Sistem Kekayan

Sistem Kekayan
Draft


__ADS_3

setelah melihat sang bunda dan adiknya kini argara pergi ke kantin rumah sakit dengan santai ia menunggu makanan yg ia pesan tanpa melihat ke arah lain


"hai kita sepetinya pernah bertamu " ucap gadis cantik dengan pakaian sedikit terbuka membuat argara sakit mata


"hah? " ucap argara kepada gadis di depan ya dengan muka bengong membuat gadis di depan ya tertawa Anggun


"aku farah yg semalam kalu gk salah nama kamu putra kan " ucap farah kepada argara, hanya di jawabb Anggukan saja seperti bodo amat


"em boleh minta nomor telponnya bang ganteng " ucap farah dengan kedipan mata genit membuat argara sedikit geli


"hah buat apa " ucap argara singkat padat jelas


"dasar kutub buat kenalan lah masa buat beli " ucap farah tak Yambung


"hah kau berbicara apa gw gk paham " ucap argara kepada gadis aneh di depan ya ini


"hem minta nomor nya bang woi " ucap farah dengan wajah kesal namun imut oh astgah sebagai seorang cowok normal argara tentu saja tergoda


"0858-0 udah? " ucap argara kepada farah lalu di balas Anggukan

__ADS_1


"jangan di kasih sama siapa pun tanpa izin dari gw " ucap argara lagi kepada farah


"oke bang ganteng dedek games mau pergi dulu bye " ucap farah langsung pergi apa lagi setelah melihat sang ibu sudah menunggu di depan kelur kantin rumah sakit


"hah cewek aneh " ucap argara lirih tanpa ada yg mendengar setelah pesanannya datang argara langsung pergi ke ruang VP tempat ayah nya


sesampainya di ruang VP argara langsung masuk dan terlihat adiknya yg sibuk dengan lektop dan ibu yg sudah hilang


"ibu ke mana yu? " uca0 argara kepada ayu


"di kamar mandi bang " ucap ayu tanpa melihat ke arah sang abang ia sedang sibuk dengan pr miliknya


tak lama ibu pun dantang mereka pun makan dengan hikma


"ibu argara pergi dulu yah ada kerjanan " ucap argara kepada sang ibu


"oke nak hati hati di jalan " ucap ibu kepada anak pertamanya


"ya bun " ucap argara kepada sang ibu lalu pergi setelah salim lalu

__ADS_1


sekip sesampainya di sebuah cafe mewah ia langsung masuk terlihat cafe itu lumayan ramai dengan anak anak muda yg berpacaran dengan hikma argara menunggu sahabat lama ya datang


"woi gar aduh lu sih jadi bos gini amat sakit pala gw sumpah banyak banget per kerjanan yg lu kasih " ucap deran dengan muka kesal lalu langsung duduk dengan santai tumpuksn berkas berkas yg harus ia tanda tangini sangat sangat awu sangst banyak


"tinggi bangat astafirulah ini tumpukan apa ಥ_ಥ" ucap argara kepada daren membuat daren tertawa melihat siksan dari bos dan seksligus sahabat nya


"lah gw malah lebih banyak elah cuma segitu lemah bangat bos gw perasan ƪ(˘⌣˘)ʃ" ucap daren dengan bahu yg di anggkat tak peduli


"untung lu sahabat gw kalu bukan dah gw pecat lu " ucap argara dengan kesal dan tak iklas dengan satu persatu ia lakukan


sekip sudah sore dan tumpukan berkas itu baru saja selesai


"hah Mempercapekannya ( ཀ͝ ∧ ཀ͝ )" ucap argara membuat daren tertawa lagi sampai Tersedak sedak


"oh astgah dikit lagi gw mati kesedak " ucap daren kepada argara dengan mata merah karena sakit di tenggorokan


"makanya kalu ketawa di pastikan gk makan atu minum" ucap argara dengan santai


mareka pun berpisah

__ADS_1


__ADS_2