar emosi anda tidak meluap.]


"Sebagai mantan pembunuh, mengendalikan emosi sudah menjadi keahlian ku. Tapi ini berbeda, rasanya seperti ada yang memaksa untuk mendobrak kesabaran ku." Ucap Ken.


[Sistem akan terus menganalisis tentang kutukan ini Tuan. Sistem akan memberitahukan nya ketika sudah menemukan informasi.]


"Ya baiklah."


Ken kemudian keluar dari kamar untuk menemui Lylia agar bisa menjelaskan darimana ia mendapatkan kekuatan itu.


Bersambung...


Ya begitulah ceritanya. Jan lupa kritik dan saran. Thx_TG


Sekilas info: Teknik pedang angin terbagi menjadi 3 teknik.




Tebasan angin




Tebasan ganda




Tebasan pembelah angin




Ilustrasi;



Scalibur (kira kira Kaya gini)


__ADS_1



__ADS_2