
Lewat tengah malam, kini tiga pasukan besar dari gabungan tiga sekte besar yaitu sekte gagak hitam, sekte kura kura hijau dan sekte pedang putih telah berkumpul dan siap meluncurkan serangan dadakan.
Jumlah dari tiga gabungan pasukan besar itu mencapai 30.000 orang. Rata rata tingkat kultivasi mereka berada di ranah, Jendral Langit, Raja dan Maharaja. Serta ada empat orang yang berada di ranah Kaisar.
Semua pasukan terbang di langit malam karna memang ketika mencapai tahap Jendral Langit, maka berkah langit akan datang pada siapapun dan mereka akan di terima oleh langit dan dapat terbang.
Empat orang terkuat yaitu Jing Chu yang merupakan patriak keluarga Jing dan merupakan ketua sekte kura kura hijau terlihat sudah bersiap siap dengan semua bawahannya, meskipun terlihat yang paling tua, tapi dia justru yang paling bersemangat. Ia bahkan membawa beberapa orang kuat dari klan Jing untuk membantu.
Lalu di sebelahnya juga terlihat seorang pria berbadan besar dan kekar yang merupakan ketua sekte gagak hitam yaitu Luo Tang, ia terlihat gagah dengan pakaian perang miliknya serta Tombak Hitam yang menjadi kebanggaannya.
Dan yang terkuat di antara meraka sudah pasti Tai Tian yang merupakan ketua sekte Pedang Putih yang terlihat gagah dengan pakaian serba putih miliknya serta pedang putih yang sudah sangat terkenal di dunia TiangHuang.
Tak lupa juga ada seorang utusan dari klan Naga yang di kirim untuk membantu mereka melenyapkan sekte awan biru. Yaitu Shen Yu, bahkan tingkat kultivasi Shen Yu yang masihlah sangat muda sudah menyamai Tai Tian yaitu Kaisar tahap dua.
“Semua pasukan sudah siap, kita akan membereskan masalah ini dalam sekejap mata dan menghilang setelahnya.” Ucap Tai Tian di hadapan tiga puluh ribu pasukan yang sudah haus darah.
“Ingat untuk tak menyisakan satu pun saksi mata, malam ini seluruh orang dari sekte awan biru akan kita lenyapkan dan yang menjadi prioritas adalah Jack Xu.”
“Aku dan Shen Yu akan membunuh Yun Yin, lalu Jing Chu dan Luo Tang, tugas kalian yang pertama adalah memastikan Dewa Muda itu mati, baru setelah itu bersenang senang.”
“Hahahaha, tak perlu tegang begitu, dengan pasukan sebanyak ini, sekte awan biru tak akan bertahan lebih dari sepuluh menit.” Lanjut Jing Chu.
“Jangan lengah, kita semua tau sekte awan biru memiliki formasi aray kuat yang tak akan bisa kita tembus dengan mudah jika sampai di aktifkan, untungnya mata mataku sudah memastikan kalau malam ini mereka sedang berpesta dan kita akan menyelesaikan ini dengan cepat.”
Setelah berkordinasi dan menentukan tujuan mereka masing masing. Beberapa kelompok di bagi dan pasukan besar itu langsung terbang di langit malam dan menuju sekte awan biru.
__ADS_1
Saat ini di kekaisaran Jiang sendiri sedang dalam keadaan kacau dan menutup diri karna tujuh bulan yang lalu saat mereka akan berperang dengan kekaisaran Naga yang ingin memperluas wilayahnya, mereka di sergap secara tiba tiba karna adanya penghianat.
Alhasil banyak pasukan yang tewas, bahkan sang permaisuri kaisar yang juga seorang kultivator hebat juga terluka parah dan hampir saja mati.
Saat ini kekuatan utama kekaisaran Jiang memang sedang melemah dan tertekan. Dan karna hal itulah para penghianat bahkan sekarang sudah berani terang terangan menyerang.
Di langit malam pinggiran kota Jiangshi, atau lebih tepatnya di daerah kekuasaan sekte awan biru. Terlihat banyak penjaga yang berjaga di daerah perbatasan. Mungkin jika di hitung ada ratusan orang yang berjaga.
Tapi dalam sekali ayunan pedang, energi berwarna putih langsung membunuh ratusan penjaga dari jarak jauh. Bahkan mereka tak sempat untuk memberitahukan adanya penyusup.
“Pedang Putih teknik ke lima, tebasan penghancur.”
“Boooommmm.”
Dan yang menjadikan ia salah satu yang terkuat sudah jelas adalah tingkat kultivasi dan pedang putih miliknya. Pedang Putih Surga, pedang hebat yang berada di ranah Divine.
Di katakan dalam sekali ayunan pedang ini gunung akan hancur dan energi yang di keluarkan juga bukan main main. Energi berwarna putih yang keluar dari pedang itu dapat menghancurkan jiwa dan membunuh siapapun yang terkena serangannya.
“Seperti yang di harapkan dari Pendekar Pedang Putih.” Ucap Shen Yu yang melihat kehebatan Tai Tian.
“Hahahaha, saudara Shen Yu terlalu memujiku, dengan tubuh klan naga yang kuat tiada tara serangan seperti ini tak akan melukaimukan?”
“Entahlah, saat waktu luang nanti aku ingin merasakan kehebatan dari pedang putihmu itu.”
“Tentu saja, tapi kita membicarakan itu di lain waktu, sekarang kita akan melawan seorang wanita dengan sejuta artefak, kita harus membunuhnya dengan cepat.”
__ADS_1
“Aku tau itu, wanita bodoh dan menganggap dirinya hebat itu akan ku bunuh malam ini.”
Shen Yu yang merupakan bawahan kaisar Naga Shen Hong tau betul siapa itu Yun Yin. Wanita cantik itu pernah menolak mentah mentah lamaran kaisar Naga, karna merasa di permalukan bahkan Kaisar Naga pada saat itu hampir membunuh Yun Yin.
Tapi dengan sejuta artefak peninggalan sekte awan biru, Yun Yin dapat bertahan, di tambah kaisar Jiang yaitu Jiang Yie juga membantu dan Kaisar Shen Hong yang tak bisa melawan dua kekuatan itu mundur sejenak dan merencanakan pembalasan kelak.
Dengan dendam di hatinya, Shen Hong bertambah kuat dengan segala macam cara sampai akhirnya ia bisa menekan kekaisaran Jiang.
Tapi tetap saja tak mudah baginya untuk memusnakan kekaisaran Jiang yang merupakan kekaisaran manusia terkuat di dunia TianHuang.
Saat ini dua puluh ribu pasukan utama sudah mulai memasuki kediaman sekte awan biru. Sepuluh ribu dari mereka berpencar dan menjaga perbatasan sambil melenyapkan semua orang yang mencoba kabur.
Saat mulai memasuki pos penjagaan kedua, untungnya ada seorang tetua yang tak ikut berpesta dan lebih memilih berjaga.
Tetua Jian Rong, mungkin dari semua tetua yang ada pria tua inilah yang paling mencintai sekte awan biru.
Tak gila jabatan dan bekerja tanpa pamrih, Jian Rong memag pria tua yang pendiam dan tak suka keramaian.
Bahkan pada saat tetua dan guru senior lainnya berpesta, ia lebih memilih berjaga di perbatasan karna dalam hatinya ia masih merasakan bahwa ketua sekte alias Yun Yin belumlah seutuhnya dewasa.
Terlahir dari keluarga besar Yin dengan segudang bakat dan kekuasaan sejak kecil membuat wanita itu memang sedikit arogan dan tak menentu.
Bayangkan saja, di saat seluruh dunia tau Dewa Muda baru saja terlahir, Yun Yin yang merasa sudah menempatan banyak penjaga di perbatasan sudah merasa aman dan lengah.
Karna itulah malam ini akan menjadi malam penting bagi wanita itu untuk lebih bijaksana lagi dalam memimpin.
__ADS_1