
Rumah atau istana
[ Selamat membaca ]
Sekarang Vito sudah berada di depan pagar kawasan perumahan pemukiman sungai berty, disana Vito pun di diminta berhenti untuk menanyakan apa tujuan dia datang ke sini.
" Halo selamat siang, ada perlu apa tuan kesini ? " tanya satpam dengan sopan.
" Siang juga pak, gini saya kesini mau melihat rumah baru saya pak apa bisa ? " jawab Vito dan langsung meminta ijin.
" Bisa tolong tunjukan surat-surat rumah anda tuan ? " tanya satpam.
Vito pun langsung turun dari dalam mobil dan memberikan surat-surat rumah nomer 1 milik nya.
Satpam yang melihat surat rumah Vito pun bergetar dan langsung meminta ijin kepada Vito untuk menelpon meneger perumahan.
Vito pun hanya mengganguk sebagai jawaban, satpam yang melihat itu segera berlari ke arah kantor maneger untuk memberi tau hal ini.
Setelah satpam itu pergi, Vito pun memilih untuk masuk kembali ke dalam mobil agar tidak terkena sinar matahari yang panas.
Di dalam mobil, Vito pun langsung membuka Hp milik nya dan disana ada pesan dari salah satu teman mantan pacar nya.
Vito pun melihat isi pesan tersebut, dan ketika Vito melihat pesan itu. Vito pun merasa jijik dan memilih untuk menghapus dan tidak membalas pesan tersebut.
Sebenarnya isi pesan tersebut adalah sebuah foto mantan pacar nya Raisa yang tengah berduan dengan seorang laki-laki di dalam kamar dan tanpa busana sama sekali.
Vito berusaha mengatur napas nya, dia tidak ingin terlihat galak ketika bertemu dengan maneger perumahan ini.
" Huh tenang Vito jangan marah gara-gara foto j4lang itu, lu sama dia udah putus jangan cemburu" ucap Vito yang berusaha menenangkan emosi nya.
Perlu kalian tau, walaupun Vito sudah putus dengan Raisa namun diri nya juga tidak bisa mengatakan bahwa rasa cinta selama 2 tahun itu hilang begitu saja.
Oleh sebab itu ketika melihat foto Raisa yang tidur bersama dengan laki-laki lain Vito marah, itu disebabkan karena dia masih sedikit cemburu dan juga masih belum terimah dengan kelakuan Raisa itu.
__ADS_1
Namun tak lama setelah itu satpam pun telah kembali dan di ikuti oleh sesosok wanita dewasa berusia sekitar 27 tahun keatas.
Vito yang melihat itu segera keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekat ke arah mereka.
"Maaf tuan Vito saya tidak tau bahwa hari ini anda mengunjungi perumahan ini, kalo saya tau pasti saya akan menyambut anda lebih baik lagi " ucap wanita dewasa itu yang tak lain maneger perumahan ini.
" Hahaha tenang saja dan maaf saya juga mendadak datang untuk mengunjungi rumah saya bahkan saya lupa menelpon anda terlebih dahulu " jawab Vito yang merendah.
" Tidak tuan Vito tidak salah, yang salah disini saya dan untuk menebus kesalahan saya ini. Saya akan menjadi pemandu tour untuk rumah anda " ucap meneger perumahan.
" Hahaha baiklah kalo gitu maaf merepotkan dan terimah kasih " ucap Vito dengan sopan.
" Tidak usah berterimah kasih tuan, karena ini adalah tanggung jawab saya atas kelalaian ini " ucap meneger perumahan yang berusaha menyakinkan Vito bahwa diri nya yang salah dan bukan Vito.
Vito yang mendengar itu pun memilih untuk diam dan menyuruh meneger untuk memandu jalan dan sekaligus memperkenalkan lingkungan sekitar.
Vito pun mengajak meneger untuk masuk kedalam mobil dan langsung pergi menuju ke rumah nomer 1.
setelah maneger masuk kedalam mobil, Vito pun segera pergi dari sana dan bergegas ke arah rumah nomer 1 dengan arahan dari meneger.
Vito yang tengah menyetir pun hanya bisa mendengarkan dengan baik dan mengangguk sebagai jawaban.
Setelah berkendara selama 20 menit, mobil yang di kendarai oleh Vito dan meneger perumahan itu pun telah tiba didepan gerbang rumah nomer 1.
Setelah mobil Vito berjarak 1 meter dari gerbang, gerbang pun tiba-tiba terbuka dengan sendiri nya.
Sial kenapa rumah ini terlihat seperti istina di film-film yang gw tonton di tv ? apa jangan-jangan rumah ini adalah rumah yang biasa digunakan untuk syuting film ?
Pikiran Vito pun seketika langsung bingung dan langsung membuat kesimpulan, itu di karenakan rumah ini yang emang terlalu besar dan membuat rumah itu seperti istana.
" Tuan Vito kenapa ? apa ada yang salah ? " tanya maneger perumahan itu mengagetkan Vito yang tengah melamun.
" Hah kenapa ? ada apa ? " ucap Vito yang malah berbalik tanya kepada meneger perumahan.
__ADS_1
" Itu tuan Vito kenapa anda melamun ? apa anda tidak suka dengan rumah ini ? " tanya maneger perumahan langsung ke intinya.
" Hah tidak saya bukanya tidak saya tidak suka, melainkan saya melamun karena bingung saja " jawab Vito sambi menggaruk bagian kepala yang tidak gatel.
" Hah bingung kenapa tuan Vito ? " tanya meneger perumahan yang malah dibuat bingung dengan kelakuan Vito dan ucapan Vito.
" Hahaha itu saya hanya bingung ini rumah atau istana ya ? " tanya Vito dengan polos.
Maneger perumahan itu pun tertawa dengan pertanyaan Vito yang terdengar lucu itu.
" Hahaha tuan Vito ini sungguh suka bercanda padahal anda ini orang kaya kenapa malah bingung dengan hanya masalah sepele seperti itu hahaha " ucap meneger perumahan yang di selingi dengan tawa puas nya.
Vito yang melihat maneger perumahan tertawa karena dirinya pun tidak marah sama sekali malah Vito merasa senang dan juga sedikit merasa bahwa maneger perumahan ini sangat cantik dan manis ketika dia tertawa.
Sungguh manis dan cantik dia, coba saja dia tertawa lepas seperti ini tiap hari. pasti dia akan terlihat imut dan tidak galak sama sekali.
Pikiran Vito melayang membayangkan ketika dirinya bisa melihat maneger perumahan itu tertawa tiap hari.
Namun ketika tengah asik melamun membayangkan maneger perumahan, dirinya pun di kaget kan dengan suara meneger perumahan yang memanggil namanya.
" Tuan Vito !! tuan Vito anda kenapa ? apa anda marah karena saya tertawa ? kalo benar saya benar-benar minta maaf sama anda tuan Vito " ucap meneger perumahan itu dengan nada sedikit gemetar dan muka yang menunduk.
Vito yang mendengar itu pun langsung menggeleng untuk jawaban dari pertanyaan itu.
" Tapi kenapa tuan Vito diam saja ? " tanya meneger itu yang penasaran dengan alesan Vito melamun kali ini.
" Hahaha itu saya hanya merasa kamu sangat manis dan cantik ketika bisa tertawa lepas seperti itu bahkan aku sempat membayangkan ketika saya bisa melihat kamu tertawa lepas setiap hari " jawab Vito dengan jujur.
Maneger perumahan yang mendengar itu pun merasa malu dan langsung merona di bagian pipi.
Ah kenapa tuan Vito ngomong seperti itu ? apa tuan Vito suka dengan saya ?
Sekarang meneger perumahan yang melamun sambil membayangkan apabilah diri nya benar-benar bisa menjadi kekasih Vito.
__ADS_1
Vito yang melihat itu hanya menggeleng dan membiarkan meneger perumahan itu melamun dan terus membayangkan apa yang sekarang dia bayangkan.
[ Tunggu terus bab selanjutnya dan terimah kasih sudah mampir di karya autor ini dadah semua bye ]