
Rosa sang meneger perumahan
[ Selamat membaca ]
Vito dan meneger perumahan pun pergi masuk kedalam rumah, ketika mereka masuk melewati gerbang. Mereka pun langsung disuguhi oleh pemandangan taman yang sangat luas dan ada juga lapangan basket serta lapangan basket.
Vito yang melihat pemandangan itu pun langsung merasa takjub dan sangat merasa gembira karena bisa mendapatkan rumah nomer 1 ini.
Maneger perumahan itu pun menjelaskan semua bagian rumah nomer 1, di rumah nomer 1 ini ada taman seluas hampir 1000 meter persegi, ada juga taman basket dan lapangan golf pun seluas 500 merer persegi, di luar juga terdapat tempat parkir dan juga kolam renang outdoor.
Untuk bagian dalam, rumah ini disertai dengan ruang keluarga yang luas, kamar sebanyak 10 dan 1 untuk kamar utama. Didalam rumah nomer 1 juga di lengkapi oleh bioskop kecil,bar kecil,dapur, tempat gym pribadi serta ada juga kolam renang indoor.
Vito yang mendengar penjelasan itu pun merasa sangat senang serta bingung harus bagaimana agar rumah ini tidak terlihat sepi dan rame. Sebenarnya Vito sangat suka dengan rumah ini namun karena rumah ini sangat besar dan Vito juga baru putus dengan pacarnya, dia pun merasa bingung kalo harus pindah di rumah ini sendirian.
Ais rumah sebesar ini gak mungkin kalo akun sendirian yang tinggal disini, ah bagaimana ini?.
Pikir Vito yang merasa bingung dengan keadaan sekarang, meneger perumahan yang melihat raut wajah Vito pun langsung bertanya kepadanya.
" Maaf tuan Vito, anda kenapa diam begitu? apa rumah ini terlalu kecil buat anda ? " tanya maneger perumahan.
" Ah tidak kok, sebenarnya aku diam karena bingung bagaimana agar terlihat rame sedangkan aku tinggal sendiri di rumah ini " jawab Vito dengan muka polos nya.
Maneger perumahan yang mendengar itu pun langsung berninar dan berniat untuk menawarkan diri untuk tinggal bareng dengan Vito. Namun sebelum maneger itu menawarkan diri Vito pun langsung berbicara sebelum maneger itu.
" Tapi aku gak mau penghuni disini lebih banyak cewe dari pada cowo, karena aku takut nanti malah gak bisa ngontrol nafsu dan malah kelewatan. Jadi kalo bisa rumah ini rame dengan cowo dan baru cewe agar aku bisa tenang " ucap Vito yang sudah membaca pikiran dari maneger perumahan itu.
__ADS_1
Meneger perumahan itu pun tercengan mendengar ucapan dari Vito, karena menurut maneger perumahan kebanyakan orang kaya akan suka kalo diri nya di kelilingi banyak wanita ketimbang pria sedangkan ini malah kebalik.
Apa orang kaya ini punya kelainan ? atau mungkin dia masih perjaka ?
Pikir maneger perumahan itu yang berpikir bahwa Vito punya kelainan. Dan kalo pikiran itu bisa di dengar oleh Vito mungkin maneger perumahan itu akan langsung di terkam oleh Vito untuk sekarang juga.
Setelah beberapa saat berkeliling rumah itu, mereka pun memilih untuk beristirahat di ruang tamu dan duduk di atas sofa yang sangat nyaman dan juga besar bahkan besarnya melebihi ukuran kanar tidur Vito sebelumnya.
" Hmm ngomong-ngomong nama kamu siapa ? masa aku harus panggil kamu maneger terus ? " tanya Vito yang mulai penasaran dengan nama maneger yang sangat sabar menemani dan sabar menghadapi ucapan dan kelakuan Vito yang sedikit norak.
" Ah ya maaf tuan saya lupa memperkenalkan diriku, perkenalkan nama saya Rosa dan umur saya 25 tahun tuan " jawab Rosa dengan sedikit malu-malu ketika menyebutkan umurnya.
Vito yang mendengar itu pun merasa bingung, karena Vito sempat menebak umur meneger itu 27 tahun ke atas namun ternyata tebakan Vito itu salah.
" Hahaha ini emang peraturan dari perusahaan ini, saya hanya melakukan seperti setandar perusahaan saja " ucap Rosa menjelaskan dengan sangat cepat agar Vito tidak salah dengan dirinya.
" Hahaha gak masalah Rosa aku malah senang melihat orang yang berdedikasi tinggi dengan pekerjaan nya, semangat Rosa " ucap Vito yang jujur tentang dirinya yang senang melihat orang yang berdedikasi tinggi dengan perusahaan tempat dia bekerja.
Rosa yang mendengar ucapan itu pun merasa sangat senang serta merasa terharu, karena baru kali ini dia di puji se ikhlas itu.
Rosa seumur hidup di puji karena kecantikan dan juga karena badannya yang sangat seksi, namun kali ini Rosa sangat terharu karena Vito memuji dirinya dari penampilan yang bersangkutan dengan pekerjaan dan menurut Rosa itu adalah pujian terbaik yang pernah dia dengar selain dari orang tuanya.
" Terimah kasih tuan atas pujian anda, saya benar-benar terharu mendengar itu " ucap Rosa yang sekarang sudah mulai menangis karena saking terharu dan gembiranya diri nya.
Vito yang mendengar itu pun merasa ikut senang dan juga merasa kasian karena melihat Rosa menangis gara-gara dirinya.
__ADS_1
" Eh Rosa kenapa kamu menangis ? aku salah ngomong kah ? terus tolong jangan panggil tuan cukup panggil Vito saja " tanya Vito sambil menyuruh Rosa memanggil dirinya dengan nama saja.
" Tidak tuan... eh maksudnya Vito, saya sedih karena terharu gara-gara ucapan kamu dan aku juga sangat berterimah kasih karena kamu sudah memuji diri saya dengan tulus " ucap Rosa sambil mengusap air matanya yang mulai turun ke pipi indahnya.
" Ah aku kira kamu menangis gara-gara ucapan saya, namun saya bener-bener salut dengan kamu Rosa mau bekerja kerasa seperti ini beda dengan kebanyakan cewe lain yang suka menggida cwo lain menggunakan tubuh dan parasnya yang cantik " ucap Vito sambil tersenyum indah kearah Rosa.
" Ah terimah kasih atas pujian kamu Vito, tapi kenapa kamu bilang seperti itu ? padahal gak Kebanyakan cwe seperti itu " ucap Rosa yang bertanya kenapa Vito berbicara seperti itu.
" Hahaha tidak kenapa-kenapa kok, cuman hanya masa lalu saja. Tapi sudah lah lupain saja lagian cuman masa lalu " ucap Vito sambil tertawa dengan terpaksa untuk menutupi rasa sakit hati yang masih dia rasakan.
Rosa yang mendengar dan melihat raut wajah Vito pun berpikir, dia berpikir mungkin Vito masih belum mau kasih tau pada orang asing tentang masa lalunya dan memilih berbicara seperti itu.
" Ah kalo kamu tidak mau bercerita tidak apa-apa Vito namun aku berharap kamu bisa melupakan masa lalu burukmu itu " ucap Rosa yang menasehati Vito agar bisa terlepas dari belenggu masa lalu nya dan memulai lembaran yang baru.
" Terimah kasih dan maaf untuk sekarang aku belum mau bercerita karena kita juga baru pertama dan kalo boleh saya mau sendiri terlebih dahulu " ucap Vito kemudian berdiri dan hendak pergi dari sana mengarah kekamar utama miliknya.
Rosa yang mendengar itu pun paham dan langsung memilih untuk pamit agar bisa memberi waktu sendiri buat Vito.
" Baik lah Vito, kalo begitu aku pamit pergi terlebih dahulu dan inget semangat jangan terus diam di masa lalu tapi coba lah buka lembaran baru semangat " ucap Rosa kemudian pergi dari sana dan mengarah ke arah pintu keluar.
Vito yang mendengar ucapan Rosa pun merasa terharu dan juga senang, baru kali ini dia di semangati oleh wanita cantik seperti itu.
" Hmm semogah beberapa hari kedepan aku bisa lupain j4lang itu " ucap Vito dan pergi dari sana dan berjalan ke arah kamar utama.
[ Terimah kasih buat kalian yang sudah baca karya autor ini dan terus nanti kan bab selanjutnya dadah semua bye ]
__ADS_1