
Dalam sekejap, Jian Rong yang berada di ranah Maharaja tahap tiga dapat merasakan energi kuat dari puluhan ribu kultivator yang bergerak sangat cepat menuju kediaman utama sekte awan biru.
Jian Rong yang mendapati apa yang paling ia takutkan benar benar terjadi langsung tersenyum tipis dan menghalangi puluhan ribu kultivator tersebut sendirian.
“Bunyikan bel tanda peringatan kelas satu, semua penjaga di pos dua langsung kembali ke kediaman utama sekte dan laporkan bawah ada dua puluh ribu lebih kultivator kuat sedang menuju kediaman utama.”
“Tetua Jian, biarkan kami bertarung sampai mati di sini.”
“Benar, setidaknya jika kami pergi tetua juga harus ikut.” Ucap para penjaga muda.
“Pergilah kalian semua, jangan melawan perintahku...kalian tak harus mati bodoh di tempat ini.”
“Langsung temui ketua sekte dan suruh dia mengaktifkan aray pelindung, dengan jumlah musuh yang mungkin mencapai tiga puluh ribu ini tak mungkin kita bisa menang, jika mengerti dengan yang ku ucapkan maka pergilah sekarang juga.”
“Ba-baik tetua...”
Dengan cepat bel tanda bahaya kelas satu berbunyi keras di malam hari yang tenang. Semua penjaga yang memang rata rata adalah murid senior langsung kembali ke kediaman utama sekte awan biru.
Saat mendengar suara itu, pasukan gabungan di buat terkejut karna tak mengira mereka akan ketahuan secepat ini. Bahkan mereka masih berada jauh dari pos penjagaan kedua.
“Huh, suara tanda bahaya? Sejak kapan mereka menyadarinya? Ucap Tai Tian.
“Sialan, padahal kita sudah menekan aura kita sampai titik terendah tapi masih saja ketahuan.” Lanjut Jing Chu.
“Sepertinya ada tetua yang berjaga dan ia menyadari kehadiran kita.” Lanjut Shen Yu.
“Bagaimana ini Tai Tian, apakah kita lanjutkan?” Ucap Luo Tang.
“Sudah tak ada jalan kembali, rencana kita berubah, semua pasukan akan langsung berkumpul dan membunuh Jack Xu, malam ini pertumpahan darah tetap harus terjadi.”
Kini dua puluh ribu pasukan tak menyembunyikan kekuatan mereka lagi dan terbang makin cepat.
Karna taktik diam diam sudah gagal, semua orang terbang dengan kecepatan penuh sampai dengan cepat mereka tiba di pos penjagaan kedua.
Saat sedang melaju, semua orang berhenti karna di hadapan mereka dua belas monster besar di ranah Maharaja tengah menghadang mereka semua.
Dua belas monster itu adalah Harimau emas, Serigala Kuno Putih dengan delapan ekor, lalu ada juga Burung Elang raksasa berwarna merah dll.
Intinya semua monster besar itu sangat kuat dan tak akan bisa di singkirkan dengan mudah. Lalu di depan ke dua belas mosnter itu, seorang pria tua yang tak lain adalah Jian Rong berdiri dengan gagah dan menghadang dua puluh ribu pasukan besar tersebut.
Saat melihat Jian Rong, Tai Tian langsung cemberut dan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
“Shen Yu, bantu aku menyingkirkan tua bangka itu dengan cepat.”
“Semuanya, cepat habisi dua belas hewan ini dengan cepat.”
“Majuu...”
Dua puluh ribu kultivator hebat melawan dua belas binatang kelas Maharaja dan seorang pria tua bangka.
__ADS_1
Saat melihat seorang pria tua yaitu Jian Rong ,Tai Tian langsung paham dengan keadaan mereka saat ini. Jian Rong, pria tua itu pastilah dalang dari hancurnnya rencana yang telah mereka susun dengan rapi.
Bagaimana tidak, seseorang dengan ranah Maharaja mau repot report menjaga perbatasan, bukannya berpesta bersama yang lainnya atau beristirahat di kamar yang hangat di temani wanita cantik dan bersenang senang di usia senjanya, tapi pria tua itu justru berjaga di malam yang dingin seakan akan ia sudah tak peduli lagi dengan tubuh tuanya.
Dengan cepat dua puluh ribu pasukan kuat menerjang dan melawan dua belas monster besar yang menghadang mereka.
“Petir hitam.”
“Rasakan ini, lumpur penghisap.”
Puluhan ribu orang menyerang dua belas monster besar itu bersama sama. Meskipun binatang peliharaan Jian Rong kuat, tapi melawan puluhan ribu kultivator, ke dua belas monster itu tatap tak berkutik dan hanya dapat bertahan beberapa menit saja.
Ya, hanya beberapa menit, semua monster di binasakan dengan cepat. Melawan kultivator kuat, dua belas monster itu tak berdaya dan mati dengan cepat. Tapi saat mati, dua belas monster itu bangkit kembali dan mulai membunuh setiap orang yang lengah. Ratusan orang mati karna tak sempat menghindar.
“Bodoh, jaga jarak dari monster monster ini.”
“Benar, apa apaan monster aneh ini, mereka tak mati bahkan setelah kita serang secara terus menerus.”
Tai Tian yang memang sudah tau kalau percuma melawan dua belas binatang kelas maharaja itu juga sudah menyuruh sebagian orang untuk pergi duluan.
Setidaknya harus ada beberapa orang yang menyibukkan monster itu sehingga kini ia bisa melawan tua bangka yang menggangu rencananya tanpa terganggu sedikit pun.
Di temani Shen Yu, Tai Tian langsung menerjang ke arah Jian Rong.
“Mati kau tua bangka sialan.”
Dengan cepat sebuah serangan maha dahsyat berwarna putih langsung menyerang Jian Rong. Tapi Jian Rong mengaktifkan sebuah artefak pelindung dan seketika itu juga pelindung berwarna biru aktif dan melindunginya.
“Guci pelindung surga.”
“Dengan ini semua serangan berelem-.”
Namun tanpa di sangka sangka, seorang pria muda yang tak lain adalah Shen Yu bergerak secepat kilat dan dari tinju miliknya yang bercampur dengan kekuatan khas klan naga langsung menghancurkan pelindung milik Jian Rong dengan mudah.
“Kejutan...”
“Boooommmm.”
Dengan tinju kuatnya, Shen Yu menghancurkan pelindung milik Jian Rong dan dengan cepat pria muda dari klan naga itu menghindari serangan Tai Tian dengan kecepatan yang mengagumkan.
Serangan pedang milik Tai Tian langsung mengenai telak Jian Rong dan pria tua itu langsung terpental jauh. Saat itu semua binatang peliharaannya yang merupakan perwujudan dari jiwanya musnah seketika.
“Cuih, dasar tua bangka sialan, kau kira kau bisa mengulur waktu ha?”
Dengan angkuh Shen Yu meludahi Jian Rong yang sudah tak berdaya terbaring di tanah dan meninggalkannya.
Dengan serangan telak milik Tai Tian yang menghancurkan jiwanya, Jian Rong langsung mati seketika.
Memang ia berencana mengorbankan nyawanya untuk mengulur waktu sampai setidaknya Yun Yin mengaktifkan segel aray pelindung sekte awan biru.
__ADS_1
Tak mungkin sekte awan biru bisa bertahan melawan tiga puluh ribu kultivator kuat dan cara terbaik adalah bertahan di dalam pelindung aray.
Tapi sepertinya di hadapan dua pria muda bertalenta itu, kakek tua berumur puluhan ribuan tahun tersebut sudah terlalu tua dan ia mati dengan cepat.
“Maafkan aku nak Yun Yin, hanya segini waktu yang bisa ku berikan.”
Dengan senyuman tipis di wajahnya, Jian Rong menghembuskan nafas terakhirnya. Mungkin hanya beberapa menit ia berhasil menghalau puluhan ribu musuh itu sendirian.
Tapi beberapa menit yang ia berikan sudah cukup untuk menyadarkan dan memberikan waktu tambahan pada wanita muda ketua sekte awan biru yaitu Yun Yin.
Kini di kediaman utama sekte awan biru, Yun Yin dan tetua lainnya yang sudah tau bahwa ada penyusup dari suara peringatan kelas satu langsung bersiap siap berperang.
“Semuanya, mulai bersiap di formasi masing masing, malam ini kita akan melawan para penyusup yang berani mengganggu sekte kita.”
“Benar, belum tau mereka kehebatan sekte awan biru.”
Ribuan pasukan sudah siap pergi keluar dari kediaman utama sekte awan biru. Mereka yang jika di hitung jumlahnya hampir 8.000 orang sudah bersiap untuk menyerang balik.
Tapi saat penjaga dari pos kedua dan pertama yang telah berkumpul dan kembali, kabar mencengangkan langsung terdengar di kuping Yun Yin dan tetua lainnya.
“Itu...para penjaga dari pos satu dan dua sudah kembali.”
Saat melihat para penjaga yang kembali, Yun Yin langsung bertanya tentang situasinya pada para penjaga.
“Bagaimana situasi di pos penjagaan dua dan berapa jumlah musuh yang menyerang?”
“Itu...ketua, jumlah musuh yang menyerang ada tiga puluh ribu orang dan yang terlemah dari mereka berada di ranah kultivasi Jendral Langit.”
“Apa katamu...”
Saat mendengar jumlah musuh yang menyerang dan kekuatan mereka, Yun Yin yang di buat syok langsung merubah rencana.
Mereka yang awalnya ingin beradu kekuatan langsung memutar otak dan lebih memilh bertahan.
“Apa benar yang kau katakan, tiga puluh ribu pasukan, jangan bercanda di hadapanku.”
“Benar ketua, saat ini tetua Jian Rong sedang mengorbankan nyawanya untuk mengulur waktu agar segel aray bisa di aktifkan.”
Sambil menangis, pria muda yang menceritakan pengorbanan Jian Rong terduduk lesu.
“Jian Rong...pantas saja aku tak melihatnya di pesta tadi.” Ucap Luo Yin.
“Enam tetua sekte, bantu aku mengaktifkan segel aray sekte awan biru dan sisanya halau serangan musuh sampai segel aray di aktifkan.”
“Baik ketua.”
Dengan cepat Yun Yin dan enam tetua terkuat yang memang menjadi kunci untuk mengaktifkan segel aray tujuh warna pergi ke tiap titik dan mulai mengaktifkan aray.
Dengan mengalirkan energi mereka, segel aray mulai terbentuk. Tapi secara mengejutkan pasukan musuh sudah sampai di sana dan pertempuran pun tak bisa di hindarkan.
__ADS_1